Salam Pramuka,
Jika Jambore ASEAN sukses, maka saya ucapkan selamat.
Jika Jambore Cabang Kota Bandung dipandang tidak, silakan salahkan saya sebagai
Ketua Panitianya. Jika ada yang mau mengeritik dan memberi masukan, saya
persilakan mengirimkan ke email saya. Dengan demikian saya harapkan diskusi
tentang Jambore Cabang Kota Bandung bisa diakhiri.
Buat saya pribadi ada dua catatan yang penting karena ini berkaitan dengan
tertib administrasi Kwartir Nasional.
1. Perekrutan panitia Jambore ASEAN sama sekali tidak didahului pemberitahuan
baik kepada Kwartir Daerah atau Kwartir Cabangnya. Pada prinsipnya, tentu saja
kami berterimakasih ada warga Kwarcab kami yang dipandang mampu dan diikutkan
jadi panitia, tetapi hendaknya rekrut panitia tidak mem-by pass
kwartir-kwartir. Kami selalu ingin berbaik sangka bahwa rekrut panitia berdasar
kompetensi, bukan karena kedekatan personal dengan pribadi-pribadi yang sedang
menjabat di Kwarnas.
2. Di Jambore ASEAN kemarin ternyata ada 1 regu yang ikut serta yang berada di
luar kontingen Kwartir Daerahnya. Regu itu konon hadir atas undangan Kwartir
Nasional. Tentu saja Kwartir Nasional punya hak untuk mengundang secara khusus
langsung ke gugusdepan bila ada alasan mendasarinya.
(Masalahnya banyak juga adik-adik yang ingin ikut tapi tidak terbawa, sehingga
sangat tidak "fair" jika ada Pramuka Penggalang lain yang bisa ikut lewat jalur
"khusus.")
Yang jadi soal bahwa undangan tersebut tidak diikuti surat pemberitahuan ke
Kwartir Daerah dan Kwartir Cabang yang bersangkutan. Gugus Depan pun tidak
memberitahu kepada Kwarcab dan Kwarda. Hal ini saya pandang merupakan kelalaian
Kwartir Nasional yang sangat prinsip.Gudep barangkali tidak terlalu paham
administrasi, tapi pemaafan tentu saja tidak bisa diberikan pada lembaga
Kwarnas yang seharusnya tahu bahwa hal ini harus dilakukan.
Saya melihat bahwa hal-hal semacam ini di Kwarnas periode sekarang seringkali
terabaikan. Tentu saja implikasinya sangat terasa oleh kami di daerah.
Catatan lain adalah bahwa persiapan Jambore ini kurang mantap. Hal ini terbukti
dengan lambatnya informasi ke daerah-daerah mengenai kegiatan ini. Hal ini
berakibat kami tidak optimal menyiapkan, apalagi kuotanya tidak jelas untuk
tiap kwarda. Cukup banyak adik-adik yang kecewa ketika tahu tidak bisa ikut. Di
Jawa Barat saja misalnya mula-mula peserta hanya terkuotakan putri, dan di
hari-hari terakhir (menjelang libur lebaran) baru ada berita peserta putra juga
bisa ikut. Kasihan adik-adik putra tidak mendapat peluang yang sama untuk ikut
serta.
Saya tidak berkomentar tentang kegiatannya karena memang tidak menyaksikan dan
liputan juga terbatas. Di koran kompas, saya sempat temukan foto kegiatan ini.
Semoga ini jadi bahan buat perbaikan.
Selamat. Maaf jika tidak berkenan.
Hendro Prakoso