Komentar oleh Muhammad A S Hikam (dikutip dr
Facebook): Perkembangan
kasus Sisminbakum yang menyeret mantan Menkumham dan Mensesneg Yusril
Ihza mahendra (YIM) makin menarik. Bukan hanya karena kegaduhan publik
yang coba diciptakan oleh ybs berkenaan dengan tudingan ilegalitas
terhadap Jaksa Agung Hendarman Supandji (HS), tetapi yang lebih serius
adalah pengungkapannya menge...nai
keterlibatan SBY dan inner circlenya dalam permasalahan ini. Paling
akhir adalah pengungkapan atas keterlibatan Sudi Silalahi dan SBY
sendiri dalam upaya "menyingkirkan" YIM dari Kabinet dan dakwaan
keterlibatan dalam tindak pidana korupsi kasusu Sisminbakum tersebut.
Mengapa
saya mengatakan serius? Sebab jika publik dapat dipengaruhi oleh YIM
melalui pengungkapan-pengungkapan latarbelakang politik dari masalah
yang menimpanya, niscaya akan semakin menambah beban Pemerintah dan
juga pribadi SBY dan lingkaran dalamnya yang, pada gilirannya, akan
menganggu legitimasi politik yang semakin banyak dipertanyakan oleh
lawan-lawan politik serta sebahagian publik di negeri ini. YIM, yang
notabene pernah menduduki posisi strategis dalam Kabinet SBY, sudah
pasti memiliki banyak "kartu" dan "informasi dari dalam" yang dapat
dipergunakan untuk tawar-menawar politik atau, jika tidak diakomodasi,
membuat suasana tidak kondusif bagi elite kekuasaan yang ada.
Contoh
yang paling gres tentu adalah pengungkapannya mengenai bagaimana YIM
sejatinya telah diincar oleh SBY, Sudi, dan Hendarman untuk dijatuhkan
bahkan ketika ia masih menjabat sebagai Mensesneg. Seperti yang kita
baca dalam tautan posting ini, YIM ingin mnampilkan dirinya sebagai
pihak yang didzolimi kendati telah berjasa besar kepada SBY dan
Pemerintahannya, termasuk menjadi Ketua panitia Konferensi Asia-Afrika
pada 2005 yang dianggap sukses dan mampu mendongkrak citra Republik dan
SBy di dunia internasional! YIM terkesan ingin menampilkan sebuah
gambaran yang sangat negatif mengenai kondisi pemerintahan dan Kabinet
SBY dan, sebaliknya, menunjukkan bahwa dirinya menolak untuk terus
bergabung di dalamnya dengan meminta mundur. Dalam penuturan YIM,
sangat transparan bagaimana ketiga pihak yang bekerjasama untuk
menjatuhkan YIM kemudian saling mengingkari bahwa ada upaya tersebut,
namun YIm bergeming dengan pendapatnya.
Jika hal ini kemudian
berkembang luas dalam wacana publik dan media juga memberikan coverage
secara terus menerus dan meluas, bukan tidak mungkin pengungkapan YIM
ini akan bisa mengalahkan semua kasus yang sekarang sedang menjadi
perhatian publik, termasuk heboh tentang rekening gendut oknum Polri,
kasus tayangan porno Luna Maya, Cut Tari dan Ariel, dan kasus Susno,
Gayus, dan juga Anggodo vs KPK. Sebab, perguliran dari kasus yang
diungkapkan YIM akan sangat eksplosif bagi posisi politik Pemerintah
dan SBY yang saat ini justru sedang babak belur karena berbagai
kegagalannya dalam mengelola pemerintahan dan memberikan solusi-solusi
bagi masalah ekonomi dan kesejahteraan rakyat.
Jika parpol
pendukung pemerintahan SBY yg tergabung dalam Setgabsi tidak memahami
masalah ini, saya khawatir mereka akan semakin terpojok dan segera
mendapati diri dalam pertikaian yang lebih parah. Apalagi kalau hal ini
bergabung dengan issu reshuffle Kabinet, maka pertikaian intra koalisi
akan menemukan momentumnya yang akan dapat membuat kinerja Kabinet
benar-benara akan sangat terganggu. Hasil akhir dari semua ini tentu
sudah dibayangkan oleh YIM dan lawan politik SBY: kondisi politik yang
kacau balau dan semakin melemahnya kemampuan Kabinet dan koalisi parpol
untuk menjalankan fungsi mereka! Indonesia akan terancam menghadapi
krisis kepemimpinan dan sistem politik yang tidak kalah parahnya dengan
masa sebelum Soeharto jatuh.See MoredetikNews : Yusril Merasa Sudah Jadi
Incaran Sejak Jadi Menteri SBY www.detiknews.comYusril
Ihza Mahendra kini kena jerat hukum terkait kasus dugaan korupsi
Sisminbakum. Yusril merasa sudah jadi incaran sejak dirinya menjabat
Mensesneg dalam KIB pimpinan Presiden SBY.
[Non-text portions of this message have been removed]