SERAGAM PRAMUKA
Itu Bagus, PERBEDAAN PADA TUTUP KEPALA SAJA. walaupun saya yakin, banyak yang 
tidak setuju. 
 
MASALAH PAKAIAN SERAGAM MEMANG BERSEJARAH, TETAPI HARUS DIINGAT BAHWA SETIAP 
GENERASI BOLEH MEMBUAT SEJARAHNYA SENDIRI, BUKAN HANYA GOLONGAN TUA SAJA 
YANG BISA DAN BOLEH MEMBUAT SEJARAH.
 
Kelesuan akibat pakaian seragam secara psikologis memang ada. 
 
Contoh, dari Siaga ke Penggalang - ke Penegak - ke Pandega bahkan sampai ke 
Pembina Warna dan setangan lehernya sama. Hasil pengamatan saya Pramuka yang 
giat di Penggalang sudah tidak mau lagi jadi Penegak, Pramuka yang giat di 
Penegak sedikit sekali yang mau jadi Pandega, dan anehnya dari sekian jenjang 
JARANG SEKALI YANG MAU JADI PEMBINA. ADA KEJENUHAN pada PAKAIAN SERAGAM???
 
Di Negera lain ada perbedaan warna seragam dari S, G, T, dan D, sehingga 
PAKAIAN PUN PERLU ADA TANTANGAN. 
 
TAPI SEMUANYA TERSERAH PADA KESEPAKATAN BERSAMA. PERLU DIINGAT BAHWA SELERA 
PAKAIAN TIDAK MUNGKIN DIPUTUSKAN SECARA DEMOKRATIS, LEBIH-LEBIH MELALUI VOTING. 
SEMUA ADA SELERANYA.
 
PR BUAT Generasi muda Pramuka. 
 


--- On Sat, 7/5/08, Hendri Kusyansyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Hendri Kusyansyah <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Pramuka] Seragam Kamabinas?
To: [email protected]
Date: Saturday, July 5, 2008, 7:42 AM






(+)
keren, selalu membawa perubahan, dulu kayaknya setangan leher..
lebih gagah kalo pembina juga pake baret tuh, terlihat semangat muda..

(-)
kelihatan semua tidak sama ditangan hukum, kalau kamabinas gak papa tidak 
ngikut aturan yang ada..

wacana aja:
gimana kalau penutup kepala tiap gudep pake gaya masing-masing sesuai dengan 
adat gudepnya, adatnya juga disesuaikan dengan pangkalannya. . jadi kalau 
raimuna bener-bener kayak pertemuan antar suku, karena yang sesuai adat 
masing-masing cuma penutup kepala ya jadinya bener-bener pertemuan kepala 
suku.. 
kan keren.. 

[Non-text portions of this message have been removed]

 














      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke