Wah.sama dong Kak Kukuh, saya masuk ke penegak malah terlambat..pas mau kelas 2 SMA baru masuk ke Penegak.lebih enak Penggalang, karena saya lihat waktu itu Penegak kerjaannya rapat melulu.kalau Penggalang, sering lomba terus, jadi jalan-jalan terus.makanya terlambat jadi penegaknya.. tapi gudep saya berpangkalan di sekolah loh..rasanya cuek aja waktu itu.kalau dibilang malu bercelana pendek, kalau sekarang trendnya bapak-bapak hobi bercelana pendek malah he he he.. Farli Elnumeri -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Kukuh Hadianto Sent: 06 Agustus 2008 18:33 To: [email protected] Subject: Re: [Pramuka] Resiko membina Ambalan berpangkalan di sekolah :)
saya dulu kelas 1 sma masih penggalang kak ..... juga ada rekan saya yang mengalami hal yang sama. sampai sempat ikut lomba penggalang yang diselenggarakan oleh sma saya sendiri, dan baik2 saja tuh.... karena saya masuk di gudep umum, bukan gudep sekolah *_^ namun hal ini juga bisa menjadi masalah untuk peserta didik yang malu karena sudah masuk smu "koq masih penggalang" tapi bagaimanapun juga hal itu terserah pembinanya masing-masing, apakah peserta didik tersebut "sudah layak" secara psikologi, kalau sudah "mampu" kenapa tidak dinaikkan ke tingkat selanjutnya -kukuh- 2008/7/31 rimata66 <[EMAIL PROTECTED] <mailto:rimata66%40yahoo.com> com> > > Salam Pramuka, > > Tahun ini sya terjun lagi secara langsung membina Penegak, setelah > vakum lama setelah terakhir membina Pandega. Kebetulan ada peluang > untuk membaktikan diri lagi di jajaran terdepan. > > Romantika mendekati remaja usia Penegak ternyata tidak berubah banyak. > Mereka tetap sama. Kita tinggal mau tahu dan peduli background dan > alam pikir mereka yang tentunya cerminan hidup sosial kini. > > Sampai hari ini sudah ada 14 Tamu Ambalan baru bergabung di Ambalan > saya. Yang mengejutkan adalah bahwa setengahnya ternyata belum > berulangtahun ke 15. Alias sebenarnya masih Penggalang ! > > Saya sekarang sedang meraba-raba juga bagaimana baiknya. Yang ideal > adalah tentunya membentuk Pasukan Penggalang. Namun, "image" yang > terbentuk adalah Penggalang itu kan waktu SMP. "Saya kan sekarang > sudah SMA." > > Saya memutuskan bergerak hati-hati, karena sayang juga minat > ber-pramuka mereka patah karena tindakan yang tidak bijaksana. Saya > harus melakukan pendekatan dulu ...... > > ========= > > Inilah resikonya kalau ambalan berpangkalan di sekolah. Pembatasan > usia menjadi masalah. > > Tampaknya saya harus kampanye lebih keras agar Kwarnas mau mengubah > Penegak dari Rover Programme ke Venture Programme yang di beberapa > negara memang untuk usia 14 - 17 tahun. > > Rover biarlah disetarakan dengan Pandega (usia mahasiswa). > > Sebagai catatan buat kakak, kenapa siswa kelas X (1 SMA )makin muda ? > Karena SMP sekarang punya kelas akselerasi. Jika masuk kelas 1 SMP d > usia 11/12 tahun maka wajar saat lulus SMA mereka masih berusia 14 > tahun ........ > > Ada komentar atau pengalaman serupa ? > > Terimakasih > > Hendro Prakoso > > > > -- Kukuh Hadianto BPMIGAS Patra Office Tower 21st floor Wing 1 Jend. Gatot Subroto Kav 32-34 Jakarta 12950 [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

