http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2009122401131717
Kamis, 24 Desember 2009
BURAS
Aksi Perampok Nekat di Lampung!
H. Bambang Eka Wijaya
"KAWANAN perampok nekat beraksi di Lampung, menggondol Rp2,75 miliar dari
mobil bank yang membawanya!" ujar Umar. "Disebut nekat, karena beraksi siang
bolong, terhadap mobil bank yang dikawal polisi bersenjata otomatis,
penyergapan dilakukan di depan pos dijaga seregu satpam, di sisi jalan raya
lintas Sumatera yang ramai pula!"
"Dari cara penyergapan dengan senjata api laras panjang dan pendek hingga
relatif mudah melumpuhkan polisi bersenjata otomatis--bahkan merampas
senjatanya--mengindikasikan para pelaku bukan pemain lokal yang umumnya cuma
bersenjata api rakitan!" sambut Amir. "Kalaupun ada pemain lokal yang terlibat,
mungkin hanya penggambar situasi yang agak lama juga dilakukan hingga aksi
mereka cukup terencana!"
"Dibanding aksi sejenis beberapa waktu lalu, menyergap mobil bank di
jalan raya Metro menuju Bandar Lampung yang relatif berantakan--sopir sampai
tergilas mobil--hingga polisi lebih mudah mencari pelakunya, aksi kali ini
lebih rapi!" tukas Umar. "Kerapian itu bisa membuat polisi lebih sulit mencari
pelakunya! Lebih-lebih, jika benar pelaku utama merupakan pemain luar daerah!
Kecuali, nomor polisi lokal pada mobil yang dipakai pelaku bisa menuntun ke
petunjuk lebih jelas!"
"Harapan tentu, seprofesional apa pun penjahat yang beraksi di Lampung
selalu bisa diringkus polisi!" timpal Amir. "Betapa, jika mobil dengan
pengawalan polisi saja bisa jadi sasaran empuk penjahat, bagaimana pula dengan
mobil warga yang tanpa pengawal! Di sisi lain, kegagalan polisi mengatasi
kejahatan, wilayahnya bisa dijadikan 'ladang' oleh penjahat!"
"Untuk itu, selain usaha meringkus para pelaku perampokan, ada hal-hal
khusus yang layak jadi perhatian polisi!" sambut Umar. "Terutama peningkatan
kemampuan anggota menghadapi situasi kritis! Bukan saja skill mengatasi ancaman
penjahat, tapi juga mengoordinasi bantuan! Seperti petugas yang sebenarnya
curiga pada mobil yang membuntuti mereka sepanjang jalan, seharusnya dia
menghubungi Mapolres Lampung Tengah yang terletak di tepi jalan raya untuk
mendapat tambahan pengawalan, atau malah membelokkan mobil yang dikawalnya
masuk Mapolres! Tepatnya, kematangan untuk mengantisipasi situasi perlu
ditingkatkan!"
"Koordinasi pengamanan seperti itu tak semata pada petugas di mobil! Tapi
harus komprehensif, dengan skenario yang tersistem baik!" tegas Amir. "Kuncinya
memang petugas di mobil, yang harus dilengkapi alat komunikasi! Bukan saja dia
bisa menghubungi dan berkomunikasi dengan setiap polsek dan polres yang
dilalui, juga bisa dimonitor satuan tugasnya sejak dia melapor mobilnya
berangkat! Penjahat sudah semakin canggih dan nekat, polisi harus lebih unggul
dalam segala hal untuk mengatasinya!" ***
[Non-text portions of this message have been removed]