SBY panik? Kalau tidak ada yang menentang gerakan antikorupsi pasti aman
damai, tetapi kalau SBY dan komplotannya mengerakkan provokator, maka tentu
sekali sulit untuk dicegah tidak terjadi kericuhan.
Semoga para anti korupsi tidak termakan oleh provokasi SBY dan komplotan bandit
kleptokratiknya.
Bayangan Soeharto terpelanting dari kursi kekuasaan mulai menjadi ganguan saraf
SBY.
----- Original Message -----
From: Sandy Dwiyono
To: [email protected] ; [email protected]
Sent: Sunday, December 06, 2009 11:05 AM
Subject: [nasional-list] Presiden: Gerakan Sosial Wajar, Sepanjang Tidak
Mengganggu Stabilitas
http://www.presidenri.go.id/index.php/fokus/2009/12/04/4944.html
Jumat, 4 Desember 2009, 15:43:21 WIB
Presiden: Gerakan Sosial Wajar, Sepanjang Tidak Mengganggu
Stabilitas
Jakarta: Dalam pengantar awal Sidang Kabinet Paripurna,
Jumat (4/12) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga membahas situasi
politik yang relatif menghangat untuk beberapa pekan ke depan. “Ini ekspresi
kebebasan, bagian dari demokrasi itu sendiri," kata Presiden, di kantornya.
Presiden mendapat informasi, dalam peringatan Hari
Antikorupsi Sedunia, 9 Desember mendatang, akan ada gerakan sosial. Menurut
Presiden, ekspresi kebebasan itu wajar-wajar saja, sepanjang tidak sampai
mengguncang stabilitas di negeri ini, dan menjadikan rakyat sebagai korban.
"Tapi kalau itu tidak menyentuh pada situasi seperti itu, marilah kita hormati
dinamika politik sebagai bagian dari demokrasi kita,” SBY menambahkan.
“Mungkin saja nanti akan muncul tokoh-tokoh, pada tanggal 9
Desember, yang selama lima tahun lalu tidak pernah saya lihat kegigihannya di
dalam memberantas korupsi, mungkin akan tampil. Ya, selamat datang kalau memang
ingin betul memberantas korupsi di negeri ini bersama-sama. Dengan demikian
akan membawa manfaat bagi rakyat kita,” ujar SBY. (mit)
[Non-text portions of this message have been removed]