Tetangga saya (Alm) pernah bilang di depan saya dan se-'orang asli' (bukan
pendatang),
tidak penting menjadi pimpinan (Ketua RT/RW).. yang paling penting adalah
dekat
dengan pimpinan - dengan catatan, kedekatan itu dimanfaatkan untuk
memudahkan
mendorong keputusan yang sesuai dengan kepentingan ybs..

Jadi pernyataan 'TNI bekerja di bawah supremasi sipil' (bahkan naiknya Anas
di PD) jangan
ditelah mentah"/membuat sipil gembira.. seolah tentara/pihak tertentu tunduk
dan patuh
pada sipil/anak muda.. Sekedar contoh, lihat saja bagaimana status
line-bisnis yang dikuasai
militer dan coba diungkap (Alm) Munir lewat salah satu bukunya.. Terlepas
adanya kemungkinan
alasan lain dibunuhnya Alm..

CMIIW..

-- 
Wassalam,

Irwan.K
"Better team works could lead us to better results"
http://irwank.blogspot.com
fb/twitter/skype: irwank2k2

Pada 30 Juni 2010 17:26, Satrio Arismunandar
<[email protected]>menulis:

>
>
> Rabu, 30/06/2010 12:06 WIB
>
> Anas: Saatnya Percaya TNI & Polri Gunakan Hak Pilih
>
>
> Gede Suardana - detikNews
>
>
>
>
> Denpasar
> - Partai Demokrat (PD) termasuk yang mendukung agar TNI dan Polri
> kembali diberikan hak pilih. PD meminta semua pihak mempercayai
> TNI/Polri untuk menggunakan hak pilih pada Pemilu.
>
> "Menurut kami anggota TNI/Polri sudah saatnya dipercaya untuk bisa
> menggunakan hak
> pilihnya
> secara dewasa dan demokratis," kata Ketua Umum PD Anas Urbaningrum
> kepada wartawan pada acara 'Konsolidasi Kader Demokrat Bali' di Hotel
> Nirmala, Jl Mahendradata, Denpasar, Rabu (30/6/2010).
>
> Menurut
> Anas, sebetulnya di UU Pemilu 2004 dan 2009 status TNI/Polri sudah
> dipulihkan. Tapi di ketentuan peralihan, anggota TNI Polri belum
> menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2004 dan 2009. Artinya ini soal
> waktu. Hanya saja, menurut Anas, hak pilih TNI/Polri diatur sehingga
> tidak menimbulkan penafsiran berbeda.
>
> "Tentu harus diatur secara spesifik dan detail agar ini betul-betul hak
> memilih saja, bukan dimaknai yang lain," ujarnya.
>
> Anas meminta DPR saat membahas UU Pemilu perlu menanyakan, mengklarifikasi
> dan
> mengkonfirmasi pada Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan apakah TNI/Polri
> Sudah
> siap menggunakan hak pilih pada 2014. "Kalau siap, tentu tidak ada halangan
> untuk
> dituangkan dalam ketentuan UU Pemilu," katanya.
>
> Hanya saja ia mengingatkan, jika TNI/Polri belum siap maka tidak bisa
> dipaksakan untuk
> menggunakan
> hak pilih. "Kalau belum jangan dipaksakan. Kebijakan setiap negara
> bebeda. Ada yang melarang tentara ikut Pemilu, ada yang biasa saja, ada
> yang diatur ketat. Indonesia posisinya di  tengah. Ini sekaligus tanda
> bahwa anggota TNI bekerja di bawah supremasi sipil," jelasnya.
>
> (gds/fay)
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke