Refleksi : Hanya dua jam, bayangkan mereka di daerah luar pulau Jawa yang dalam 60 tahun meredeka-merdeka tak ada bus atau jalan raya ke daerah mereka
http://www.sinarharapan.co.id/cetak-sinar/berita/read/menunggu-bus-transjakarta-dua-jam/ Selasa, 02 Pebruari 2010 12:29 Menunggu Bus TransJakarta Dua Jam Redaksi Yth, Kemarin (Senin, 1/2) saya mendengarkan dialog beberapa calon penumpang bus TransJakarta. Tetapi dialog ini lebih tepat disebut gerutuan, makian, omelan dan sebagainya. Ini salah satu caci-maki mereka, "Masyarakat tidak dianggap oleh pemerintah? Itu sudah biasa. Masalahnya, pejabat-pejabat kita tidak pernah naik angkutan umum. Coba mereka sekali-kali naik bus, pasti kondisi angkutan umum di Jakarta segera dibenahi. Kalau nanti tarif busway naik jadi Rp 5.000, saya timpukin busnya." Penumpang bernama Soleha dan Irwan sangat kesal karena sudah 1,5-2 jam menunggu bus TransJakarta jurusan PGC-Harmoni di Halte NU (Kramat), Jakarta, tetapi bus tak juga datang. Soleha menunggu sejak pukul 12.30, sedangkan Irwan sejak pukul 12.00. Sementara bus baru datang pukul 14.00 dalam kondisi sudah penuh sesak penumpang. "Sebetulnya tadi saya sudah mau naik bus, tapi oleh kondekturnya melarang dengan alasan bus sudah penuh. Nggak tahunya bus berikutnya baru datang dua jam kemudian. Kalau saja bus ini enggak datang juga, wah enggak tahu deh apa jadinya, pasti saya bikin onar," kata Irwan melalui telepon genggam kepada temannya. Kemarahan pemuda berumur 25 tahun ini bisa dipahami, karena menunggu bus dua jam di Ibu Kota Jakarta sangat keterlaluan. Ketika masalah ini saya tanyakan kepada petugas Halte NU dan kondektur, dijawab bahwa bus sedang mengisi BBG. "Apakah tidak ada waktu-waktu tertentu untuk keberangkatan, misalnya setiap setengah jam?" tanya saya, lalu kondektur menjawab, "Tidak ada pengaturan waktu. Biasanya kalau busway terlambat datang, karena sopirnya sedang istirahat atau sedang mengisi BBG." Menurut kondektur itu, jumlah armada TransJakarta jurusan PGC-Harmoni ada 15 unit. Tetapi, menurut saya, kalau ada pengaturan waktu, pasti para penumpangnya tidak terlalu terlantar. Karena jarak PGC-Harmoni termasuk pendek. Selain persoalan keterlambatan bus, selama ini para penumpang juga merasa tidak nyaman, misalnya tidak ada lagi pemberitahuan lewat pengeras suara (disetel dari mesin oleh sopir) tentang halte-halte yang akan dilewati. Akibatnya, beberapa penumpang baru harus bertanya kepada penumpang yang lain.Jarak berhenti bus dengan pintu halte terkadang juga terlalu lebar-bisa sampai satu meter-sehingga membahayakan penumpang karena mesti melangkahkan kaki terlalu lebar. Kasihan para lansia, penyandang cacat dan anak-anak. Belum lagi sikap petugas-petugas TransJakarta yang kasar dan membentak-bentak penumpang, seperti yang biasanya dilakukan petugas di Halte Harmoni dan Senen. Oleh karena itu, pihak-pihak yang terkait dengan pelayanan TransJakarta harus terus membenahi manajemennya. Jangan sampai menunggu setelah terjadi kericuhan karena penumpang marah atau mengamuk, lalu kualitas pelayanannya baru ditingkatkan. Edi Sibatang Kayu Rawa Tengah Jakarta Pusat. [Non-text portions of this message have been removed]

