http://www.antaranews.com/berita/1273680177/walesa-dunia-perlu-sistem-perekomian-sesuai-globalisasi

Walesa: Dunia Perlu Sistem Perekomian Sesuai Globalisasi
Rabu, 12 Mei 2010 23:02 WIB | Ekonomi & Bisnis | Makro | 
Jakarta (ANTARA News) - Salah seorang pemenang Nobel Perdamaian, Lech Walesa, 
mengatakan bahwa dunia perlu mendefiniskan sistem perekonomian yang cocok di 
era globalisasi ini.

Hal itu dikemukakan oleh mantan Presiden Polandia itu saat memberikan kuliah 
kepresidenan di Istana Negara, Rabu.

"Tentunya bukan yang saat ini, bukan komunisme atau kapitalisme dimana 10 
persen orang menguasai 90 persen kekayaan dunia," katanya, melalui bantuan 
penerjemah.

Walesa dengan menggunakan bahasa nasionalnya kemudian menjelaskan bahwa dunia 
harus mulai mencari sistem ekonomi yang tepat untuk mencegah terulangnya krisis 
serta timbulnya kekacauan.

Walesa yang melakukan lawatan 10 hari ke Indonesia sejak 8 Mei lalu memberikan 
"presidential lecture" dengan tema "Lessons from Democrati Changes in Poland 
and Eastern Europe and Their Implication for the New World of 21 Century"

Di antara lawatannya di Jakarta, Yogyakarta dan Bali, Walesa yang kini memimpin 
Institut Lech Walesa, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Bali 
Democracy Institute di Universitas Udayana, Denpasar. Institut Lech Walesa 
telah menjalin kerja sama serupa dengan berbagai organisasi di Eropa dan 
Amerika Serikat dalam upaya untuk mendorong demokrasi.

Lech Walesa adalah peraih Nobel Perdamaian tahun 1983 saat Polandia masih 
dikuasai rezim komunis yang bersekutu dengan Uni Soviet. Pemerintah Polandia 
menandatangani satu perjanjian yang antara lain mengizinkan kegiatan serikat 
buruh independen dan menghentikan tindakan pengekangan maupun tekanan-tekanan 
terhadap anggota oposisi pro-demokrasi pada 31 Agustus 1980.

Dampak dari perjanjian itu, untuk pertama kali terbentuk suatu organisasi 
demokratik besar, Serikat Buruh Independen dan Bebas Solidarnosc (Solidaritas), 
di blok negara-negara komunis, dengan Lech Walesa sebagai pemimpinnya.

Namun, hal itu tak berlangsung lama. Rezim Komunis Soviet dan Pemerintah 
Polandia yang sehaluan tidak senang dengan berbagai kegiatan kelompok-kelompok 
independen termasuk Solidarnosc. Pada 13 Desember 1981 Pemerintah Polandia 
mengumumkan status negara dalam keadaan perang.
(T.G003*D012/P003)
COPYRIGHT © 2010


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke