elasa, 20/07/2010 15:53 WIB

          Anak Tewas Ditabrak Polisi, Warga Malang Jalan Kaki untuk Temui SBY 

        
                Dani Wisnu - detikNews
          
                
                

                
                                        

        
                
        

                        
                Jakarta
- Demi keadilan bagi sang anak, apa pun akan dilakukan oleh seorang
bapak. Demikian pula yang dilakukan oleh Indra Azwan. Pria berusia 51
tahun ini nekad jalan kaki dari Malang menuju Jakarta untuk menemui
Presiden SBY. Indra ingin meminta keadilan atas kasus anaknya yang
tewas ditabrak oknum Polri.

Ditemui
detikcom saat beristirahat di sebuah SPBU di Kota Pemalang, Jawa
Tengah, Selasa (20/7/2010), wajah Indra memang terlihat lelah. Namun di
balik itu, tersirat semangat dan kebulatan tekad untuk tetap
melanjurkan perjalanannya ke Jakarta.

"Apa pun yang terjadi saya tetap akan ke Jakarta untuk mencari keadilan atas 
kasus anak saya," ujar Indra mantap.

Pria
separuh baya ini kemudian bercerita tentang peristiwa kelam yang
dialami buah hatinya. Menurut Indra, kisah duka itu terjadi sudah
sangat lama, sekitar 17 tahun silam. Rifki, putra pertamanya yang
berusia 7 tahun, tertabrak sepeda motor yang dikemudikan seorang
anggota Polri ketika menyeberang jalan di depan rumahnya, Desa Watu
Barat, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Rifki tewas seketika.

Awalnya,
proses hukum kasus tersebut memang sempat berjalan, namun hanya sesaat.
Beberapa lama kemudian, kabar proses hukum kasus ini bagai hilang
ditelan bumi. Indra tidak pernah memperoleh kabar apa pun tentang
perkembangan proses hukum kasus ini.

"Sampai akhirnya pada tahun
2008, anggota Polri itu disidang di PN Malang. Tapi anehnya, dia
langsung divonis bebas oleh hakim," ungkap Indra dengan nada tinggi.

Indra
mengaku kesal dengan keputusan PN Malang tersebut. Dirinya merasa
diperlakukan tidak adil oleh majelis hakim yang memimpin jalannya
persidangan.

"Polisi itu sampai sekarang masih dinas di Polda Jatim," ketus Indra.

Indra
mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk memperoleh keadilan. Namun
sampai saat ini, harapan untuk mendapatkan keadilan hanya angan-angan
belaka. Sampai akhirnya dia nekat melakukan aksi jalan kaki
Malang-Jakarta untuk menemui Presiden SBY.

"Saya berharap sekali
Presiden SBY mau bertemu dan membantu rakyat kecil seperti saya mencari
keadilan," ujar pria berkacamata itu.

Saat ditemui detikcom,
Indra tampak mengenakan baju kaos putih dan bercelana loreng. Dia juga
berkalung potongan kain yang pada bagian depan tertera tulisan 'Aksi
Jalan Kaki Malang-Jakarta'. Sedangkan di bagian punggung atau
belakangnya tertera tulisa 'Korban Mafia Hukum'.

                 (djo/djo)
                



Satrio Arismunandar 

"Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan turunnya si tigawarna 
(Belanda). Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk, belumlah pekerjaan 
kita selesai! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyaknya keringat"

(Pidato Bung Karno, 17 Agustus 1950)




      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke