Salam Pramuka,
Ada satu yang tidak saya sukai dari posting seputar Musppanitera dan DKN, yaitu
informasi yang diungkap yang tidak lengkap.
Kalau saya analisis maka :
1. Ada sesuatu yang diperbuat Sdr. Irwan di Musppanitera Nasional ..... tapi
entah apa itu.
2. Keterpilihan seseorang jadi Ketua DKN dijadikan pembenaran keberhasilan DKn
yang lalu. Saya kira logika ini tidak tepat.
3. Peristiwa pemberhentian sejumlah anggota DKN di masa Rio tetap tidak
terungkap dengan jelas sebenarnya duduk perkaranya. Tolong dong teman-temannya
Rio memberi penjelasan karena Rio tidak kunjung juga mau bicara. Hal ini justru
membuat io seolah-olah yang bersalah.
4. Mandat dipertanyakan. Tampaknya ini tidak penting ya selama ini ? Bukankah
Wakil Ketua DKN Rio sebelum perubahan pengurus juga tidak pernah dapat mandat
dari Kwarcabnya, bahkan Kwarcabnya kaget ketika tahu ia terpilih jadi Wakil
Ketua ?
Administrasi Kwarnas jelas awut-awutan.
Pertanyaan saya saja tentang keikutsertaan regu langsung dari gudep di jambore
ASEAN saja tidak ada keterangan hingga kini.
Di atas itu semua, kemelut ini menjadi sangat memprihatinkan. Kwarnas sebagai
lembaga induk tampaknya yang harus ditanya, bagaimana Kwarnas membina DKN ?
Tidak ada upaya untuk menengahi atau meluruskan, sehingga masihkah DKN
merupakan wadah pembinaan di mata Kwarnas ? Betul, bahwa sebaiknya masalah
diselesaikan sendiri tapi sudah jelas internal DKN tidak mampu membenahi, jadi
Kwarnas lah yang harus berbuat.
Barangkali anggota milis yang masih warga Kwarnas bisa menjelaskan
Semoga soal administrasi ini jadi catatan buat Kwarnas akan datang di Renjanya.
Buat saya ini nilai merah.
Hendro Prakoso
.
[Non-text portions of this message have been removed]