Rabu, 30/06/2010 12:06 WIB

        Anas: Saatnya Percaya TNI & Polri Gunakan Hak Pilih

        
                Gede Suardana - detikNews
          
        
        

                Denpasar
- Partai Demokrat (PD) termasuk yang mendukung agar TNI dan Polri
kembali diberikan hak pilih. PD meminta semua pihak mempercayai
TNI/Polri untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu.

"Menurut kami anggota TNI/Polri sudah saatnya dipercaya untuk bisa menggunakan 
hak 
pilihnya
secara dewasa dan demokratis," kata Ketua Umum PD Anas Urbaningrum
kepada wartawan pada acara 'Konsolidasi Kader Demokrat Bali' di Hotel
Nirmala, Jl Mahendradata, Denpasar, Rabu (30/6/2010).

Menurut
Anas, sebetulnya di UU Pemilu 2004 dan 2009 status TNI/Polri sudah
dipulihkan. Tapi di ketentuan peralihan, anggota TNI Polri belum
menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2004 dan 2009. Artinya ini soal
waktu. Hanya saja, menurut Anas, hak pilih TNI/Polri diatur sehingga
tidak menimbulkan penafsiran berbeda.

"Tentu harus diatur secara spesifik dan detail agar ini betul-betul hak memilih 
saja, bukan dimaknai yang lain," ujarnya.

Anas meminta DPR saat membahas UU Pemilu perlu menanyakan, mengklarifikasi dan 
mengkonfirmasi pada Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan apakah TNI/Polri 
Sudah 
siap menggunakan hak pilih pada 2014. "Kalau siap, tentu tidak ada halangan 
untuk 
dituangkan dalam ketentuan UU Pemilu," katanya. 

Hanya saja ia mengingatkan, jika TNI/Polri belum siap maka tidak bisa 
dipaksakan untuk 
menggunakan
hak pilih. "Kalau belum jangan dipaksakan. Kebijakan setiap negara
bebeda. Ada yang melarang tentara ikut Pemilu, ada yang biasa saja, ada
yang diatur ketat. Indonesia posisinya diĀ  tengah. Ini sekaligus tanda
bahwa anggota TNI bekerja di bawah supremasi sipil," jelasnya.

                 (gds/fay)
                



 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke