salam anak kelapa!
melihat perkembangan dari jauh.......tentang persiapan rainasa kayake seru 
juga, apalagi kalo dapat kabar temen-temen DKD n DKN nan jauh disana yang tak 
henti-henti berseteru dengan kwartir, coz kakak-kakak qt yang di kwartir juga 
pengen dapat proyek bahkan ada juga yang Dewan Kerja dijadikan "kambing conge" 
alias "bengong only",  so gmn mo berkembang to yang namanya anak 
kelapa???????????????????? so saya mengharap kepada kakak-kakak andalan, 
dimohon dengan sangat.......berikan kesempatan kepada para Dewan Kerja untuk 
mengeksplorasi diri agar lebih berkembang dan terarah sehingga kumpulan anak 
kelapa betul-betul subur "yang dimanapun mereka ada tumbuh kokoh, kuat dan 
berwibawa".
so kepada para purna Dewan Kerja baik DKN, DKD, DKC maupun DKR termasuk saya 
kali ye......mari berperan aktif dalam membangun potensi kaderisasi ini,   
pokoke salam anak kelapa,,,,,salam PRAMUKA.  
MERDEKAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

Farli Elnumeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                             
Sebenarnya saya nggak mau nanggapi hal ini, Cuma tadinya berharap mau
 tahu Kak Impessa itu apa nama asli atau bukan.ternyata nama asli ya..wah
 hebat orang tuanya ngasih nama..semoga orangnya sesuai dengan harapan
 orang tuanya.
  
 Btw, kalau Raimuna nasional 2003 (sori, Raimuna Nasional itu nggak bisa
 di gabung jadi Rainas, berhubung Raimuna itu gabungan 2 suku kata,
 begitu kata teman-teman di Papua) laporan kegiatannya sudah ada kok di
 DKN, waktu itu pas akhir periode tahun 2003, teman-teman dari Yogya
 sudah menyerahkan. Lumayan tebal laporannya. Dan oleh teman-teman di DKN
 sekarang seingat saya tahu kok buku laporan itu. Jadi, soal
 arsip-mengarsip sebenarnya sudah lumayan rapi waktu itu, mungkin karena
 ruangan DKN nya pindah, bisa jadi ada yang tercecer.
  
 Nah, kalau soal persiapan Raimuna sekarang, saya pribadi nggak
 berkompeten menjelaskan, maklum tidak terlibat sebagai panitia
 penyelenggara, jadi kalau berkomentar malah nggak sesuai dengan apa yang
 terjadi lagi. Yang terpenting sebenarnya, bagaimana para Penegak dan
 anggota dewasa muda Jakarta dapat berperan aktif sebagai panitia
 pelaksana sehingga Raimuna nya berjalan dengan baik.
  
 Buat saya sih, pas Raimuna bisa ngumpul dengan teman-teman segenerasi
 sih sudah senang banget he he he..Selamat ber-Raimuna ya. 
  
 Farli Elnumeri
  
 -----Original Message-----
 From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
 Of Rusdiansyah Kotto
 Sent: 23 Mei 2008 21:39
 To: [email protected]
 Subject: Re: Bls: [Pramuka] rainas
  
 *                            Salam Pramuka...
 
 Wah... seru juga neh perdebatan seputar persiapan rainas 2008.
 Kalo boleh saya juga mo ikutan kasih komentar y...
 1. Saya setuju banget dengan kak farly yang punya pengalaman banyak
 seputar Raimuna., terutama Rainas 2003 di Jogja. Memamng benar dominasi
 purna sangat jelas terasa dalam penyelenggaraan penyelenggaraan Rainas
 2003, tapi perlu juga kakak ingat bahwa salah satu kelemahan SDM kita
 adalah kurang pandai membuat laporan evaluasi kegiatan. Kalau tidak
 salah dengar dari salah seorang purna DKN periode kak farly bilang bahwa
 Panlak Rianas 2003 tidak menyerahkan laporan evaluasi kegiatan. Lantas
 bagaimana Raimuna tahun ini bisa berjalan lebih baik jika patokan lebih
 baik dari.... -nya tidak ada. Contoh ringan, seharusnya masing panitia
 memiliki buku agenda yang berisikan berita acara selama kegiatan
 berlangsung yang nantinya dapat dijadikan sebagai salah satu bahan
 evaluasi kegiatan. Jika saja manajemen kearsipan laporan kegiatan kita
 sudah baik. tentu kita perlu belajar dari nol kembali setiap kali
 melakukan kegiatan yang sama. Apa lagi kegiatan Rainas yang
 momentnya 5 tahun sekali. 
 Jadi harusnya kita bersyukur jika ada pihak purna atau pun orang dewasa
 yang mau memularkan sedikit pengalamannya dalam mengelola kegiatan
 Rainas.
 
 2. Saya juga setuju dengan kak Impesa. bahwa kegiatan TD itu "dari,
 oleh, untuk TD itu sendiri" lengkapnya di bawah bimbingan orang dewasa.
 Namun perlu juga kita ingat bahwa kata mbah "BP" pemilik nama Impeesa
 jg, mengatakan bahwa "scout is not science" yang tidak diperoleh dari
 kursi pendidikan formal maupun non formal. Definisi saya scout is
 experience... Karna kepramukaan itu adalah pengalaman maka kita
 sebenarnya sangat ketergantungan terhadap orang dewasa yang tentunya
 sudah mengecap asam garam kehidupan lebih dahulu kepada kita. Dan kita
 harusnya menyerap semua pengalaman yang mereka tularkan kepada kita.
 Tentang bagaimana proses penularannya dan pengalaman yang mana yang
 harus akan kita serap itulah yang harusnya kita bahas bersama-sama. 
 
 3. Demikian juga halnya denganKak Dedi Wibowo... saya sangat setuju
 dengan proses penularan pengalaman yang kakak lakukan, nmun akan lebih
 baik lagi jika kakak menerapkan dengan tiga prinsip among. Ing ngarso
 sung tulodo, Ing madyo mangun karso, Tut wuri handayani. Menurut saya
 untuk golongan TD prinsip yang terakhir perlu didahulukan, sebab konsep
 kegiatan TD saat ini yang sering terlupakan adalah kegiatan
 "Managerial". Oleh sebab itu baiknya kita secepatnya menyiapkan kader
 pengganti kita agar regenerasi dalam tubuh Gerakan Pramuka dapat
 berjalan dengan sempurna karena yang lebih menguasai zaman saat ini
 adalah pemuda2 yang lahir di zaman ini.
 
 Mohon maaf jika ada kalimat yang kurang berkenan...
 Kalo boleh saya ingin mengutip kalimat yang sering diucapkan Dorce
 sebagai kalimat penutup. "Kesempurnaan hanya milik Tuhan" (meski
 demikian, marilah kita berlomba untuk mendekati kesempurnaan itu....)
 
 Wassalam,
 
 Popoy
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                                       

       
---------------------------------
 Yahoo! Toolbar kini dilengkapi dengan Search Assist.   Download sekarang juga.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke