Dasar kepanduan adalah kesukarelaan untuk ikut.
Kalau tidak, bagaimana kita bisa berharap seseorang mau mengikat dirinya dengan 
janji ?

--- On Wed, 1/20/10, ardhie.pradana <[email protected]> wrote:

From: ardhie.pradana <[email protected]>
Subject: RE: [Pramuka] Gudep Syailendra
To: [email protected]
Date: Wednesday, January 20, 2010, 12:28 AM







 



  


    
      
      
      Bagus tuh .maunya semua SMP dan SD dinegeri ini wajib ikut ekstra 
pramuka,.



_____  



From: pram...@yahoogroups .com [mailto:pram...@yahoogroups .com] On Behalf Of

Hendrik

Sent: 10 Januari 2010 10:41

To: pram...@yahoogroups .com

Subject: [Pramuka] Gudep Syailendra



Senangnya mendengar masih ada gudep berbasis teritorial.



Kalau gudepnya Kak Azis Saleh masih ada ?



============ =



Gudep Syailendra Berbasis Masyarakat PDF Cetak E-mail



Wakil Ketua Mabigus Ka Ibnu Kartiko menjelaskan "selama ini tidak ada

masalah dengan kwartir baik Kwartir Ranting sampai Kwartir Nasional hanya

saja dengan niat baik Departemen Pendidikan dalam hal ini Dinas Pendidikan

mengundang sekolah untuk suatu kegiatan pramuka yang terminologinya bukan

terminologi pramuka, dan akhirnya membuat letupan-letupan sekolah untuk

membentuk gugus depan berbasis sekolah. Dari lingkungan Sekolah Dasar

Yapenka pada tahun 1967 dan awal berdirinya SMP Negeri Filial 11 mulai

mengadakan latihan kepramukaan bergabung dengan TNI Angkatan Laut yang

berada tidak jauh dari sekolah Yapenka dan SMP Negeri Filial 11 Cipete

Jakarta Selatan.



Atas inisiatif siswa, guru, masyarakat sekitar Cipete Jakarta selatan dan

perkembangan peserta latihan pramuka yang cukup besar, mulailah peresmian

Gugus Depan Syailendra Tanggal 10 April 1969 bertempat di SMP Negeri 68

Jakarta Selatan (dahulu SMPN Filial 11) gugus depan yang pernah meraih

predikat gugus depan tergiat tingkat Kwartir Daerah DKI Jakarta tahun 1999

memang tidak bergerak seleruhnya dari masyarakat akan tetapi dari

penggabungan murid-murid SD Yapenka, SMP Yapenka, SD Al Ikhlas, SMP Al

Ikhlas, SMP Al ikhlas, SMA Negeri dan swasta di sekitar Cipete dan sekitar

Jakarta.



Mereka ikut secara sukarela tetapi ada beberapa siswa SD dan SMP kelas 1

yang diwajibkan mengikuti latihan pramuka oleh kepala sekolahnya di gugus

depan Syailendra sebagai perkenalan, diharapkan pada kelas dua atau kelas

tiga mereka yang ikut latihan pramuka memang mereka yang benar-benar suka

dan rela sesuai dengan prinsip dasar kepramukaan dunia yaitu "Suka dan Rela"



Sejalan dengan perkembangan wilayah serta perkembangan peserta didik yang

sekolah di daerah lain dan mengikuti kegiatan pramuka disekolahnya, Menurut

Ka Pia Sejati Pembina putri gugus depan Syailendra "Kami berusaha tetap

berdiri sebagai gugus depan umum dilingkungan masyarakat Cipete dengan

menggabungkan empat sekolah yang lokasi sekolahnya berdekatan (menempel)

salah satu tujuannya agar tidak timbul kecemburuan sosial antara sekolah

negeri dan sekolah swasta, dan tidak terjadi tawuran antar pelajar,

alhamdulillah sampai saat ini belum pernah terjadi" katanya tegas.



"Majelis pembimbing gugus depan Syailendra sampai saat ini masih di jabat

oleh masyarakat sekitar Cipete sedangkan pembina gugus depan dibantu oleh

empat orang kepala sekolah sebagai pembina gugus depan yang membawahi

sekolah-sekolah, serta para orang tua murid dan komite sekolah yang ikut

dalam kepengurusan gugus depan Syailendra, memang gugus depan kita ini unik

lain dari pada yang lain namanya juga gugus depan umum" kata ka Pia Sejati

menambahkan.



Oleh karena itu saran saya kepada Departemen pendidikan melalui Dinas

Pendidikan untuk tetap memberikan dukungan bagi perkembangan pramuka

disekolah yang tetap menggunakan terminology pramuka tanpa harus

menghilangkan konsep gugus depan yang berbasis masyarakat atau gugus depan

wilayah" katanya. Gugus depan yang sebentar lagi genap berusia 36 tahun ini

juga mempunyai satu wadah untuk menjembatani mereka-mereka yang tidak dapat

aktif dalam kegiatan pramuka di gugus depan karena keterbatasan waktu atau

tempat kerja yang cukup jauh yaitu Ikatan Kerabat Syailendra (IKS). Wadah

ini memberikan peluang mereka yang tidak aktif lagi untuk membantu

perkembangan gugus depan syailendra yang dilakukan dalm kurun waktu 1 tahun

sekali atau 6 bulan sekali.



======

Latar belakang berdirinya Gugusdepan Syailendra



Bermula sekitar tahun 1967, beberapa pengajar di SMP Negeri 68 yang pada

waktu itu masih filial dari SMPN 11, bersama siswa-siswinya berinisiatif

melaksanakan latihan kepramukaan. Dua tahun kemudian, 10 April 1969 secara

resmi sebuah gugusdepan berdiri di SMPN 68 dengan nama Gugusdepan Syailendra

dengan nomor 6121 dan 6122 yang diambil dari nomor Gugusdepan Tarumanegara

sebagai tempat pertama kali Pramuka SMPN 68 berlatih yang saat itu sudah

tidak aktif lagi.



Beranjak dari hari bersejarah tersebut, gugusdepan mulai menghimpun anggota

yang pada mulanya hanya terdiri dari pembina yang berasal dari guru-guru

SMPN 68, pembina eks-Gudep Tarumanegara dan anggota penggalang siswa-siswi

SMPN 68. Sejak tahun 1974 SD Yapenka tergabung dalam wadah pembinaan

kepramukaan Syailendra sehingga melengkapi unsur peserta didik yakni

golongan Siaga. Selanjutnya pada tahun 1981 SD Islam Al-Ikhlas pun turut

bergabung yang diikuti oleh SMP Yapenka dan SMP Al-Ikhlas pada tahun-tahun

berikutnya.



Gugusdepan Syailendra dikategorikan sebagai gugusdepan wilayah dimana

meskipun berbasis di sekolah-sekolah (SMPN 68, SD & SMP Yapenka, SD & SMP

Al-Ikhlas) namun para anggotanya adalah masyarakat sekitar gugusdepan, para

orang tua dan alumni sekolah-sekolah tersebut serta individu-individu yang

tertarik dengan program Gugusdepan Syailendra.



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  






      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke