http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2009112008091716

  Jum'at, 20 November 2009 
     
      BURAS 
     
     
     
Jelek, Kiprah Politik Partai Demokrat! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "SELAKU pemenang Pemilu Legislatif 2009, kiprah--tarian pembuka--Partai 
Demokrat (PD) di pentas politik ternyata jelek!" ujar Umar. "Di Pusat, Ketua 
DPR Marzuki Alie dari PD membuat disposisi agar sidang paripurna DPR tidak 
membahas usul hak angket skandal Bank Century. Di Lampung, Ketua DPRD Provinsi 
Marwan Cik Asan, juga dari PD, membuat Koalisi Lampung Membangun (KLM) untuk 
menyingkirkan tiga fraksi--PKS, Golkar, dan PDIP--dari kursi alat kelengkapan 
Dewan! Pada lima komisi dan tiga Badan (Legislasi, Anggaran, dan Musyawarah), 
ketiga fraksi di luar KLM itu tak satu pun kebagian kursi!"

      "Kasihan!" sambut Amir. "Kiprah politik PD terlalu tendensius, sehingga 
terkesan kekanak-kanakan! Gaya politik yang hanya menonjolkan kekuasaan! 
Politik sebagai seni mengelola kepentingan dan kekuasaan jadi kehilangan 
seninya!"

      "Masalahnya bukan hanya kehilangan seni dan kedewasaan sikap dalam 
berpolitik!" tegas Umar. "Pada sidang paripurna DPR di Senayan, karena usul 
penggunaan hak angket tak disebut dalam daftar pembahasan, mengakibatkan 
interupsi bertubi-tubi, akhirnya malah jadi prioritas! Sedang di DPRD Lampung, 
menyulut konflik perpecahan di Dewan yang merugikan rakyat, karena energi Dewan 
akan terkuras untuk konflik yang berlarut-larut!"

      "Itu yang perlu dikasihani!" timpal Amir. "Karena, PD yang menang pemilu 
legislatif berkat terkatrol keidolaan Ketua Dewan Pembinanya, Presiden SBY, 
seyogianya menampilkan kiprah politik yang elegan! Kenyataan di pentas politik 
jauh dari harapan itu! Kiprah politiknya mentah, tak layak dicontoh!"

      "Menurutmu, apa yang kurang dalam PD sehingga kiprahnya jadi jelek 
begitu?" tanya Umar.

      "Amat sepele!" jawab Amir. "Masalah yang seharusnya diatur atau 
dijalankan lewat lobi tertutup, malah ditempuh lewat kelembagaan formal secara 
terbuka! Akibatnya jadi tampak konyol! Coba kalau menggembosi usulan hak angket 
di DPR dan mendominasi alat kelengkapan di DPRD Lampung ditempuh lewat lobi 
tertutup, sedang di tataran formalnya secara sistematis berjalan efektif 
mewujudkan apa yang dikehendaki PD--pemilik kursi terbanyak di DPR dan 
DPRD--seni politiknya akan terlihat mantap dan manis sekali!"

      "Memang, dengan koalisi mayoritas mutlak DPR di genggaman kekuasaan PD, 
jika lobinya jalan dan para kader partai koalisinya di DPR sejak awal committed 
mendukung kebijakan PD, usul hak angket skandal Bank Century tak semudah itu 
meraih dukungan dari anggota DPR partai koalisi!" tegas Umar. "Sebaliknya 
akibat lobi terlambat, malah PD yang terkucil dari usulan hak angket skandal 
Bank Century! Kasihan! Kalaupun akhirnya nanti koalisi mayoritas mutlak PD 
berhasil menggembosi hak angket, partai-partai koalisi yang putar haluan jadi 
terlihat konyol di mata konstituennya yang kecewa!"
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke