Salam Pramuka, Kita tidak berada di luar negeri dan sampai hari ini Gerakan Pramuka masih menganut Satuan terpisah bagi anggota putra dan anggota putri, jadi artinya TIDAK BOLEH DIGABUNG. Melakukan kegiatan bersama ya boleh-boleh saja sepanjang dalam pengawasan pembinanya masing-masing.
Kegiatan Penggalang sendiri sebenarnya BERBASIS REGU. Jadi tidak beralasan kalau anggotanya sedikit maka anggota putra dan putri digabungkan. Nomor Gugus Depan pun berbeda. Putra nomor ganjil dan puteri genap. Kita memang belakangan ini jarang menyebut nomor gudep dan lebih suka menyebut pangkalan gugus depan. Atau salah kaprah mengatakan saya anggota gudep 13-14 alih-alih gudep 13 atau gudep 14. Sebenarnya yang punya nama adalah Gugus Depan, walau lazimnya kini nama lebih dipakai oleh Ambalan. Seingat saya Gugusdepan Kota Bandung 06005 perindukannnya bernama Gajah Dungkul,pasukan Mastodon, ambalan Sapta Tri Putra dan Racana Jaka Tingkir. Pasukan 06006 adalah Alamanda, ambalannya Sapta panca putri. Nama tidak sama, karena nama berkaity dengan image/jati diri yang mau dibangun. Jadi citra putera dan puteri pasti beda berkait dengan nama yang dipilih. Hendro Prakoso --- In [email protected], "rahmat kurnia" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mungkin boleh-boleh aja kak ! kita kan dah keluar dari WAGGS (red- Girl > Guide, ejaannya bener gak ya!), di beberapa profil kepanduan luar negeri pun > saya liat di situsnya, mereka tidak membedakan putra atau putri tapi > semuanya dianggap sama. Apalagi klu misalnya anggotanya sedikit, kan > nanggung - enakan digabung (apalagi untuk dewan pasukan penggalang). > > Tetap memandu ! > Pembantu Pembina "ScoutOne's Troop" > Gudep 2029 - Pangkalan SMPN 1 Cimahi > > > [Non-text portions of this message have been removed] >

