Refleksi : Kalau tidak setia pada Arab berarti setia kepada Iran? http://www.republika.co.id/berita/100221/HAMAS_Berjanji_Setia_kepada_Arab
HAMAS Berjanji Setia kepada Arab By Republika Newsroom Selasa, 05 Januari 2010 pukul 21:23:00 SHARM ESH-SHEIKH, MESIR--Pemimpin HAMAS di pengasingan Khaled Meshaal telah menjamin Arab Saudi bahwa gerakannya setia kepada negara Arab, kata Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Saud Al-Faisal, Selasa. "Saya bertanya kepada Khaled Meshaal apakah gerakannya berpihak pada negara Arab atau yang lain," kata Pangeran Saud. Ia merujuk kepada Iran, pendukung kuat regional bagi HAMAS, kelompok gerilyawan yang menguasai Jalur Gaza. "Meshaal berkeras bahwa HAMAS adalah satu gerakan Arab dan masalah Palestina adalah masalah Arab," kata Menteri Arab Saudi itu di tempat pelancongan di tepi Laut Merah, Sharm Esh-Sheikh, setelah pembicaraan dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak. Pembicaraan antara Pangeran Saud dan Meshaal dilakukan pada Ahad, selama kunjungan oleh pemimpin HAMAS tersebut ke Arab Saudi. Arab Saudi, yang berfaham Sunni, dan Iran --negara non-Arab penganut Syiah-- telah menjadi pesaing lama di Timur Tengah. Ketegangan baru-baru ini telah meningkat antara kedua negara itu, sewaktu Arab Saudi menuduh Iran mendukung gerilyawan Al-Houthi di Yaman utara, yang telah diperangi kerajaan tersebut di sepanjang perbatasannya dengan Yaman. Kunjungan Pangeran Saud ke Mesir adalah bagian dari rangkaian pertemuan regional yang bertujuan menghidupkan kembali perundingan perdamaian antara Israel dan Palestina, yang telah macet selama satu tahun. Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Raja Jordania Abdullah II berada di Mesir pada Senin, untuk mengadakan pembicaraan dengan Mubarak, satu pekan setelah kunjungan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pada Ahad, di Riyadh, Arab Saudi, Meshaal mengatakan pembicaraan yang dipelopori Mesir dan bertujuan merujukkan gerakan gerilyawan Palestina itu dengan pesaingnya, Fatah, hampir membuahkan hasil. Presiden AS Barack Obama telah berulangkali menyeru Israel dan Palestina agar melanjutkan pembicaraan perdamaian, tapi Palestina telah menuntut Israel lebih dulu menghentikan pembangunan permukiman dan menyampaikan komitmen pada satu kerangka kerja bagi pembicaraan itu. Palestina telah berkeras perbatasan bagi negara yang dijanjikan buat mereka mencakup semua tanah mereka yang diduduki Israel pada 1967, termasuk Jerusalem timur, milik Arab --yang belakangan dicaplok Israel dalam tindakan yang tak diakui oleh masyarakat internasional-- sebagai ibukotanya. Pengambil-alihan Jalur Gaza oleh HAMAS pada 2007, yang membatasi wewenang Abbas di Tepi Barat Sungai Jordan dan memperdalam perpecahan di kalangan faksi Palestina, juga telah menghambat pembicaraan perdamaian dengan Israel. ant/AFP/kpo [Non-text portions of this message have been removed]

