Mas Hendro, Saya jarang berkomentar di milis ini. Hanya jadi penonton dan penikmat diskusi pramuka yang baik. Maklumlah. Meski hati dan jiwa masih selalu pramuka, karena disitulah saya mendapat banyak bekal hidup dan teknis berorganisasi yang baik, namun sehari2 saya berkutat di dunia jurnalistik.
Ijinkan saya ikut berpendapat, Tentang satuan terpisah, menurut saya, adalah satu-satunya keunggulan Gerakan Pramuka dan harus terus dipertahankan. Pembinaan pramuka putera dan puteri memang berbeda, dan memang harus dipisahkan. Ketika aktif di Pramuka Wanabhakti di tahun 80-an, di Purwokerto saat masih duduk di bangku SMA, saya adalah Ketua Satuan Putera, dan sejajar dengan itu satuan puteri juga memiliki kepengurusannya sendiri. Satuan terpisah memungkinkan aspirasi gender kaum perempuan terwakili dengan amat representatif. Meski secara struktural terpisah, dalam melaksanakan kegiatan bisa saja secara bersama-sama. Itu menariknya. Dan sebagai anggota Gudep sekolahan, saya bersekolah di SMA 2 Purwokerto, maka Ambalan kami (Garuda-Shima) juga menganut satuan terpisah. Ada Pradana (Ketua Ambalan Putera) dan ada Pradani (Ketua Ambalan Puteri) disamping Dewan Adat Putera, ada pula Dewan Adat Puteri. Begitu seterusnya. Demikian sekedar berbagi. Salam hangat ----- Original Message ----- From: rimata66 To: [email protected] Sent: Monday, July 16, 2007 7:22 PM Subject: [Pramuka] Re: tanya tentang satuan pisah & identitas gudep Salam Pramuka, Kita tidak berada di luar negeri dan sampai hari ini Gerakan Pramuka masih menganut Satuan terpisah bagi anggota putra dan anggota putri, jadi artinya TIDAK BOLEH DIGABUNG. Melakukan kegiatan bersama ya boleh-boleh saja sepanjang dalam pengawasan pembinanya masing-masing. Kegiatan Penggalang sendiri sebenarnya BERBASIS REGU. Jadi tidak beralasan kalau anggotanya sedikit maka anggota putra dan putri digabungkan. Nomor Gugus Depan pun berbeda. Putra nomor ganjil dan puteri genap. Kita memang belakangan ini jarang menyebut nomor gudep dan lebih suka menyebut pangkalan gugus depan. Atau salah kaprah mengatakan saya anggota gudep 13-14 alih-alih gudep 13 atau gudep 14. Sebenarnya yang punya nama adalah Gugus Depan, walau lazimnya kini nama lebih dipakai oleh Ambalan. Seingat saya Gugusdepan Kota Bandung 06005 perindukannnya bernama Gajah Dungkul,pasukan Mastodon, ambalan Sapta Tri Putra dan Racana Jaka Tingkir. Pasukan 06006 adalah Alamanda, ambalannya Sapta panca putri. Nama tidak sama, karena nama berkaity dengan image/jati diri yang mau dibangun. Jadi citra putera dan puteri pasti beda berkait dengan nama yang dipilih. Hendro Prakoso --- In [email protected], "rahmat kurnia" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Mungkin boleh-boleh aja kak ! kita kan dah keluar dari WAGGS (red- Girl > Guide, ejaannya bener gak ya!), di beberapa profil kepanduan luar negeri pun > saya liat di situsnya, mereka tidak membedakan putra atau putri tapi > semuanya dianggap sama. Apalagi klu misalnya anggotanya sedikit, kan > nanggung - enakan digabung (apalagi untuk dewan pasukan penggalang). > > Tetap memandu ! > Pembantu Pembina "ScoutOne's Troop" > Gudep 2029 - Pangkalan SMPN 1 Cimahi > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------------------------------------------------ No virus found in this incoming message. Checked by AVG Free Edition. Version: 7.5.476 / Virus Database: 269.10.8/904 - Release Date: 7/16/2007 5:42 PM [Non-text portions of this message have been removed]

