Kakak
Obyektif Diklat ini apa ya ? apalagi berlangsung hanya 3 hari, soalnya kalau mengacu kepada konsep Tanda Kecakapan, "Diklat" untuk kenaikan tingkat ini adalah dalam bentuk latihan rutin setiap minggu dan kualifikasi nya adalah syarat dalam SKU. Sehingga walaupun mudah, namun menuntut konsistensi dan sudah dirancang cukup menantang bagi peserta didik. Tinggal bagaimana Pembinanya bisa merancang kegiatan menjadi cukup menarik. Kemudian untuk Terap.biasanya tidak langsung ke Bantara, melainkan melewati proses menjadi "Tamu" dan "Penegak Calon Bantara". Konsep Kepenegakkan berbeda dengan penggalang yang menganut asas Pembina masih menjadi sentral walaupun peserta didik sudah diberikan kesempatan menyiapkan kegiatan (atau sering disebut "ing madyo mangun Karso"). Dalam dunia Penegak, Pembina hanya "tut wuri handayani". Pembina tidak merancang kegiatan Penegak, termasuk kenaikan tingkat ke Bantara. Penegak sendirilah yang merancang, dalam konsep Dewan Ambalan, Dewan Kehormatan, Pemangku Adat dsb. Pembina lebih bersifat memagari jika peserta didik keluar pagar atau mendorong jika peserta didik membutuhkannya . Mohon maaf jika saya salah Salam Pramuka Dedi Wibowo From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of a_wibowo76 Sent: Tuesday, February 03, 2009 10:10 PM To: [email protected] Subject: [Pramuka] SALAM PRAMUKA! kakak-kakaku yang saya hormati, bulan ini sekolah kami mau mengadakan DIKLAT Kenaikan Tingkat Penggalang Ramu ke Rakit, Penggalang Rkit ke Terap dan Terap ke Bantara. saya mohon masukanya dari semua tentang agenda kegiatan yang akan dilaksanakan, sebaiknya bagaimana? dan klo bisa saya minta contoh Agenda Kegiatan untuk DIKLAT. sebelumnya thank'S Oh Ya Acaranya Tanggal 20 - 22 Februari. saya tunggu masukannya. thank'Z [Non-text portions of this message have been removed]

