Refleksi : Mayoritas warganegara NKRI miskin, kalau mereka sakit dan seandainya 
dimasukkan ke rumah sakit pasti masuk kelas 3. Jadi tentu pelayanan yang 
diberikan adalah sesuai dengan kelas dompetnya, jadi yang kelas satu berdompet 
tebal tentu mendapat pelayanan penuh, sedangkan yang murah pelayanannya pun 
murah seadanya saja, dengan begitu dapat dipikirkan bahwa pasien kelas satu 
bisa cepat sembuh, sedangkan yang kelas 3 atau kelas kambing cepat mati. Hal 
ini tentu bisa dibuktikan apabila ada statistik perbandingan antara pasien 
diberbagai kelas. Apakah negara dengan ssistem kesehatan demikian patut 
dipertahankan? Apa komentar Anda?

http://regional.kompas.com/read/xml/2009/11/19/16294897/takut.biaya.pasien.kabur.dari.rumah.sakit


Takut Biaya, Pasien Kabur dari Rumah Sakit
Laporan wartawan KOMPAS Kornelis Kewa Ama Khayam


KUPANG, KOMPAS.com - Karena takut beban biaya rumah sakit sampai Rp 5 juta 
lebih, Atrus Koliman (26), warga RT 22 Kelurahan Kelapa Lima, Kota Kupang, 
kabur dari Rumah Sakit Umum Yohannes (RSUD) Kupang, Kamis (19/11) dini hari.

Kini, petugas RSUD Yohannes Kupang bersama anggota polisi mencari Koliman untuk 
dibawa pulang ke rumah sakit. Petugas kesehatan ruang kelas tiga, rawat inap 
laki laki, Daniel Manu di Kupang, Kamis (19/11) mengatakan, Koliman masuk RSUD 
Yohannes Kupang, Senin (2/11), dengan keluhan sakit di bagian perut bawa.

Setelah diperiksa dokter, Koliman menderita sakit usus buntu. Koliman kemudian 
diputuskan dioperasi oleh dokter bedah rumah sakit itu. Koliman menolak 
keputusan itu dengan alasan tidak ada biaya. Tapi, dia juga tidak memiliki 
kartu identitas sebagai warga miskin dari kelurahan atau kepala desa, tempat 
Koliman berdomisili.

Tapi, karena kondisinya sudah parah, dokter tetap memutuskan operasi. Setelah 
sukses menjalani operasi, pihak rumah sakit menyarankan agar orangtua atau 
keluarga Koliman segera memroses kartu tanda warga miskin.

"Tetapi sampai tanggal 18 November 2009, tidak ada keluarga Koliman mengatur 
kartu identitas miskin tersebut. Sementara Koliman meminta segera pulang ke 
rumah karena biaya rumah sakit terus membengkak," katanya.

Pihak keluarga juga tidak menyatakan kesanggupan membayar biaya sebesar Rp 5 
juta lebih tersebut. Koliman pun merasa terus terbebani, akhirnya kabur dari 
rumah sakit. Jika Koliman memiliki surat keterangan atau kartu tanda warga 
miskin dari lurah atau kepala desa, dia akan menjalani pengobatan secara 
cuma-cuma. Sudah banyak pasien miskin yang dilayani tanpa memungut biaya.

Sent from Indosat BlackBerry powered by  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke