----- Forwarded Message ----
Subject: Fwd: memunculkan wayang Kosasih dkk : BSet YBD et al ?
--- In ITB_:
RAKSASA JANGAN SAKITI RAKYATMU...(ingat wayang BSet-JBD)
..... Gatutkaca melihat dari kejauhan, tampak seorang tua dikejar oleh dua
raksasa. Gatutkaca segera menukik turun di hadapan kedua raksasa itu.
Berhenti, jangan sakiti pak tua ini! tegur Gatutkaca.....
...sesampainya di rumah, pak tua tersebut menceritakan apa yang terjadi di desa
tempat pak tua itu tinggal. Pak tua itu menceritakan bahwa semua perkebunan di
desa itu direbut oleh Raja raksasa Baureksa, ia menempatkan penjaga di wilayah
perkebunan tersebut. Pak tua terpaksa mengambil buah dari perkebunan karena
tidak mempunyai makanan bagi keluarganya.
Jadi perkebunan di desa ini direbut oleh Raja Baureksa ? timpal Gatutkaca.
Ya tuan, tolonglah penduduk desa ini, pinta pak tua.
...sementara itu di kerajaan Baureksa, raja raksasa hidup dalam kelimpahan.
Hari itu kerajaan sedang mengadakan pesta pora, para pejabat kerajaan dan
prajurit berpesta dengan makanan dan minuman berlimpah...
...Siapa kamu, berani mengganggu pestaku ?!
Aku Gatutkaca, dari Pringgodani, hai Raja Baureksa. Kamu telah menyengsarakan
rakyat, kembalikanlah tanah perkebunan rakyat yang kamu rebut! tukas
Gatutkaca....
Baik. Aku tantang engkau bertanding. Jika kamu menang, tanah kepunyaan rakyat
aku kembalikan. Jika kamu kalah, kau harus menjadi budakku!.... (maka
terjadilah perang tanding)
Baiklah aku menyerah. Aku akan mengembalikan tanah rakyat desa, janji Raja
Baureksa.
Kamu juga harus bersikap adil terhadap rakyatmu, tambah Gatutkaca.....
...Satu minggu kemudian Gatutkaca datang melihat keadaan di desa tempat tinggal
pak tua. Tampak para petani sudah kembali bekerja di kebunnya masing-masing.
Raja Baureksa juga hadir disitu membagikan uang dan makanan. Melihat kedatangan
Gatutkaca, Raja Baureksa menyambut gembira.
Terimakasih Gatutkaca, kamu mengajariku untuk memperhatikan rakyatku, ucap Raja
Baureksa.
Ya, sebagai pemimpin, kita harus mempedulikan nasib rakyat, kata Gatutkaca....
------------------
Dari : Sariwasta, RADEN ARJUNA YANG RENDAH HATI, Yayasan Pustaka Nusatama,
Yogyakarta, 2004
Membolak-balik buku begini, jadi ingat betapa gencar diskusi saat itu tentang
WAYANG (Kosasih dll.) koleksi Bambang Setiawan, Yosef Dwiyono dll. Masih segar
di memori, ya ? Masyarakat kini KEHAUSAN buku-buku WAYANG pembina watak dan
moral ksatria-brahmana.
Bagus juga kalau koleksi kuno, yang sudah lewat masa hak cipta, disadur dan
edit, rombak ulang, lalu disebarkan ke masyarakat, syukur menjadi bagian dari
kegiatan ITB_ dalam memperhatikan dan berbuat bagi pendidikan watak dan moral
bangsa, ya ? Mumpung masih ada waktu kita semua. Mari kita dukung bersama,
karena jiwa Ganesha niscaya merasuki segenap segi kehidupan masyarakat.
Jangan sampai alumni ITB disangka hanya yang komplotan birokrat politisi
nyonyor itu.
Salam Ganesh.
Bila mau Gramedia
GPU : gr...@...
GWI : y...@...
lain lagi :
kami melayani kebutuhan imajinatif edukatif anak-cucu anda:
KISAH-KISAH DARI DUNIA WAYANG
YAYASAN PUSTAKA NUSATAMA
Jalan Sawit 21
Sawitsari, Yogyakarta 55283, telp.0274-885471, 882959
eMail : ypn-...@...
kami menerima naskah bacaan/komik anak-anak bernafas
kearifan budaya lokal INDONESIA
menulis buku pustaka bagi bangsa adalah komitmen komunikasi sosial yang
didambakan
--- End forwarded message ---
[Non-text portions of this message have been removed]