ups.. maaf ada yang sedikit keliru... upacara alih golongan biasanya disebut juga upacara penerimaan tamu ambalan... sembolisasi upacara tersebut menegaskan bahwa peserta didik saat itu telah diterima sebagai seorang tamu ambalan.
widhi --- In [email protected], "widhi_art" <widhi_...@...> wrote: > > salam pramuka kak.. > > menambah sedikit dari yang disampikan kak dedi, tentang proses dari > terap ke bantara.. > bahasa yang lebih mudah adalah peralihan golongan dari penggalang ke > penegak kak...(terlepas seorang penggalang itu sudah terap atau belum, > kalo usianya sudah masuk usia penegak maka otomatis dia harus > melepaskan diri dari golongan penggalang masuk pada golongan penegak). > > ini sedikit gambaran untuk proses alih golongan yang pernah saya alami... > proses alih golongan diselenggarakan dalam sebuah upacara sederhana > dalam latihan biasa(upacara ini biasanya disiapkan oleh Dewan > Ambalan), dalam upacara tersebut pembina penggalang membawa peserta > didik yang akan beralih golongan,menghadap pembina penegak dan > terjadilah dialog antara pembina penggalang - pembina penegak sebagai > proses serah terima... > > kemudian pembina penegak menyatakan menerima peserta didik tersebut, > biasanya ditandai dengan simbolisasi- misal:peserta didik > diperintahkan melompati tali yang memisahkan mereka dan pembina > penggalang serta teman2 penggalangnya (bisa diwakili dewan pasukan > penggalang), menuju ke arah seberang tali dimana pembina penegak dan > dewan ambalan serta penegak lainnya berada. kemudian pembina > penggalang beserta dewan pasukan meninggalkan tempat.... > sembolisasi upacara tersebut menegaskan bahwa peserta didik saat itu > telah memasuki masa sebagai seorang calon penegak. > > kemudian upacara dilanjutkan dengan wejangan dari pembina penegak- > bisa dengan menerangkan / memaknai simbolisasi upacara yang baru saja > dijalaninya, dan menegaskan bawa saat itu dia bukan lagi seorang > anak-anak yang beranjak remaja namun seorang remaja yang telah > memasuki tahap dewasa dan lain sebagainya...setelah itu upacara > selesai, dilanjutkan dengan latihan seperti biasa... > > sedangkan untuk diklat bagi calon penegak disebut ODT (Orientasi Dasar > Kepenegakan), materi yang disajikan selain materi dasar kepramukaan > secara umum juga materi tentang kepenegakan yang mengacu polbin T/D > (teknisnya sih biasanya materi tentang Ambalan, Satuan Karya & Dewan > Kerja)..waktu 3 hari untuk ODT saya kira sangat cukup dan memungkinkan > untuk ditambah dengan kegiatan out dor... > oya bukan berarti setelah ODT seorang calon penegak bisa dilantik > menjadi penegak bantara,untuk menjadi penegak bantara tentunya harus > melalui uji SKU terlebih dahulu dan biasanya setiap ambalan menerapkan > adat tertentu untuk tahapan seorang calon penegak menjadi penegak > bantara... > > satu lagi, SKU adalah salah satu perangkat terpenting dalam pembinaan > seorang peserta didik dalam GP...mungkin pelaksanaan ujiannya bisa > berombongan namun hasil akhirnya - untuk didapatkan seorang bantara > yang benar2 berkualitas pembina penegak harus mengetahui dengan pasti > kelayakan dari setiap calon yang akan dilantiknya... > > sekedar contoh untuk tidak ditiru, pernah terjadi di sebuah gugus > depan yang berpangkalan di sekolah,setelah diklat, dilakukan > pelantikan bantara secara massal (satu kelas)...tentu saja kualitas > bantara tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan... > demikian kakak mohon dibenarkan kalo yang saya sampaikan kurang tepat > hehehe...moga bermanfaat, dan maaf untuk diklat yang berkaitan dengan > dunia penggalang saya kurang faham sebab tidak pernah merasakan dan > mengalami indahnya dunia penggalang.... > > salam pramuka > > widhi > > --- In [email protected], "Dedi Wibowo" <dedi@> wrote: > > > > Kakak > > > > > > > > Obyektif Diklat ini apa ya ? apalagi berlangsung hanya 3 hari, soalnya > > kalau mengacu kepada konsep Tanda Kecakapan, "Diklat" untuk kenaikan > tingkat > > ini adalah dalam bentuk latihan rutin setiap minggu dan kualifikasi nya > > adalah syarat dalam SKU. Sehingga walaupun mudah, namun menuntut > konsistensi > > dan sudah dirancang cukup menantang bagi peserta didik. Tinggal > bagaimana > > Pembinanya bisa merancang kegiatan menjadi cukup menarik. > > > > > > > > Kemudian untuk Terap.biasanya tidak langsung ke Bantara, melainkan > melewati > > proses menjadi "Tamu" dan "Penegak Calon Bantara". Konsep Kepenegakkan > > berbeda dengan penggalang yang menganut asas Pembina masih menjadi > sentral > > walaupun peserta didik sudah diberikan kesempatan menyiapkan > kegiatan (atau > > sering disebut "ing madyo mangun Karso"). Dalam dunia Penegak, > Pembina hanya > > "tut wuri handayani". Pembina tidak merancang kegiatan Penegak, termasuk > > kenaikan tingkat ke Bantara. Penegak sendirilah yang merancang, > dalam konsep > > Dewan Ambalan, Dewan Kehormatan, Pemangku Adat dsb. Pembina lebih > bersifat > > memagari jika peserta didik keluar pagar atau mendorong jika peserta > didik > > membutuhkannya . > > > > > > > > Mohon maaf jika saya salah > > > > > > > > Salam Pramuka > > > > > > > > > > > > Dedi Wibowo > > > > > > > > From: [email protected] [mailto:[email protected]] On > Behalf Of > > a_wibowo76 > > Sent: Tuesday, February 03, 2009 10:10 PM > > To: [email protected] > > Subject: [Pramuka] SALAM PRAMUKA! > > > > > > > > kakak-kakaku yang saya hormati, > > bulan ini sekolah kami mau mengadakan DIKLAT Kenaikan Tingkat > > Penggalang Ramu ke Rakit, Penggalang Rkit ke Terap dan Terap ke Bantara. > > saya mohon masukanya dari semua tentang agenda kegiatan yang akan > > dilaksanakan, sebaiknya bagaimana? > > dan klo bisa saya minta contoh Agenda Kegiatan untuk DIKLAT. sebelumnya > > thank'S > > Oh Ya Acaranya Tanggal 20 - 22 Februari. > > > > saya tunggu masukannya. thank'Z > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > >

