6/07/2010 - 14:52

                                                
                                                           
                                                        
                                                
                                                
                                                
                                                                                
                
                                                Bukan Sekali Iring-Iringan SBY 
Sengsarakan Rakyat
                                                
                                                
                                                
                                                
                                                
                
                        
                        ilustrasi
                
                
                                                         Bukan
sekali ini saja iring-iringan mobil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) menyengsarakan rakyat. Sebelum menimpa Hendra NS, warga Cibubur,
kasus serupa pernah terjadi awal September 2004.
Hendra mungkin cukup beruntung karena hanya dibentak-bentak dan
mobilnya dipukul-pukul hingga anaknya ketakutan. Pada peristiwa 2004,
iring-iringan Presiden memicu kecelakaan hingga menewaskan lima orang
dan beberapa orang terluka. 
Insiden pada 2004 terjadi sekitar pukul 07.50 WIB, Rabu
(17/11/2004). Kejadian berawal saat rombongan Presiden SBY masuk tol
Cibubur. Patroli Pengawalan Kepolisian Daerah Metro Jaya menyetop
kendaraan yang melaju di tol untuk memberi jalan kepada iring-iringan
Presiden yang berangkat menuju Jakarta dari kediamannya di Cikeas,
Bogor.
Menurut saksi mata, kecelakaan itu terjadi karena polisi jalan raya
menghentikan kendaraan secara tiba-tiba. Para pengemudi itu hanya
mendengar suara sirene polisi tanpa tahu apa yang terjadi. Karena itu,
mereka harus mengerem kendaraan secara mendadak saat mengetahui ada
satu mobil patroli jalan raya (PJR) menghadang.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemudian menyampaikan rasa
belasungkawanya. Presiden juga menjamin bahwa pemerintah akan membayar
semua biaya pengobatan dan pemakaman para korban.
Sementara itu, kejadian yang menimpa Hendra NS terjadi pada Jumat
(9/7) sekitar pukul 13 siang. Hendra NS, warga Cibubur, mengungkapkan
kekecewaannya melalui surat pembaca di Harian Kompas, edisi Jumat
(16/7). Dalam suratnya Hendra menjelaskan bahwa mobilnya dipukul oleh
Polisi dan dimarah-marahi di depan anaknya yang masih kecil. Anak itu
pun ketakutan. 
"Pak SBY yang kami hormati, mohon pindah ke Istana Negara sebagai
tempat kediaman resmi Presiden. Betapa kami saban hari sengsara setiap
Anda dan keluarga keluar dari rumah di Cikeas. Cibubur hanya lancar
buat Presiden dan keluarga, tidak untuk kebanyakan warga," tulis Hendra
yang mengaku berprofesi sebagai wartawan. [TJ]
                                                
                                                


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke