http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2010011907584934
Selasa, 19 Januari 2010
NASIONAL
TRANSPORTASI: 3 Maskapai Enggan Terbang ke Eropa
JAKARTA (Lampost): Tiga maskapai nasional kembali direkomendasikan
Kementerian Perhubungan mendapat pencabutan larangan terbang ke Eropa. Namun,
pencabutan larangan terbang itu enggan digunakan ketiganya.
"UE Ban atau pelarangan terbang ke Eropa kan bukan semata-mata karena
ingin terbang ke sana. Kalau direkomendasikan, kami anggap itu apresiasi kalau
Lion sesuai dengan standar internasional," ujar Direktur Umum Lion Air Edward
Sirait, Senin (18-1).
Kementerian Perhubungan merekomendasikan Lion Air, Air Asia Indonesia,
dan Batavia Air untuk mendapat audit pencabutan larangan terbang ke Eropa. Satu
maskapai lain, Travira Airlines, batal direkomendasikan lantaran pesawat tidak
memenuhi regulasi Annex enam. Namun, rekomendasi itu tidak akan ditindaklanjuti
dengan pembukaan rute baru ke Eropa oleh tiga maskapai terpilih.
"Gak ada. Sebab, rencana itu butuh pesawat yang khusus, yang penuhi
syarat jarak tempuh, fasilitas. Kami belum ada niatan ke sana," kata Edward.
Dengan bertambahnya jajaran maskapai nasional yang kemungkinan besar
mendapat pencabutan larangan terbang ke Eropa, akan memberikan tiga dampak
positif bagi Indonesia. Setidaknya, menurut Edward, pencabutan larangan terbang
itu akan memberikan efek positif pada besaran penanggungan asuransi karena
dunia internasional telah memberikan pengakuan pada tingkat keselamatan Lion
Air.
Juga, pencabutan larangan terbang ke Eropa itu akan memberikan persepsi
positif tiga maskapai itu bahwa Indonesia telah memenuhi standar yang
ditetapkan oleh Eropa.
Selain itu, kata Edward, tiket terbang ke Eropa itu dapat menjadi
antisipasi pengangkutan masyarakat Eropa yang berada di Indonesia. "Bisa jadi
antisipasi bahwa orang Eropa yang ada di Indonesia tidak ragu lagi untuk
terbang bersama kita di regional Asia atau kawasan Indonesia," ujar dia.
Batavia Air yang direkomendasikan untuk mendapat audit pencabutan
larangan terbang ke Eropa pun enggan menjajaki rute tersebut. Maskapai itu
lebih memilih memperkuat rute domestik, menjajaki kawasan regional, dan
mengagendakan rute ke Timur Tengah.
Hal senada pun diungkapkan Marketing and Distribution Director Air Asia
Indonesia Widijastoro Nugroho. Dia mengutarakan tidak memiliki agenda rute ke
Eropa meski nantinya mendapat tiket terbang ke wilayah itu. Pasalnya, armada
yang dimilikinya merupakan jenis Airbus 320 yang hanya memiliki kemampuan
terbang selama 4 jam.
Maskapai itu hanya berniat untuk memperkuat rute di kawasan regional dan
domestik yang nantinya akan menjadi pengumpan bagi maskapai induknya yang
berpusat di Kuala Lumpur. "Kita berfungsi sebagai feeder saja untuk Air Asia
yang hub-nya di KL (Kuala Lumpur). Mereka punya banyak rute yang terbang ke
Europe," kata dia. n MI/U-3
[Non-text portions of this message have been removed]