16/07/2010 - 15:25
Hendardi: Buat Apa Ada Istana
Kalau tak Ditempati
Hendardi
INILAH.COM,
Jakarta - Presiden SBY diminta tinggal di Istana dan tidak pulang pergi
ke Cikeas. Selain tak efesien dan cost mahal juga menyengsarakan rakyat
yang dilewati mobil rombongan presiden.
"Salah satu konsekuensi menjadi presiden adalah tinggal di Istana agar tidak
merepotkan," ujar Hendardi ketika dihubungi Inilah.Com, Jumat sore.
Menurut Hendardi, seharusnya SBY mencontoh mantan Presiden Gus Dur
yang memilih tinggal di Istana daripada kediaman pribadinya agar tidak
menyengsarakan rakyat.
Dikatakan, bila SBY tetap memilih tinggal di kediaman pribadinya di
Cikeas Bogor, selain kurang efesien untuk kinerjanya juga menlan cost
atau biaya yang cukup tinggi.
Biaya itu berupa bensin untuk rombongan puluhan mobil pengawal
pribadinya dan biaya masuk halan bebas hambatan (TOL). Belum lagi
kenyamanan masyarakat yang disekitar jalan yang dilewati rombongan
presiden pasti akan terganggu, karena pasti dihentikan untuk beberapa
lama sehingga menimbulkan kemacetan yang cukup parah.
Tidak itu saja, sikap arogansi Patroli Pengawal (Patwal) Presiden
yang suka arogan dan membentak rakyat kecil ketika sedang bertugas
mengamankan perjalanan bosnya.
Permintaan SBY agar tidak tinggal di Cikeas menghangat di Twitter.
Topik itu muncul di situs mikro blogger itu setelah Hendra menulis
surat pembaca di harian Kompas. [wdh]
[Non-text portions of this message have been removed]