http://www.infobanknews.com/index.php?mib=mib_news.detail&id=888

Sektor UMKM Diyakini Kian Berotot di 2010

Tanggal: 06 Desember 2009
Sumber: infobanknews.com

Dukungan yang besar terhadap sektor UMKM yang selama ini diyakini berjumlah 40 
juta akan memberikan kekuatan penting untuk mendorong perekonomian. Dari sisi 
lapangan kerja, UMKM mampu menyerap begitu banyak tenaga kerja.

 

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sudah lama memiliki otot yang lebih 
kuat ketimbang usaha korporasi. Kekuatan UMKM yang terbukti mampu bertahan saat 
badai krisis moneter 1997 dan 1998 pun kembali terbukti saat imbas krisis 
keuangan global sampai Indonesia.

 

Peran sektor UMKM sebagai penopang perekonomian di saat krisis pun tak bisa 
diabaikan. Karena kekuatan sektor ini pula, industri perbankan pun 
menjadikannya sebagai lahan basah untuk melempar kredit.

 

Bank-bank milik asing menyerbu pasar mikro yang besar potensinya dan dari sana 
bank bisa menggali margin tebal karena sektor mikro tak sensitif terhadap 
mahalnya suku bunga. 

 

Dukungan pemerintah terhadap sektor ini pun ditunjukkan dengan peluncuran 
Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjelang akhir 2007 untuk menggairahkan sektor mikro.

 

Langkah pemerintah ini membukakan kesempatan bagi pelaku UMKM yang selama ini 
memang menghadapi keterbatasan modal dan minimnya akses terhadap lembaga 
keuangan.

 

Selama ini banyak pelaku UMKM yang tak bisa menembus bank karena dianggap tak 
memenuhi kriteria atau tidak bankable. Pelaku UMKM yang dianggap bankable-lah 
yang selama ini diburu bank-bank, yang makin agresif menggarap pasar keuangan 
mikro.

 

Karena daya tahan pelaku UMKM selama ini, sektor ini pun akan mendapatkan 
guyuran kredit dari bank-bank. Tentu saja hal ini akan membawa efek positif 
karena akan menggairahkan investasi di sektor UMKM dan potensi pertumbuhan 
usaha di sektor ini akan terus meningkat di masa mendatang.

 

Optimisme terhadap sektor UMKM terus kuat sekalipun dibayang-bayangi 
ketidakpastian dari sisi fiskal serta moneter seperti ketika imbas krisis 
keuangan global mengembus. Ketika kondisi makro-ekonomi menunjukkan tanda-tanda 
positif, sektor UMKM memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang.

 

Tentu saja, untuk mendorong pertumbuhan UMKM lebih kencang lagi, berbagai 
rintangan yang menghadang UMKM harus diatasi. Kendati dari segi pembiayaan 
mulai mendapatkan jalan keluar, para pelaku UMKM masih harus membayar beban 
bunga yang cukup mahal karena industri perbankan mematok suku bunga kredit yang 
lumayan tinggi.

 

Mahalnya biaya bunga melengkapi tantangan sektor UMKM yang produk-produknya 
harus bersaing dengan produk-produk asal Cina yang begitu kompetitif. Selain 
itu, peraturan-peraturan daerah (perda) yang menghambat  pengembangan koperasi 
dan UMKM harus dikaji kembali. Belum lagi kemampuan memperbarui teknologi,

 

kemampuan mengakses pasar, promosi, riset dan pengembangan, serta perlindungan 
hak kekayaan intelektual yang gapnya dengan perusahaan besar masih sangat lebar.

 

Dukungan yang besar terhadap sektor UMKM yang selama ini diyakini berjumlah 40 
juta akan memberikan kekuatan penting untuk mendorong perekonomian. Dari sisi 
lapangan kerja, UMKM mampu menyerap begitu banyak tenaga kerja.

 

Apalagi, kini UMKM tidak hanya memproduksi barang seperti produk kerajinan atau 
bidang pertanian. Kini UMKM juga sudah mengarah pada sektor jasa dan kreatif, 
seperti industri kreatif yang menyangkut animasi, teknologi informasi, dan 
desain produk.

 

Produk-produk UMKM nasional juga mampu berunjuk gigi di pasar internasional 
sehingga sektor ini mampu mendorong kinerja ekspor dan menyumbangkan devisa 
bagi negara. (*)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke