From: naratama rukmananda <[email protected]> Date: Friday, July 16, 2010, 10:53 PM INFOTAINMEN Tanpa Huruf T "I wanna produce the Infotainment show!", ujar saya pada Rob Murray. "What's that?", tanya Rob kebingungan. "Well, this is just a regular entertainment show featuring celebrities, Hollywood , movies, lifestyle and all those stuff", ungkap saya mencoba menjelaskan konsep Infotainment. Dalam hati saya keheranan, "Masak sih orang ini nggak ngerti Infotainment? ...". "That's not Infotainment. That's Entertainment News. It's totally different", sanggah Rob. "How is that happen? in Indonesia we use to say this show as Infotainment not Entertainment News. Just look at our shows like Kabar-Kabari, Cek & Ricek, Inserts and others", sanggah saya makin heran. "Yeah, you can call that Infotainment in Indonesia . But in US, we put this as Entertainment News because it has news values on it...", jelas Rob menutup perdebatan soal Infotainment saat duduk-duduk santai di sudut kota Washington DC. Tidak puas dengan jawaban Rob yang mantan puluhan tahun menjadi Executive Producer di NBC News, saya lalu melakukan "Walking Questions" alias jalan-jalan sambil iseng bertanya sana-sini. Pertanyaannya hanya satu yaitu: Apakah Infotainment sama dengan Entertainment News (atau yang lebih dikenal dengan E-News)?. Jawaban boleh ya atau tidak atau dengan penjelasan atau bebas apa saja. Namanya juga ngobrol sambil riset, jadi bertendensi untuk ngobrol ngalor-ngidul tapi tetap jalur televisi. Pertanyaan ditujukan pada teman-teman produser, kameramen, editor dan jurnalis yang bekerja di industri broadcast di Washington DC. Ini memang bukan riset akademis sekualitas AC Nielsen. Ini juga bukan riset kuantitatif sekelas penulisan disertasi mahasiswa S2 jurusan komunikasi atau broadkast. Ini memang murni riset personal untuk sekedar mengukur terminologi kata Infotainmen dalam format produksi Magazine Show di Indonesia. "Jangan-jangan selama ini saya salah menggunakan kata Infotainment?", pikir saya. Hasilnya, cukup mengejutkan. Ternyata kata Infotainment memang tidak populer. Yang populer adalah Entertainment News. Mengapa? hampir semua responden menjawab bahwa format acara majalah televisi yang mengungkap kehidupan selebriti, gosip artis hingga kisah-kisah kawin cerai mempunyai unsur dimensi aktual dan faktual. Untuk itu, keseimbangan isi berita harus dan perlu didukung dengan berbagai akurasi data, pendapat, komentar hingga ke opini publik lewat wawancara Vox Pop. Ini sangat bertolak belakang dengan konsep program acara Infotainment yang justru tidak memerlukan adanya dimensi aktual dan faktual. Bagi industri televisi Amerika, format majalah Infotainment justru berkesan satu arah/satu jalur/satu tujuan walaupun disajikan dengan format kemasan gaya hiburan baik dari sudut penulisan naskah, reportase hingga ke set-artistik backdrop, namun isi dari format acara ini hanyalah menyajikan sebuah infomasi tentang suatu produk atau suatu penjelasan. Tidak ada unsur jurnalistik dibalik Infotainment. Contoh program Infotainment adalah program masak-memasak berisikan informasi tentang cara memasak. Mulai dari menu, bahan masakan hingga teknik menggoreng. Contoh lain, program agama tertentu yang berisikan informasi tentang features realita kehidupan hingga ke diskusi tentang kebaikan hidup didunia. Di televisi kabel Amerika Serikat, puluhan saluran berada dijalur Infotainment ini mulai dari Book Channel (24 jam membedah puluhan judul buku), History Channel (khusus Sejarah), Food Channel (semua tentang makanan), Fashion Channel (dunia fashion), dan puluhan lainnya. Di saluran inilah semua format Infotainment beradu kreatifitas. Bukan hanya lewat jalur format Majalah tapi sudah masuk ke rimba Talk Show, Variety Show hingga ke Reality Show. Dan semuanya dikemas secara non-fiksi tanpa mengikuti aturan dimensi Aktual dan Faktual. Tanpa harus ada keseimbangan isi berita. Namanya saja sudah informasi, walau disajikan terlambat tetap saja sebuah informasi. Kembali ke bumi pertiwi. Ternyata pengertian format Infotainment itu bukan acara memasak atau bedah buku. Pengertian format Infotainment justru sama dengan kata Entertainment News. Dari segi rundown, artistic, scenario, editing style, dan content, tidak ada perbedaan antara Infotainment dan Entertainment News. Lihat saja gaya E News ala CNN, ada lagi Entertainment Tonight ala Fox, dan yang juga heboh The Insider model CBS. Semuanya mirip dengan Silet, Hot Shot, Kabar-Kabari dan sebangsanya. Kalaupun beda hanya sedikit yaitu Host di Infotainment Indonesia biasanya selalu muda, cantik, sensual dan berwajah “kinclong” walaupun presentasinya datar2x saja. Toh, publik menyukai isinya bukan Hostnya. Sementara di Amerika, banyak penyiar gaek yang masih bertahan dilayar kaca entertainment. Lihat saja Pat O Brien di CBS yang usianya diatas 40 tahun. Atau Dirk Clark yang usianya diatas 60 tahun tapi menjadi langganan tetap program khusus Entertainment di akhir tahun. Sambil merenung dan menulis, saya jadi berpikir. Di Indonesia, sebutan Infotainment adalah untuk Entertainment News... “Wah, kalau ditanya Rob Murray saya jawab apa ya?”. Iseng2x saya browsing ke internet. Lalu saya klik “i..n..f..o.. t..a..i.. n..m..e.. n” , entah kenapa saya lupa menambahkan huruf T diakhir kata. Lalu klik! Ya ampun, semua tulisan berita di media cetak Indonesia menggunakan kata infotainmen bukan infotainment! Nggak ada yang pakai huruf akhir T! Ditambah lagi embel2x berita dari KPI yang memasukkan Infotainmen kedalam kategori tayangan Non Faktual. Loh, ini gimana? sudah nggak pakai huruf T eh kok ya bukan faktual. Ini keluar dari ranah Entertainment News. Ini yang "linglung" siapa ya?. Kalau begitu, kalau si Rob bertanya lagi pada saya, saya jawab saja “Well, in Indonesia we say Infotainmen without ending letter T, because it's not Entertainment News. It's a Non-Factual news”. Pasti si Rob tambah bingung. Naratama Pengamat Televisi Notes: (Karena teman ini masih diluar kota dan belum bisa dihubungi untuk ditulis namanya, maka nama Rob Murray, bukan nama sebenarnya, tapi kolom tulisan ini tetap Faktual) [Non-text portions of this message have been removed]

