Dalam Islam (sebuah hadits nabi), orang yang duduk2 ditepi jalan sehingga mengganggu orang2 yang lewat (tapi masih bisa lewat) adalah berdosa (dilarang alias haram). Nah ini gimana kalo orang yang lewat sampai berhenti dan dimarahin lagi....tapi juga masyarakat kita ...yah suka juga bikin tenda di jalan umum (ganggu orang yang lewat ..... nah ini juga haram dong)
--- On Fri, 16/7/10, Satrio Arismunandar <[email protected]> wrote: From: Satrio Arismunandar <[email protected]> Subject: [ppiindia] Bukan Sekali Iring-Iringan SBY Sengsarakan Rakyat To: [email protected], "ex menwa UI 2" <[email protected]>, "HMI Kahmi Pro Network" <[email protected]>, "ppiindia" <[email protected]>, "nasional list" <[email protected]>, "jurnalisme" <[email protected]>, "Indonesia Rising" <[email protected]>, "sastra pembebasan" <[email protected]>, "Pers Indonesia" <[email protected]> Date: Friday, 16 July, 2010, 20:56 6/07/2010 - 14:52 Bukan Sekali Iring-Iringan SBY Sengsarakan Rakyat ilustrasi Bukan sekali ini saja iring-iringan mobil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyengsarakan rakyat. Sebelum menimpa Hendra NS, warga Cibubur, kasus serupa pernah terjadi awal September 2004. Hendra mungkin cukup beruntung karena hanya dibentak-bentak dan mobilnya dipukul-pukul hingga anaknya ketakutan. Pada peristiwa 2004, iring-iringan Presiden memicu kecelakaan hingga menewaskan lima orang dan beberapa orang terluka. Insiden pada 2004 terjadi sekitar pukul 07.50 WIB, Rabu (17/11/2004). Kejadian berawal saat rombongan Presiden SBY masuk tol Cibubur. Patroli Pengawalan Kepolisian Daerah Metro Jaya menyetop kendaraan yang melaju di tol untuk memberi jalan kepada iring-iringan Presiden yang berangkat menuju Jakarta dari kediamannya di Cikeas, Bogor. Menurut saksi mata, kecelakaan itu terjadi karena polisi jalan raya menghentikan kendaraan secara tiba-tiba. Para pengemudi itu hanya mendengar suara sirene polisi tanpa tahu apa yang terjadi. Karena itu, mereka harus mengerem kendaraan secara mendadak saat mengetahui ada satu mobil patroli jalan raya (PJR) menghadang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemudian menyampaikan rasa belasungkawanya. Presiden juga menjamin bahwa pemerintah akan membayar semua biaya pengobatan dan pemakaman para korban. Sementara itu, kejadian yang menimpa Hendra NS terjadi pada Jumat (9/7) sekitar pukul 13 siang. Hendra NS, warga Cibubur, mengungkapkan kekecewaannya melalui surat pembaca di Harian Kompas, edisi Jumat (16/7). Dalam suratnya Hendra menjelaskan bahwa mobilnya dipukul oleh Polisi dan dimarah-marahi di depan anaknya yang masih kecil. Anak itu pun ketakutan. "Pak SBY yang kami hormati, mohon pindah ke Istana Negara sebagai tempat kediaman resmi Presiden. Betapa kami saban hari sengsara setiap Anda dan keluarga keluar dari rumah di Cikeas. Cibubur hanya lancar buat Presiden dan keluarga, tidak untuk kebanyakan warga," tulis Hendra yang mengaku berprofesi sebagai wartawan. [TJ] [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

