Refleksi : Pendapatan para petinggi penguasa negara terus naik bertambah besar, 
kekayaan mereka pun bertambah banyak, maka tentunya harga kenaikan harga bukan 
masalah bagi mereka. Dirgahayu rezim NKRI!

  

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2010011907584826

      Selasa, 19 Januari 2010 
     

      EKONOMI 
     
     
     

Harga Beras Terus Naik 


      BANDAR LAMPUNG (Lampost): Harga beras di Lampung, baik di perkotaan 
maupun perdesaan, cenderung naik sehubungan makin terbatasnya pasokan gabah, 
sementara permintaan meningkat.

      Kenaikan harga ini diperkirakan hingga menjelang panen pada April 
mendatang, kecuali pemerintah menyalurkan raskin dan menggelar operasi pasar.

      Di Bandar Lampung, sejumlah warga menyatakan harga beras cenderung naik 
memasuki musim tanam padi. "Kenaikan harga beras yang paling terasa," kata 
Lusi, salah satu warga Way Dadi, Bandar Lampung, kemarin.

      Menurut pedagang beras di Pasar Tugu Bandar Lampung, Rodjie, harga beras 
termurah sekarang ini Rp6.000/kg, sedang harga beras kualitas terbaik mencapai 
Rp7.500--Rp8.000/kg dan beras kualitas sedang berkisar Rp6.500--Rp7.000/kg.

      Rodjie menyebutkan naiknya harga beras asalan pernah sehari naik dua 
kali. Harga beras asalan awalnya Rp4.800/kg naik menjadi Rp5.000/kg, kemudian 
Rp5.200/kg, lalu Rp5.300/kg, naik lagi menjadi Rp5.500/kg dan sekarang telah 
mencapai Rp6.000/kg.

      Ia menyebutkan penyebab kenaikan harga beras itu adalah terbatasnya 
pasokan gabah, sementara permintaan beras meningkat, terutama dari Bengkulu dan 
Jambi.

      Demikian pula Sri, warga Desa Tritunggal Jaya, Kecamatan Bandarmataram, 
Kabupaten Lampung Tengah. Menurut dia, harga beras asalan di desanya berkisar 
Rp6.000--Rp7.000/kg. "Kemarin kami membeli beras di toko sudah mencapai Rp160 
ribu/karung isi 25 kg," ujarnya.

      Sedangkan Tri, salah satu warga Desa Pancasila, Kecamatan Kotabumi, 
Kabupaten Lampung Utara, menyebutkan harga beras di desanya berkisar 
Rp8.000/kg, padahal sebelummya hanya Rp5.500/kg.

      Hal yang sama juga terjadi di Kabupaten Pesawaran, Lampung Timur, dan 
Lampung Selatan. Di Pesawaran, harga gabah kering panen (GKP), Senin (18-1), 
mulai beranjak naik sekitar Rp200/kg dibanding harga pada pekan sebelumnya 
Senin (11-1). "Harga GKP pekan lalu Rp2.000 per kilogram, kini menjadi 
Rp2.200," kata Jimi, petani padi di Desa Kalirejo, Kecamatan Negeri Katon, 
Kabupaten Pesawaran.

      Ia mengatakan selama ini harga jual GKP terus bertahan karena pembeli 
yang merupakan pemilik penggilingan padi datang langsung ke petani yang sedang 
panen dan menunggu petani merontokkan bulir padi. "Bahkan, kami kerap didatangi 
pembeli, namun karena sudah memiliki pelanggan yang biasa membeli hasil panen 
kami, ya tidak kami berikan," ujarnya.

      HPP Pemerintah Naik

      Demikian pula harga beras di Lampung Timur. Menurut Martini, seorang 
warga di Kecamatan Batanghari, Lampung Timur, harga GKP Rp2.800/kg, gabah 
kering giling (GKG) Rp3.400/kg. Sementara untuk komoditas beras berkisar 
Rp5.600--Rp6.000/kg untuk kualitas biasa.

      Sedangkan harga gabah kering giling (GKG) di Lampung Selatan, Senin 
(18-1), naik dari Rp3.000/kg menjadi Rp3.200/kg. Menurut pedagang gabah di 
Kecamatan Sidomulyo, Rahardjo, kenaikan harga GKG disebabkan naiknya harga 
beras di pasaran.

      "Harga beras super naik mencapai Rp6.500/kg, sedangkan beras medium 
Rp6.000/kg," kata dia. Selain itu, menurut Rahardjo, kenaikan GKG ini 
disebabkan menipisnya pasokan gabah dari petani.

      Hal senada juga dikatakan pemilik penggilingan di Kecamatan 
Tanjungbintang, Santoso, yang mengatakan saat ini harga gabah naik karena harga 
pembelian pemerintah (HPP) untuk beras dan gabah naik 10 persen mulai 1 Januari 
2010.

      Gabah kering panen dengan kadar air maksimal 25 persen dan hampa kotoran 
10 persen naik dari Rp2.400/kg menjadi Rp2.640/kg. Sedangkan GKP di tingkat 
penggilingan dari Rp2.440 menjadi Rp2.685/kg. Kemudian harga GKG dengan kadar 
air maksimal 14 persen dan hampa kotoran 3 persen naik dari Rp3.000 menjadi 
Rp3.300/kg, di penggilingan Rp3.345/kg.n E-1
     








[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke