----- Forwarded Message ----
Subject: Fwd: kataklisme atlantis (2) membaca tanda zaman yang tersirat,
meraut hikmat
--- In ITB_:
Reuni Atlantis, Ganesha & Aquarius (2) ala nir-sibayek
Dan siapakah AQUARIUS, coba ? Dialah PANGERAN KENCANA yang disebut-sebut
Virgilus dalam karya tenarnya ECLOGUE IV,yang merupakan nubuatan terdahsyat
MiLLENNIUM ini. Sajak Virgilus dimulai dengan
kata-kata : IAM REDIT ET VIRGO! LIHAT, SANG PERAWAN KEMBALI! Ya, AQUARIUS
adalah keduanya, baik PANGERAN KENCANA maupun PUTRI KENCANA, karena dia
Androgini. Leburnya kedua jenis kelamin adalah REUNI antara kedua ATLANTIS
yang telah terpisah sejak mulabuka zaman. Kini mereka bersatu.
DOMBA dan SERIGALA menyatu,
menikmati 1000 tahun waktu terakhir yang dijatahkan bagi zaman ini, dan
kembalinya ZAMAN KENCANA, keemasan. Nubuatan datang karena dia memenuhi
dirinya sendiri. Dia adalah personifikasi damba, Egregora dan
Kamarupa,yang ada bagi yang percaya. Malanglah orang yang tak percaya,
karena AQUARIUS mustahil tercuri.
Arysio Nunes dos Santos, 1997
KATAKLISME DAN ATLANTIS
• Buku OERA LINDA, koleksi tradisi Frisian terkait Air Bah, menggambarkan
kataklisme dahsyat skala kosmis yang terjadi di zaman purba meluluhlumatkan
Atland : jutaan kali lebih menggelegar daripada sekadar tayangan film
2012...yang menggelikan itu.
• Mitos sangkanparan bangsa MAYA menyebutkan mereka berasal dari
pulau/kepulauan AZTLAN. Mereka lari dari letusan dahsyat global gunung berapi.
Tanah air asli mereka kemudian dilahap samudera. Mereka datang ke benua baru
melalui laut, Pasifik Selatan, berangsur bertahun lewat berbagai pulau,
menggunakan rakit dan catamaran mereka. Perjalanan samudera mereka terekam
dalam CODEX BOTURINI dan dokumen-dokumen sejarah lainnya. Aztlan itulah
Atlantis. Letak Aztlan di sebelah barat mereka, karena mereka menyusuri lautan
ke arah timur. Maka FIRDAUS YANG HILANG itu terletak di wilayah Timur Jauh. Ini
kiranya kini wilayah INDONESIA.
• Tradisi Hindu bicara tentang ATALA, FIRDAUS yang tenggelam di Timur Jauh.
Atala adalah salah satu dari tujuh loka neraka orang Hindu. Ini adalah
ARCHETYPE dari Tujuh Pulau Blest (budaya Yunani) dan Tujuh Pulau Atlantik
(tradisi abad pertengahan). ATALA kerap dipadankan dengan SUTALA (Tanah
Landasan) yakni nama Hindu bagi Firdaus pristin-nya. Dalam bahasa Sanskerta
nama itu bermakna Tanah Antah-berantah atau Tanah yang Tenggelam. Etima ini
serupa dengan tradisi Yunani UTOPIA atau tradisi Gnostik EREWHON. Artinya,
aneka tradisi Firdaus Tenggelam semisal ELYSIUM (kepulauan Blest) Yunani,
ARMENTI atau PUNT bangsa Mesir, EDEN/Firdaus bangsa Yahudi, atau DILMUN
Babilonia, semua tan kecuali berpangkal dari HINDU purba Atala atau Sutala.
• Peta dunia purba atau zaman pertengahan mencantumkan Kepulauan Atlantis.
Kepulauan ini biasanya ada tujuh, disamakan dengan Tujuh Pulau blest tradisi
Yunani atau Tujuh DVIPA (pulau-pulau Firdaus) orang Hindu. Dalam kenyataan, hal
ini terkait sisa-sisa Atlantis yang tenggelam. Ini adalah puncak-puncak
gunung-gunung berapi raksasa pada benua yang tenggelam itu. Tradisi occult,
pelayar-pelayar purba dari bangsa Phoenician dan bangsa-bangsa kuno lainnya
berniaga teratur dengan Kepulauan Indies (Indonesia) purba, dan rute-rutenya
dirahasiakan sepanjang sejarah untuk keamanan dan pengamanan.
• Lautan Atlantik meminjam nama dari Atlantis, yang gagah berani menjelajah
samudera tepi yang ditakuti berbagai bangsa lain. Hanya bangsa Atlantis yang
menguasai Pelayaran-pelayaran Celestial yang menjadi prasyaratnya.
Berbeda dari apa yang diterima sekarang, nama Samudera Atlantik (Samudera
bangsa Atlantis) dulu adalah segala Lautan yang mengelilingi Dunia Lama
(Eurasia dan Afrika). Ia terdiri atas perjumpaan lautan Atlantik dan Lautan
Hindia. Samudera Atlantis purba juga dinamai Lautan Ujung, Lautan Luar, Lautan
Kronius, Mare Oceanum, Mare Magnum, Samudera Pengitar Dunia, nama-nama yang
menyiratkan kitaran atas bumi.
• Bukan hanya PLATO, namun juga para penulis sezaman seperti HERODOTUS,
ARISTOTELES, HECATEUS Miletus, SKYLAX Carianda, secara eksplisit menyebut
Samudera Atlantik yang berasal dari zaman sebelum Plato. Plato yang secara
khusus menyebut pertaliannya dengan ATLAS dan Atlantis/Atlantean.
Penulis-penulis terdahulu semacam HOMERUS sampai HESIODUS bicara perihal
Samudera Pengitar/Pengeliling dunia lama yang merupakan letak pulau dan benua
tenggelam yang terkait Atlantis. Pengertian itu sampai ke Mesir dan Yunani,
berasal dari tradisi kuno India AXAYANA (Lautan Pengitar Dunia) dan Firdaus
Tenggelam semisal Pulau-pulau Putih (SAKA DVIPA).
• Tradisi HINDU bicara tentang Firdaus Tenggelam dalam berbagai nama :
Atala, Patala, SHVETA Dvipa (pulau Murni), atau Saka Dvipa (kepulauan murni).
Kepulauan Firdaus ini adalah sisa-sisa benua tenggelam yang mereka sebut RUTA.
Benua tenggelam ini terletak di samudera pengitar dunia (lama). Tenggelamnya
benua ini tersangkut dengan hancur leburnya GUNUNG SUCI, yakni MERU atau ATALA.
Kehancuran ini menyebabkan langit roboh (hujan debris) dan menimpa kepulauan
yang tenggelam oleh lautan. Kejatuhan yang berjuta kali lebih dahsyat dari
secuil ambrolnya menara kembar New York oleh teroris atau bahkan letusan
Krakatau abad 19 itu. Dari sumber Hindu hancurnya Gunung Suci Meru mite Atala
inilah orang Yunani memperoleh mite ATLAS dan ATANTIS yang tenar itu.
• Mite Yunani menceritakan Legenda ATLANTIDES, ketujuh putri cantik ATLAS
TITAN, pendiri Atlantis. Atlantides juga dinamai PLEIADES atau HESPERIDES,
merupakan personifikasi ketujuh pulau BLEST yang berada di ujung Laut Tepi.
Pulau Blest ini dirancukan dengan kepulauan CANARY. Tetapi kepulauan Canary ini
terlalu gamblang dan dekat, sedangkan Atlantis tak jelas dimana pula adanya di
peta-peta purba. Tetapi tradisi mereka tetap setia merawat adanya Tujuh Pulau
(via Atlantides) yang merupakan sisa-sisa benua yang hilang/tenggelam.
• Dalam mite Yunani, Ketujuh PLEIADES (atau ATLANTIDES) berubah menjadi
gugusan tujuh pulau di tengah Samudera Ujung, memilih lebih baik mati daripada
ditangkap ORION, si Pemburu. Sedangkan HESPERIDES, ketujuh gadis bersaudara itu
adalah Pelindung Ketujuh Pulau BLEST, di tempat kokoh berdirinya TAMAN ATLAS,
ayah mereka. Taman Hesperides, menurut EUSTASIUS, terletak di AGRO ATLANTIS,
sawah ladangAtlas/ Atlantis, di dekat Gunung Atlas. Taman ini adalah TAMAN
EDEN/Firdaus dalam tradisi Yuda-Kristiani (disitir dalam Islam ?). Taman ini
adalah Taman AVALON (Celtik), Taman IDUN (Jerman), Taman HADES / Blest (Yunani
kuno) dll. Semua ini menyamarkan ATLANTIS-nya Plato yang setelah tenggelam,
menjadi Dunia Orang Mati, kepulauan firdausi yang dipadankan dengan Neraka.
ATLANTIS DALAM TRADISI-TRADISI DI DUNIA
• Sudah jelas, orang YUNANI kuno mengkopi legenda Atlas dan Atlantis mereka
dari HINDU perihal ATALAS (Shiva) dan ATALA Firdaus nan Tenggelam itu.
Sebagaimana dalam tradisi Yunani, dalam Hindu ATALAS (Sanskerta berarti PILAR)
adalah Pilar Dunia, sebagaimana Atlas di Yunani. Atala seperti Atlantis adalah
benua yang tenggelam akibat kejamnya kataklisme yang adanya di Samudera Luar.
Lantaran sumber legenda Yunani adalah tradisi Hindu, maka sia-sia
percum-tak-bergun bila mencari peradaban Atlantis di lautan yang kini namanya
Samudera Atlantik. Mencari peninggalan peradaban Atlantean / Atlantis haruslah
di loka yang oleh orang Hindu disebut di Lautan Atlantean, yakni Samudera
Hindia / Indonesia / Indies kini.
• Banyak tradisi Hindu menyebutkan adanya benua firdausi hilang tenggelam
yang merupakan asal-usul Manusia dan Peradaban mulianya, bukan di padang gurun.
Salah satunya ialah TRIPURA, Tri-kota. Atlantis adalah tiga kota dengan dinding
logam kencana bertatahkan rajabrana, artinya kedua tradisi yang berjauhan itu
merujuk pada SATU hal yang sama. Sebagaimana warga Atlantis, warga TRIPURA
semula ramah tamah, baik budi, mulia pekerti, gotong-royong ambeg paramaarta.
Tetapi lama-kelamaan seiring waktu mereka menjadi jahat, dengki, suka
berkelahi, ego dimajukan, komunitas diabaikan, adigang-adigung-adiguna, maka
akhirnya SHIVA marah dan mereka dilumatlebur. Itu sebab Shiva dinamai
TRIPURANTAKA, Sang Penghancur Tripura. Sebagaimana Lanka (Alengka) maupun
Atlantis, kota Tripura pun mahligai yang dibangun di puncak gunung, hingga
dikatakan : bertahta di atas langit!
• Legenda Hindu lain tentang tenggelamnya kerajaan archetype Atlantis yakni
LANKA, secara rinci dipaparkan dalam RAMAYANA.
Saga peluluhlantakan Lanka oleh baginda Rama dan Hanuman (Anoman) adalah sumber
karya Homerus : ILLIAD. Seperti Ramayana berkisah tentang Lanka dan
penyelamatan dewi Shita (SHINTA) pasangan rama yang dibajak culik oleh Ravana
(RAHWANA), maka ILLIAD bercerita tentang penghancuran TROYA dan penyelamatan
HELENA yang diculik oleh PARIS. Troya dengan dinding-dinding tembaga
kencananya adalah satu lagi ALEGORI Atlantis. Berbeda jauh dari ditemukannya
desa kecil di pedalaman Turki (oleh Schliemann) yang konon tempat Troya, TROYA
sejati terletak di Samudera Luar. Troya adalah kota terkubur lautan setelah
rusaknya. Terlalu banyak kesejajaran antara kisah Troya dan Atlantis, dan
Atlantis Plato dengan Lanka pun tak kurang samanya, dan letaknya di TIMUR JAUH,
dibawah Samudera, bukan di Timur Dekat atau wilayah Laut Tengah. Bila hendak
mencari TROYA dan Atlantis sejati, adanya di Nusantara, bukan padang gurun
wilayah tengahan... Di timurlah asalmula Manusia dan
Peradaban Dunia. Jangan salah raba agar tak bingung ibarat para jongos laiknya.
• MAHABHARATA, saga klasik Hindu yang melengkapi RAMAYANA, berkisah tentang
kerajaan misuwur KRISHNA (Kresno) dan kehancurannya dalam mahapralaya antara
keluarga Lunar/bulan (KURU) dengan famili Solar/surya (PANDU). Perang besar
akbar ini seperti Lanka dan Troya, adalah landasan dan sumber Plato bertutur
perihal Atlantis. HASTINAPURA, ibukota kekaisaran Pandu adalah KOTA PILAR
(hastinapura) atau Kota NAGA. Keduanya adalah epitet terkait Atalntean dan
Pilar Surga sejatinya timur jauh. Mahabharata juga berkisah tentang DVARAKA,
ibukota Krishna (Dwarawati) yang terletak di sebuah pulau ditengah lautannya.
Ibukota Dvaraka tenggelam ke dasar laut saat para pahlawan surgawi avatar
meninggal di perang tanding mirip yang diceritakan Plato dalam hal Atlantis.
• Tradisi DRAVIDA bicara tenggelamnya benua di tenggara India bernama RUTA.
Orang Dravida mengaku pindah ke India dari benua yang tenggelam dalam
kataklisme akbar bumi. Ruta berkaitan dengan akar kata Sanskerta RUDH (merah),
rudha, dan bahasa Dravida RUTA (memerah, membakar). Etima ini memunculkan PULAU
API, pulau merah yang merupakan nama mistik tradisi kuno Atlantis. Memang,
bangsa DRAVIDA mengaku sebagai bangsa KSATRIA (penggempur, militer) yang warna
keagungannya MERAH. Merah itu sejatinya warna Timur (buktikan Merahmu).
• Bangsa PHOENICIAN (artinya MERAH dalam bahasa Yunani) seperti halnya
bangsa DRAVIDA, mengaku juga berasal dari Pulau Api yang terletak dibalik
Samudera India (ERYTHRAEAN, merah darah). Artinya Idies, kepulauan Nusantara,
Lautan Merah (Erythraean). Tanah air orang Phoenician sama dengan Ruta orang
Dravida. Orang MESIR pun mengaku diri BANGSA MERAH, atau Rot, atau Khem, di
lidah mereka. Dan semua berasal dari Samudera Hindia (Erythraean). Apakah
berbagai tradisi aneka penjuru bumi ini berdusta ? Atau kita yang salah
menafsirkan mite-mite mereka ? Sejarah mesti diluruskan, bukan menuruti selera
yang sedang bertahta atau berloudspeaker.
• Orang CELTIK, seperti pun bangsa-bangsa lain, mengaku berasal dari pulau
jauh yang tenggelam karena kataklisme. Nama tanah air Firdaus mereka ialah
PULAU KACA (gelas) atau YNIS WYDR, juga Pulau Wanita, AVALON, Emhain, Ys dst.
Legenda tenggelamnya pulau Ys, sangat mirip dengan tenggelamnya Atlantis pada
saat konflagrasi gunung berapi digdaya yang dilaporkan Plato. Orang Celtik juga
mengaku tanah air asli mereka ialah CANTREF GWAELOD, atau Negeri Alas, Daratan
Dasar, menurut Jean Markale, tokoh pengkaji Celtik itu. Persis seperti ATALA,
Firdaus tenggelam bangsa Hindu kuno. ATALA adalah archetype Atlantis Plato,
a-tla.
• Dalam MABINOGION, buku asal-muasal Celtik, disebutkan bahwa orang Celt
berasal dari pulau DEFROBANI, atau Negeri Musim Panas, Negeri Cimmerian, dan
para hali menyimpulkan itu Pulau TAPROBANE, letak Firdaus dunia dan JATUHNYA
ADAM : yaitu PULAU SUMATERA kini ! Disitulah letak Atlantis pula.
• Orang Cimmerian, leluhur bangsa Celtik, adalah bangsa DAERAH BERKABUT
(mirip hasil ulah tebang bakar hutan parah?), dan Homerus mengumpamakannya
seperti keadaan Neraka.
Dalam banyak tradisi kuno disebutkan bahwa cuaca berkabut itu akibat LETUSAN
gunung berapi yang melingkupi Atlantis sangat lama juga setelah hancurnya.
Cimmeria itu sama dengan TARTARUS Gelap atau EREBUS (erebodes = kegelapan)
Hesiodus dan Homerus yang menyamakannya dengan Abode Negeri Orang Mati. Dalam
karya Homerus, SCHERIA PHAEACIAN semacam Firdaus bertempat di balik kabut
Gunung EREBUS, sedangkan pusaran arus samuderanya analog dengan Atlantis.
• Serupa pula, bangsa MESIR bicara tentang HANEBUT (haunebut) misterius,
orang-orang yang tinggal melampaui batas Samudera Hindia, di daerah AMENTI
(atau PUNT, punta). Hanebut artinya Bangsa Kabut atau Bangsa Pilar Atlas.
HAU-NABHA dalam bahasa Sanskerta dan Dravida, akhiran t dalam bahasa Mesir
menyatakan jenis kelamin wanita/betina (at). Bangsa hanebut tinggal di daerah
berkabut sehingga cahaya mataharipun tak mampu menembus, seperti di Cimmeria.
Sedangkan perihal PUNT dan AMENTI, orang Mesir mengaku bahwa tempat itu benar
ada dan dapat dikunjungi (dan mereka sering kesana pula). Daerah HANEBUT atau
bangsa PUNT yang sebagaimana orang Gerzean, menyerang dan menguasai MESIR HULU
di zaman pra-Dinasti dan akhirnya dapat diusir setelah Mesir disatukan oleh
raja MENES, yang orang Yunani. Bukan mengada-ada kalau perang besar ini mirip
yang digambarkan Plato dalam Perang Atlantis, saat orang Mesir dan Yunani
bersatu mengusir penyerang Atlantis.
• Bangsa-bangsa kuno lain menyebut-nyebut tentang bangsa dan Negeri Berkabut
akibat asap gunung berapi yang meletus. Orang POLINESIA bicara tentang
HAWAIKI, pulau besar atau benua di sebelah barat, melampaui Samudera Pasifik.
HAWAIKI adalah tanah air mereka yang hancur, INDONESIA, terpuruk, padahal
sebelumnya adalah FIRDAUS dunia. Kataklisme gunung berapi menyulap daratannya,
tenggelam ke dasar lautan, meninggalkan asap dan kabut. Hancurnya HAWAIKI
bertepatan dengan usainya perang besar, sebagaimana dialami Atlantis.
• Sisa-sisa Hawaiki, FIRDAUS POLINESIA, hanyalah puing dan asap kabut, dan
tenggelam, menjadi bak NERAKA, seperti halnya ditutur-tuliskan dalam
legenda-legenda Yunani dll. Di barat, Firdaus ada di Timur, sedangkan di
Polinesia Lautan Teduh, Timur Jauh dan Oseania, letak Firdaus ada di sebelah
Barat. Jadi, tradisi universal menyatakan dengan gamblang bahwa FIRDAUS dan
sisa-sisa NERAKA darinya, tak lain tak bukan adalah INDONESIA kini. Indonesia
Nusantara itulah PUSAR DUNIA (udel, navel). Orang INDIAN Amerika, yang
bermukim di tengah-tengah, bingung dibuatnya : FIRDAUS itu di barat atau di
timur (yang pasti bukan di tengah gurun). Yang di pantai Pasifik menunjuk arah
barat, yang di tepi Atlantik menunjuk timur. Namun semua menunjuk : INDONESIA
itu letaknya.
• Bangsa ROMA (lebih tepat leluhur mereka, bangsa ETRUSCAN) juga memiliki
hikayat asal-usul leluhur karuhun yang di benua tenggelam segera setelah perang
besar berakhir. Dipimpin oleh AENEA mereka melarikan diri dengan kapal-kapal
dari daerah diluar PILAR HERCULES. Aenea datang ke tanah Terjanji di Roma,
dari daerah antah-berantah TROYA, di Lautan Pinggir. Juga dikisahkan mereka
berasal dari gunung IDA, Firdaus primordial orang Yunani dan Romawi, yang
serupa pula dengan tradisi EDEN orang Yuda-Kristiani.
• Letak TROYA sebenarnya sama sekali bukan di Turki sebagaimana terkadang
diucapkan para arkeolog. Troya itu diluar Samudera (Hindia) sebagaimana
berbagai tulisan Homerus, Virgilus dsb. Troya di seberang lautan, artinya
bukan halnya Hissarlik. Lagi pula, Troya adalah metropolis dengan
dinding-dinding kota metalik dan besar-besar, bukan kampung kecil kumuh macam
yang diketemukan Schliemann di Turki. Juga, Troya Homerus, sebagaimana Aenea
namun bertentangan dengan Hissarlik, ada di pesisir, sebuah bandar pelabuhan
besar, yang dikunjungi pula oleh orang-orang Yunani.
Troya yang sebenarnya sudah tenggelam di dasar lautan, bukan diatas tanah
apalagi di kampung pelosok Turki.
• Hal serupa dalam hal kisah SICILIA itu, tempat beranjak Aenea kedua
kalinya. Sicilia disitu bukanlah Sicilia kota yang kita kenal kini. Sicilia
yang asli adalah THRINACIA di Laut Luar yang disinggahi Oddysseus, Argonaut dan
para pahlawan purba lainnya. Nama itu berarti Trident, Triwaja (tiga gigi)
yang melukiskan tiga gunung di Lanka (Gunung Trikuta), bukan kota Sicilia yang
berbentuk segitiga. Kurang pintarlah Virgilus yang mengatakan bahwa Aenea
berangkat dari Sicilia dan mengarungi lautan berangkat ke Roma. Bukankah
Sicilia ke Roma hanya beberapa kilometer jaraknya ? Atau kita yang sesungguhnya
keliru tafsir selama ini.
• Legenda THRINACIA ini dibawa orang Yunani dan Roma ke Sicilia. Akibatnya
kacau pemahamannya......bukan ?
Beberapa gelintir kalangan, diantaranya Alumni Kebumian Keindustrian Konstruksi
dll dari ITB Bandung, saat ini telah dan sedang terus berjuang menjelajah
pula, melakukan kegiatan terkait sejarah Peradaban Manusia, utamanya yang
berpangkal Sundaland Nusantara INDONESIA. Sementara sebagian lainnya, seraya
mulai menggeluti dan mendalami PERTANIAN sampai ENTROPI. BerVISI, berMISI,
kemanusiaan, dikobari semangat merdeka GANESH sejati tercerahi adanya. Bukan
sekadar bermental jongos sudra sampai polprak juragan trader waisya atau omdo
paria yang lumayan destruktif menjilat-jilat calon korban belaka...
(reportase sudah ke Kompas dsb tetapi ngabar...weleh)
Bagaimana pula selanjutnya ?
(BERSAMBUNG)
Catatan : kabar terkini -- Prof. Arysio SANTOS yang aslinya ilmuwan fisika
nuklir, namun akhirnya ilmuwan top tentang ATLANTIS, telah wafat tahun ini,
dan kajiannya dilanjutkan oleh Roberto anaknya. Manusia berziarah peradaban,
Alpha Omega, Ha-Nga, satuhu. Tulisan ini saduran parsial dari tulisan
Prof.Santos. cc Pieter Zwitser et al.(how are you?)
ANDA SUDAH MEMBACA BUAH KARYA PARA SOBAT PERSON ALUMNI ITB BERIKUT ? :
(1) POKOK-POKOK PIKIRAN, MENUJU MASYARAKAT BERBUDI LUHUR (versi Kearifan
Lokal Indonesia),2009(alumnus FTI)
(2) TURANGGA SETA (DILENGKAPI PEMBAGIAN ZAMAN PERADABAN MANUSIA, VERSI
NUSANTARA), 2008 (alumnus Fak. Kebumian ITB)
(3) Dll.
(4) Cari dapatkan dan baca : buku Prof. SANTOS, ATLANTIS Sayang terjemahan
belum ada, penerbit lokal nyenyak molor.
Tidak baik dan sama sekali bukan bijak, cenderung absurd, bila hanya merujuk
pada teman alumni ITB yang "sukses duniawi temporer" di birokrasi, politik
kekuasaan, dagang, pabrik dsb. Jiwa GANESHA bukan memilih-memilah, namun
mencerahi ke segala segi kehidupan.
Berkacamata kuda profesi yang dekaden hanya akan membingkiskan perangai dan
sikap jongos aneka bentuk. Patut dikasihani bila begitu.
Kontak mudah bagi alumni ITB seminat misalnya lewat sms : (+62)(0) 816 1990
432, 0888 1578 874, 0816 933 118 dll.
TIP : Ngelem tak identik memuji/apresiasi hati.
kami melayani kebutuhan imajinatif edukatif anak-cucu anda :
KISAH-KISAH DARI DUNIA WAYANG
YAYASAN PUSTAKA NUSATAMA
Jalan Sawit 21
Sawitsari, Yogyakarta 55283, telp.0274-885471, 882959
eMail : ypn-...@...
--- End forwarded message ---
[Non-text portions of this message have been removed]