http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010011908015715

      Selasa, 19 Januari 2010 
     
      BURAS 
     
     
     
Arus Balik 'Trafficking' ke Lampung! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "JIKA sebelumnya Lampung merupakan daerah asal korban 
trafficking--perdagangan manusia khususnya perempuan untuk dijadikan budak 
seks--seperti dialami seorang gadis yang berhasil meloloskan diri dari kawasan 
perbatasan Kalimantan Barat dan dikembalikan ke Way Kanan, kini terjadi arus 
baliknya, Lampung menjadi tujuan trafficking!" ujar Umar. "Seorang gadis dusun 
dari Magelang, Jawa Tengah, yang dibius sepanjang perjalanan Yogya--Bandar 
Lampung, pekan lalu meloloskan diri melompat dari jendela hanya mengenakan 
pakaian dalam di kawasan Polsek Panjang!"

      "Dramatis!" sambut Amir. "It, gadis asal Magelang yang cuma tamatan 
sekolah dasar itu, saat sadar dari biusan mendengar dirinya ditawarkan para 
penculik kepada germo! Mendengar itu, dengan sisa tenaga dari siksaan pembiusan 
dan tak diberi makan sepanjang perjalanan Yogya--Bandar Lampung, ia meloncat 
dari jendela untuk berjuang mempertahankan kesucian dirinya!"

      "Ia berhasil mencapai perumahan warga yang memberinya kain penutup 
tubuhnya yang setengah telanjang, untuk dipakainya menuju kantor polisi!" tegas 
Umar. "Sayangnya, ia yang baru sadar dari bius dan pertama berada di suatu 
kawasan, tak ingat jalan ataupun rumah tempat ia dikurung, hingga polisi gagal 
meringkus orang yang membawanya dari Jawa ke Lampung! Di sisi lain, warga yang 
sempat menolongnya juga tidak proaktif memberi informasi kepada polisi, bisa 
jadi takut mengambil risiko pembalasan dari komplotan mafia trafficking!"

      "Kedua peristiwa itu cuma puncak gunung es! Berarti, Lampung yang 
sebelumnya berstatus daerah kuning--tempat para korban trafficking berasal, 
kini berubah menjadi daerah merah atau core area--tempat kejahatan yang amat 
keji terhadap kemanusiaan itu dilakukan!" timpal Amir. "Untuk itu, kepolisian 
juga harus meningkatkan status operasinya dalam usaha mengatasinya, dari 
penangkalan saat yellow area, menjadi operasi pembasmian pada red atau core 
area! Artinya, kepolisian harus menurunkan task forces--satuan tugas reserse 
terbaiknya--ke core area untuk menyapu bersih seluruh jaringan mafia 
trafficking! Ultimate goal-nya, Lampung bersih total kembali menjadi green 
area, berakhir realitasnya sebagai daerah asal korban, maupun sebagai red core 
kejahatan terhadap kemanusiaan tersebut!"

      "Tuntutan terhadap polisi agar menurunkan task forces itu mutlak, justru 
sebagai tantangan terhadap kemampuan polisi melakukan pengayoman pada 
masyarakat dalam arti luas!" tegas Umar. "Sebab, jika status core area itu tak 
langsung dihancurkan, bisa ditingkatkan menjadi base field, Lampung menjadi 
pusat pengiriman 'barang jadi'--korban siap pakai--ke seantero dunia! Jika itu 
terjadi, peta Lampung menjadi berwarna hitam dalam dunia trafficking!" n
     


 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke