Rio meratapi kekalahan ? Apa lagi yang terjadi ? Bisakah ada yang menceritakan apa saja yang terjadi Musppanitera Nasional kemarin ?
Hendro --- On Wed, 12/17/08, Faisal Rinaldi <[email protected]> wrote: From: Faisal Rinaldi <[email protected]> Subject: Balasan: [Pramuka] Seputar Musppanitera dan DKN To: [email protected] Date: Wednesday, December 17, 2008, 4:44 AM Salam Pramuka, saya sependapat dengan k hendrik, rupanya banyak pertanyaan yg harus dijawab di bawah ini, makanya k kita harus memperbaiki sistem yg ada dan mengingatkannya dan kunci terakhir menurut saya seorang Rio Ashadi harus bicara apa mungkin dia sedang meratapi kekalahannya x ya....... sehingga berkelarutan dan berkepanjangan sampai saat ini....... berlapang dada dan bermusyawarah dengan orang yg mungkin disakiti.... ... se lg bersama2 di DKN. untuk ketua DKN terpilih bukan hasil temen2 DKN tapi kegarahan temen2 DKD melihat kepemimpinan yg ada......... . ayolah di selesaikan masalahnya kan udh g DKN lg (PENSIUN NIH).... Trims hendrik manix <rimat...@yahoo. com> wrote: Salam Pramuka, Ada satu yang tidak saya sukai dari posting seputar Musppanitera dan DKN, yaitu informasi yang diungkap yang tidak lengkap. Kalau saya analisis maka : 1. Ada sesuatu yang diperbuat Sdr. Irwan di Musppanitera Nasional ..... tapi entah apa itu. 2. Keterpilihan seseorang jadi Ketua DKN dijadikan pembenaran keberhasilan DKn yang lalu. Saya kira logika ini tidak tepat. 3. Peristiwa pemberhentian sejumlah anggota DKN di masa Rio tetap tidak terungkap dengan jelas sebenarnya duduk perkaranya. Tolong dong teman-temannya Rio memberi penjelasan karena Rio tidak kunjung juga mau bicara. Hal ini justru membuat io seolah-olah yang bersalah. 4. Mandat dipertanyakan. Tampaknya ini tidak penting ya selama ini ? Bukankah Wakil Ketua DKN Rio sebelum perubahan pengurus juga tidak pernah dapat mandat dari Kwarcabnya, bahkan Kwarcabnya kaget ketika tahu ia terpilih jadi Wakil Ketua ? Administrasi Kwarnas jelas awut-awutan. Pertanyaan saya saja tentang keikutsertaan regu langsung dari gudep di jambore ASEAN saja tidak ada keterangan hingga kini. Di atas itu semua, kemelut ini menjadi sangat memprihatinkan. Kwarnas sebagai lembaga induk tampaknya yang harus ditanya, bagaimana Kwarnas membina DKN ? Tidak ada upaya untuk menengahi atau meluruskan, sehingga masihkah DKN merupakan wadah pembinaan di mata Kwarnas ? Betul, bahwa sebaiknya masalah diselesaikan sendiri tapi sudah jelas internal DKN tidak mampu membenahi, jadi Kwarnas lah yang harus berbuat. Barangkali anggota milis yang masih warga Kwarnas bisa menjelaskan Semoga soal administrasi ini jadi catatan buat Kwarnas akan datang di Renjanya. Buat saya ini nilai merah. Hendro Prakoso .. [Non-text portions of this message have been removed] ------------ --------- --------- --- Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

