ASS WR WB
  SALAM PRAMUKA !
  Hari sabtu, sy pergi ke cibubur utk melihat event LT V (lomba paling 
bergengsi se-nasional) apa yg terjadi...salah satu pembina pendamping teriak 
tidak puas atas kinerja juri lt V di DEPAN MICROPHONE,sehingga saya terdecak 
kaget luarbiasa, apa yang salah dengan lomba ini....sementara wakil ketua 
kwarnas ada ditempat kejadian perkara, sungguh memilukan sungguh menyayat 
hati..apa yang salah dengan lomba ini.....tampak perpecahan saat itu juga , ada 
kubu yg pro juri dan ada kubu yg tdk pro juri.......seharusnya ini tidak 
terjadi seandainya semua pihak mempersiapkan acara ini dengan semaksimal 
mungkin...salahsatunya yg diteriakan pembina tersebut adalah keTIDAK 
PROFESIONALAN juri dalam menilai sebuah mata perlombaann.... klo boleh jujur 
,kebanyakan juri2 yg ada adalah para kakak2 yg tidak turun langsung mengajar 
pramuka penggalang baik SD maupun SMP karna mereka sibuk di racana mereka 
masing2...yg kebanyakan (walaupun tidak semua) tidak mengecap penggalang 
pasukan inti PADA
 masa PENGGALANGNYA, sehingga mekanisme penilaian yg bagaimana harus 
dilaksanakan sakan sangat minim, walaupun sdh ada penilaian bobot yg dibuat 
kwarnas tapi tentu sja tdk bisa langsung menjudge juri itu dapat mengerti 
secara maksimal, ambil contoh lomba semaphore...saya yakin tdk semua juri2 lt 5 
tsb bisa hapal semapore tapi setidaknya juri yg ditempatkan pada pos tsb 
haruslah hapal semapore walaupun dia tdk mingirim pesan karena ada penilain 
disemapore tsb salah satunya sikap/tatacara pengiriman berita, yg notabenenya 
ini hanya bisa dilakukan atau diberikan penilaian oleh juri yg biasa atau hapal 
semapore...........APA SEBAB ? karena juri2 LT V bukanlah kakak2 yg mengajar 
pramuka tingkat penggalang baik SD maupun SMP  secara langsung (terjun 
kelapangan) khususnya pramuka penggalang yg sering berlomba. sehingga bekal 
teknis kepramukaan yg tepat dan teliti tdk dipunyai oleh kakak2 tsb, yg 
akhirnya berpengaruh pada tata cara penilain pada Lomba LT V kemarin...dan  
saya juga
 minta maaaf "seharusnya pembina pendamping yg tidak puas itu" jgn mengomentari 
dgn suara di MICROPHONE karna apa ? karna akan mempengaruhi jiwa anak didik 
penggalang kita, sehingga mereka akan terpatri didlm hati mereka bahwa 
ketidakadilan di LT V tsb akan terus terjadi (judge ini TENTU SALAH) .ini tentu 
tdk baik utk jiwa perkembanagan anak didik pramuka penggalang kita. sehingga 
kita ambil kesimpUlan baik dari pihak non juri ataupun juri mari kita bersama2 
memperbaiki kekurangan2 yg ada selama ini.karna bagaimanapun juga LT V adalah 
lomba yg sangat bergengsi sehingga jangan sampai dikelola oleh org2 yg tdk 
profesioanal apalagi tdk menguasai teknis kepramukaan tingkat 
penggalang....mudah2an PRAMUKA tetap bersatu karna bukan lomba tujuan utama, 
lomba itu hanyalah alat, justru yg paling final YG akan saya kutip salahsatu 
pernytaan baden powelll "PRAMUKA ADALAH WADAH UNTUK PEMBENTUKAN WATAK DAN 
SPRITUAL" itu yg paling utama dan final mari kita membahu bersama2 memajukan
 pramuka yg kita cintai ini, SATYAKU KUDARMAKAN DARMAKU KUBAKTIKAN" wass dan 
SLAAM PRAMUKA !
   
  Asep Hen Hen Handiana
  Mantan Juri LT V 2002
  Pelatih Pasukan Gudep Basuki Rahmat 
  SLTP 66 Jakarta Selatan.

       
---------------------------------
Fussy? Opinionated? Impossible to please? Perfect.  Join Yahoo!'s user panel 
and lay it on us.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke