dari:
http://www.detiknews.com/read/2010/02/12/122524/1298263/10/agus-condro-saya-dengar-robert-tantular-ikut-modali-miranda

Jumat, 12/02/2010 12:25 WIB
Agus Condro: 
Saya Dengar Robert Tantular Ikut Modali Miranda

Indra Subagja - detikNews

Jakarta - Agus Condro tidak yakin Miranda S Goeltom
memakai uangnya sendiri untuk modal memenangkan pemilihan Deputi
Gubernur Senior BI. Dia yakin ada individu yang ikut membantu. Siapa?

"Itu
kan sudah ramai di media. Yang saya dengar, berdasarkan pengakuan Rafat
Ali, Robert Tantular ikut membantu Miranda," kata Agus Condro saat
dihubungi via telepon, Jumat (12/2/2010).

Alasan Agus,
setidaknya yang dia dengar uang yang digelontorkan untuk semua anggota
sekitar Rp 24 miliar. "Untuk saya seorang saja mendapatkan uang Rp 500
juta, dan kami ada 18 orang. Belum lagi untuk partai lain. Saat itu ada
41 suara, yang memilih Miranda," terangnya.

Selain Dudhie Makmun
Murod, politisi PDIP yang ditahan terkait dugaan suap pemilihan Deputi
Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom, dari partai lainnya yakni Hamka
Yandhu asal Golkar, Endin J Soefihara dari PPP, dan Udju Djuhaeri saat
itu pada 2004 masih ada Fraksi TNI/Polri.

"Apakah Miranda punya uang sebesar itu? Dengan entengnya membuang uang," 
terangnya.

Namun
Agus juga menepis pernyataan Sekjen PDIP Pramono Anung yang
mengindikasikan bila kasus ini terkait tekanan pada Pansus Century.

"Itu
mengada-ngada. Kasus ini sudah lama sejak Maret 2009, dan ini memang
sudah saatnya. Penyidiknya dan penuntut independen. Mereka bekerja
berdasarkan sistem," tutupnya.

Miranda saat diperiksa KPK pada
Oktober 2009, mengaku ditanya pula soal beredarnya travellers cheque ke
sejumlah anggota DPR. Dia mengaku tidak tahu menahu perihal itu.

"Pernah
memberikan sesuatu? Saya jawab tidak. Sudah itu pertanyaan terakhir,"
jelas Miranda kepada wartawan. yang mengenakan batik coklat ini.

Sementara
Rafat Ali dalam surat elektroniknya yang diterima detikcom, memang
pernah menyampaikan hal tersebut. Dia mendengar cerita itu dari Robert.

(ndr/iy) 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke