Refleksi : Bisa menjadi pilar bangsa, kalau dilindungi teradap ganguan rayap 
putih, tetapi kalau dibiarkan untuk diserang rayap seenaknya,  maka pilar sulit 
diwujudkan.

http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=11941

2009-11-20 
Gereja Harus Menjadi Pilar Bangsa


SP/FEYBE LUMANAUW

Menteri Perhubungan Freddy Numberi membuka Sidang Raya (SR) XV Persekutuan 
Gereja-gereja di Indonesia (PGI) di lapangan sepakbola Mamasa, Sulawesi Barat, 
Kamis (19/11). SR XV PGI diikuti sekitar 1.000 orang dari perutusan 
gereja-gereja anggota PGI dari wilayah, para tamu, dan undangan. 

[MAMASA] Sidang Raya Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) adalah 
pertemuan strategis bagi gereja-gereja di Indonesia untuk mengkaji kembali 
peranan gereja dalam era globalisasi dan dampaknya terhadap gereja, agar bisa 
bangkit menjadi pilar bangsa. Diharapkan, dari peranan gereja itu, akan 
menghasilkan masyarakat yang nasionalis dan religius demi ketahanan nasional 
yang lebih kokoh.

Hal itu ditegaskan Menteri Perhubungan (Menhub), Laksamana Madya TNI (Purn) 
Freddy Numberi pada Pembukaan Sidang Raya XV PGI di lapangan sepak bola Mamasa, 
Sulawesi Barat, Kamis (19/11). Hadir dalam acara tersebut Dirjen Bimas Kristen 
Protestan, Dr Jason Lase, Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh, Bupati 
Mamasa Obednego Depparinding , Ketua Majelis Pekerja Harian PGI Pdt Dr Andreas 
Yewangoe, pimpinan denominasi aras nasional, sejumlah anggota DPR asal Sulawesi 
Barat, mitra gereja internasional seperti World Council of Churches (WCC), dan 
Christian Conference of Asia (CCA).

Menurut Numberi, dunia di era globalisasi dewasa ini mengalami banyak 
permasalahan, di antaranya lingkungan hidup, hak asasi manusia, perekonomian 
global, tenaga kerja dan pengangguran, serta kemiskinan, kelaparan, pemanasan 
global, dan perubahan iklim.

"Apabila kita ingin memberikan makna hakiki bagi peranan gereja dalam era 
globalisasi, perlu untuk menganalisis kondisi gereja di zaman perkembangan ilmu 
pengetahuan dan teknologi yang sangat dahsyat," tegas Numberi.

Ditambahkan, gereja membutuhkan globalisasi Injil di era ini seperti yang 
ditegaskan ED Cohen dalam Leaders Withour Borders. Artinya, gereja mampu 
merangkul keanekaragaman, menyewa talenta dari luar kelompok untuk 
pemberdayaan, menyingkap talenta kelompok pada pengalaman global, menggunakan 
dunia sebagai sumber gagasan, mencari dan mengatur persekutuan yang bersifat 
global, serta berpikir global sejak sekarang ini. 


Repitalisasi Peran

Menurutnya, ada beberapa alasan mengapa gereja perlu berperan aktif dalam era 
globalisasi. Pertama, gereja diharapkan mampu merefleksikan penjabaran dari 
pengakuan iman rasuli dan ajaran gereja tentang bersaksi, bersekutu, dan 
melayani. Kedua, gereja harus mampu membina jemaatnya lebih khusus gereja muda 
Kristen, untuk menyadari secara jelas hakikat gereja. 

Lebih lanjut Numberi mengatakan, gereja perlu merevitalisasi perannya dalam 
mendorong arah dan kebijakan pemerintah untuk pembangunan nasional dan juga 
harus berpartisipasi aktif dalam seluruh proses demokratisasi di bidang 
politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Di samping itu, gereja juga mesti 
proaktif dalam pembangunan di bidang hukum, penanganan masalah, dan penegakan 
hak asasi manusia, merevitalisasi perannya bagi perdamaian dunia, dan 
menyelamatkan lingkungan hidup.

Sementara itu, Ketua Umum PGI Dr Andreas Yewangoe mengatakan, harapan yang 
disampaikan pemerintah tersebut memang menjadi pergumulan gereja-gereja selama 
ini, terutama dalam merefleksikan kebaikan Allah di tengah masyarakat Indonesia 
yang majemuk. Yewangoe juga berharap, gereja akan semakin terbuka kepada 
lingkungan sekitar dan mewujudkan masyarakat Indonesia yang berperadaban dengan 
memelopori berbagai upaya menciptakan hubungan harmonis dengan seluruh komponen 
masyarakat. [144


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke