http://www.antaranews.com/berita/1261554587/aktivis-lingkungan-desak-gubernur-riau-selamatkan-hutan

Aktivis Lingkungan Desak Gubernur Riau Selamatkan Hutan
Rabu, 23 Desember 2009 14:49 WIB | Warta Bumi | Masalah Lingkungan | 

(ANTARA/Kasriadi)Pekanbaru (ANTARA News) - Puluhan aktivis lingkungan dari 
Kelompok Studi Lingkungan Hidup (KSLH) menggelar aksi damai depan gedung DPRD 
Provinsi Riau di Pekanbaru, Rabu, mendesak Gubernur Riau Rusli Zainal mengambil 
langkah konkrett menyelamatkan hutan alam di Riau dari kerusakan lebih parah.

Para aktivis memanjat tiang bendera di halaman depan gedung DPRD untuk 
membentangkan spanduk besar berwana kuning bertuliskan "Selamatkan Hutan Riau".

Sebuah spanduk berukuran kecil yang bertuliskan "Riau Climate Change Centre 
Jangan Cuma Omong Kosong" juga dibentangkan oleh para aktivis. 

"Aksi ini bertujuan untuk menagih komitmen Gubernur Riau yang berjanji akan 
menyelamatkan hutan Riau dari kehancuran," kata koordinator aksi, Nuskan.

Menurutnya, Rusli Zainal telah berjanji membentuk "Riau Climate Change Centre" 
di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di KTT Perubahan Iklim di 
Kopenhagen, Denmark, beberapa waktu lalu.


Oleh karena itu, para aktivis meminta agar pernyataan gubernur tersebut 
benar-benar direalisasikan dan jangan cuma janji semata di depan forum 
internasional.

Sebabnya, lanjut Nuskan, kondisi hutan Riau yang mayoritas lahan gambut dalam 
sudah sangat terancam karena alih fungsi untuk kepentingan bisnis. Setiap 
tahun, Riau kehilangan rata-rata 160 ribu hektare hutan alam sejak alih fungsi 
sejak sekitar tahun 1980-an.

Kerusakan hutan Riau semakin parah pada tahun 2009 karena tercatat ada sekitar 
318.360 hektare hutan alam berubah fungsi menjadi kebun akasia untuk hutan 
tanaman industri.

Aksi tersebut secara keseluruhan berjalan tertib meski dalam pengawasan ketat 
puluhan personel polisi. Hingga sekitar pukul 12.00 WIB, aksi damai terus 
berlanjut.

Nuskan mengatakan aksi tersebut akan dilanjutkan dengan pembagian sekitar 500 
bibit tumbuhan kepada warga secara gratis di Pekanbaru.(*)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke