http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=2011200920111886

PANGLIMA TNI:
MELALUI KERJA KERAS DAN KOMITMEN YANG TEGUH, PROGRAM DAPAT DIRAIH
19 Jan 2010

         KODAM IV/DIPONEGORO (19/1),- Panglima TNI Jenderal TNI Joko Santoso 
mengajak kepada seluruh Prajurit dan Pegawai Negeri Sipil TNI untuk 
merefleksikan dan perlunya bersyukur, karena melalui kerja keras dengan 
komitmen yang teguh, semua Program Kerja tahun 2009 yang lalu dapat diraih 
dengan baik. Ajakan Panglima TNI disampaikan dalam amanat tertulis yang 
dibacakan oleh Pangdam IV/Diponegoro Mayor Jenderal TNI Budiman, dalam Upacara 
Bendera 17-an bulan Januari 2010 yang dilaksanakan di Lapangan Parade Kodam 
IV/Diponegoro, Watugong Semarang. Senin (18/1).

Adapun pencapaian pelaksanaan Program Kerja tahun 2009 yang lalu, seiring 
dengan tugas dan peran TNI serta pembinaan organisasi, adalah: Pertama, TNI 
telah berhasil melaksanakan tugas perbantuan kepada Polri dalam rangka 
pengamanan pesta demokrasi sepanjang tahun 2009, sehingga stabilitas keamanan 
nasional dapat terjaga dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari komitmen TNI 
untuk senantiasa menjaga netralitas dalam pesta demokrasi. Kedua, tugas 
perbantuan penanggulangan bencana yang terjadi di beberapa wilayah NKRI dinilai 
dapat membantu pemerintah baik saat terjadinya bencana maupun mengatasi 
rehabilitasi wilayah yang terkena bencana. Ketiga, kinerja TNI dalam penugasan 
sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian Dunia (peacekeeping force), telah terbukti 
berhasil dan diakui oleh dunia internasional.

          Lebih lanjut dikatakan, dalam pembinaan organisasi TNI telah berhasil 
melakukan hal-hal sebagai berikut:  Pertama, dalam pemeriksaan BPK tahun 2009, 
TNI mencatat perbaikan tertib administrasi yang signifikan, sehingga TNI 
memperoleh penilaian Wajar Dengan Pengecualian. Kedua, merumuskan pembentukan 
satuan-satuan baru guna merealisasikan program pembangunan kekuatan dan gelar 
TNI dalam rangka menghadapi tantangan tugas ke depan yang tidak semakin ringan.

Menurutnya, pada awal tahun 2010 ini dinamika kehidupan nasional, khususnya 
dibidang sosial dan politik, dirasakan cukup mengemuka. TNI bersyukur, berkat 
kesadaran dan pengertian seluruh komponen bangsa dinamika sosial dan politik 
selama ini masih dalam koridor dan batas toleransi, sehingga kondisi stabilitas 
nasional tetap kondusif. Namun demikian, sebagai Bhayangkari Negara, tidak 
boleh lengah dan harus siap sedia, agar setiap saat dapat dikerahkan untuk 
membantu mengatasi setiap kemungkinan yang bakal terjadi demi keselamatan 
Negara. 

Menuju Kebutuhan Pokok Minimum 

       Panglima TNI juga mengatakan, mencermati perkembangan strategis dan 
persepsi ancaman kedepan baik yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri, 
TNI tengah menyusun program pembangunan kekuatan yang menuju kepada kebutuhan 
pokok minimum dalam rangka menjaga kedaulatan NKRI dan menciptakan daya tangkal 
terhadap segala ancaman.

Adapun prioritas yang ingin dicapai pada TA. 2010 adalah melanjutkan Program 
Pembangunan Kekuatan TNI berupa pembentukan satuan baru dan peningkatan status 
satuan untuk mencapai kekuatan pokok minimum, modernisasi Alutsista untuk 
memantapkan dan mengembangkan kekuatan Matra Darat, Matra Laut dan Udara serta 
meningkatkan profesionalisme personel, yang meliputi kualitas dan kuantitas 
personel, penegakan hukum disiplin dan tata tertib prajurit serta kesejahteraan 
prajurit dan PNS TNI.

Program pembangunan kekuatan tersebut, kata Panglima TNI terkait pula dengan 
upaya menegakkan NKRI diwilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar yang dinilai 
rawan konflik sebagai akibat belum tuntasnya perundingan batas wilayah serta 
kesenjangan sosial dan ekonomi, antara penduduk perbatasan negara tetangga 
dengan negara Indonesia. Untuk itu secara berkesinambungan TNI senantiasa 
bekerjasama dengan semua instansi secara vertikal dan horizontal, baik pusat 
maupun daerah, melaksanakan penjagaan /pengawalan dan pemberdayaan wilayah 
pertahanan di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar serta melaksanakan 
pengamanan di wilayah rawan konflik.

Dalam konteks inilah, TNI mendukung langkah pemerintah untuk membentuk Badan 
Nasional Pengelolaan Perbatasan Terpadu dan Badan Pengelolaan Daerah Perbatasan 
Terpadu.

Selanjutnya, dalam rangka Modernisasi Alutsista, TNI sepenuhnya mengikuti 
kebijakan pemerintah untuk menggunakan secara optimal produksi industri 
pertahanan dalam negeri. Kebijakan tersebut, menurut Panglima TNI amat 
strategis karena dapat mengurangi ketergantungan terhadap alutsista industri 
pertahanan negara lain.

Kebijakan lain yang berkaitan dengan pelaksanaan Program dan anggaran TNI tahun 
2010 adalah peningkatan kesejahteraan prajurit dan PNS TNI beserta keluarganya.

“TNI menyadari bahwa masalah kesejahteraan personel sangat berkaitan dengan 
program pemerintah dibidang reformasi birokrasi, yang meliputi penataan 
kelembagaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Untuk itu, TNI 
secara optimal berupaya melakukan langkah-langkah yang kongkrit dalam rangka 
mewujudkan birokrasi yang kredibel akuntabel dan responsible secara berjenjang 
dan berkesinambungan", tegas Panglima TNI.


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke