Pelajaran penting dari pelaksanaan wajib Pramuka adalah ketidaksiapan tenaga 
pembina yang memenuhi syarat dan kemampuan sesuai tingkatannya. Akibatnya mutu 
anggota Pramuka sangat rendah, berkaca pada pengalaman sebelumnya saat Pramuka 
banyak diwajibkan di sekolah.

Karena pembina yang baik tidak ada, akhirnya anggota 'wajib' Pramuka tadi cuma 
datang ke sekolah dengan Pakaian Pramuka dan tidak ada kegiatannya. Kalaupun 
ada jadinya membosankan dan terkesan sekedar ada saja. Efeknya ada anak sekolah 
yang main video game di mall, nongkrong di pinggir jalan menakut2i orang lain 
dan kegiatan negatif lainnya, dengan menggunakan pakaian Pramuka.

Saya lebih suka Pramuka menjadi organisasi yang berkualitas tinggi dan memiliki 
kegiatan yang menarik karena dibimbing oleh peserta dewasa yang sukarela dan 
memiliki minat serta kemampuan. Pada akhirnya kualitas dan kegiatan itulah yang 
menyebabkan Pramuka menjadi organisasi yang baik

Salam

Dedi Wibowo
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "ardhie.pradana" <[email protected]>
Date: Wed, 20 Jan 2010 12:28:06 
To: <[email protected]>
Subject: RE: [Pramuka] Gudep Syailendra

Bagus tuh .maunya semua SMP dan SD dinegeri ini wajib ikut ekstra pramuka,.

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Hendrik
Sent: 10 Januari 2010 10:41
To: [email protected]
Subject: [Pramuka] Gudep Syailendra

 

  


Senangnya mendengar masih ada gudep berbasis teritorial.

Kalau gudepnya Kak Azis Saleh masih ada ?

=============

Gudep Syailendra Berbasis Masyarakat PDF Cetak E-mail

Wakil Ketua Mabigus Ka Ibnu Kartiko menjelaskan "selama ini tidak ada
masalah dengan kwartir baik Kwartir Ranting sampai Kwartir Nasional hanya
saja dengan niat baik Departemen Pendidikan dalam hal ini Dinas Pendidikan
mengundang sekolah untuk suatu kegiatan pramuka yang terminologinya bukan
terminologi pramuka, dan akhirnya membuat letupan-letupan sekolah untuk
membentuk gugus depan berbasis sekolah. Dari lingkungan Sekolah Dasar
Yapenka pada tahun 1967 dan awal berdirinya SMP Negeri Filial 11 mulai
mengadakan latihan kepramukaan bergabung dengan TNI Angkatan Laut yang
berada tidak jauh dari sekolah Yapenka dan SMP Negeri Filial 11 Cipete
Jakarta Selatan.

Atas inisiatif siswa, guru, masyarakat sekitar Cipete Jakarta selatan dan
perkembangan peserta latihan pramuka yang cukup besar, mulailah peresmian
Gugus Depan Syailendra Tanggal 10 April 1969 bertempat di SMP Negeri 68
Jakarta Selatan (dahulu SMPN Filial 11) gugus depan yang pernah meraih
predikat gugus depan tergiat tingkat Kwartir Daerah DKI Jakarta tahun 1999
memang tidak bergerak seleruhnya dari masyarakat akan tetapi dari
penggabungan murid-murid SD Yapenka, SMP Yapenka, SD Al Ikhlas, SMP Al
Ikhlas, SMP Al ikhlas, SMA Negeri dan swasta di sekitar Cipete dan sekitar
Jakarta.

Mereka ikut secara sukarela tetapi ada beberapa siswa SD dan SMP kelas 1
yang diwajibkan mengikuti latihan pramuka oleh kepala sekolahnya di gugus
depan Syailendra sebagai perkenalan, diharapkan pada kelas dua atau kelas
tiga mereka yang ikut latihan pramuka memang mereka yang benar-benar suka
dan rela sesuai dengan prinsip dasar kepramukaan dunia yaitu "Suka dan Rela"

Sejalan dengan perkembangan wilayah serta perkembangan peserta didik yang
sekolah di daerah lain dan mengikuti kegiatan pramuka disekolahnya, Menurut
Ka Pia Sejati Pembina putri gugus depan Syailendra "Kami berusaha tetap
berdiri sebagai gugus depan umum dilingkungan masyarakat Cipete dengan
menggabungkan empat sekolah yang lokasi sekolahnya berdekatan (menempel)
salah satu tujuannya agar tidak timbul kecemburuan sosial antara sekolah
negeri dan sekolah swasta, dan tidak terjadi tawuran antar pelajar,
alhamdulillah sampai saat ini belum pernah terjadi" katanya tegas.

"Majelis pembimbing gugus depan Syailendra sampai saat ini masih di jabat
oleh masyarakat sekitar Cipete sedangkan pembina gugus depan dibantu oleh
empat orang kepala sekolah sebagai pembina gugus depan yang membawahi
sekolah-sekolah, serta para orang tua murid dan komite sekolah yang ikut
dalam kepengurusan gugus depan Syailendra, memang gugus depan kita ini unik
lain dari pada yang lain namanya juga gugus depan umum" kata ka Pia Sejati
menambahkan.

Oleh karena itu saran saya kepada Departemen pendidikan melalui Dinas
Pendidikan untuk tetap memberikan dukungan bagi perkembangan pramuka
disekolah yang tetap menggunakan terminology pramuka tanpa harus
menghilangkan konsep gugus depan yang berbasis masyarakat atau gugus depan
wilayah" katanya. Gugus depan yang sebentar lagi genap berusia 36 tahun ini
juga mempunyai satu wadah untuk menjembatani mereka-mereka yang tidak dapat
aktif dalam kegiatan pramuka di gugus depan karena keterbatasan waktu atau
tempat kerja yang cukup jauh yaitu Ikatan Kerabat Syailendra (IKS). Wadah
ini memberikan peluang mereka yang tidak aktif lagi untuk membantu
perkembangan gugus depan syailendra yang dilakukan dalm kurun waktu 1 tahun
sekali atau 6 bulan sekali.

======
Latar belakang berdirinya Gugusdepan Syailendra

Bermula sekitar tahun 1967, beberapa pengajar di SMP Negeri 68 yang pada
waktu itu masih filial dari SMPN 11, bersama siswa-siswinya berinisiatif
melaksanakan latihan kepramukaan. Dua tahun kemudian, 10 April 1969 secara
resmi sebuah gugusdepan berdiri di SMPN 68 dengan nama Gugusdepan Syailendra
dengan nomor 6121 dan 6122 yang diambil dari nomor Gugusdepan Tarumanegara
sebagai tempat pertama kali Pramuka SMPN 68 berlatih yang saat itu sudah
tidak aktif lagi.

Beranjak dari hari bersejarah tersebut, gugusdepan mulai menghimpun anggota
yang pada mulanya hanya terdiri dari pembina yang berasal dari guru-guru
SMPN 68, pembina eks-Gudep Tarumanegara dan anggota penggalang siswa-siswi
SMPN 68. Sejak tahun 1974 SD Yapenka tergabung dalam wadah pembinaan
kepramukaan Syailendra sehingga melengkapi unsur peserta didik yakni
golongan Siaga. Selanjutnya pada tahun 1981 SD Islam Al-Ikhlas pun turut
bergabung yang diikuti oleh SMP Yapenka dan SMP Al-Ikhlas pada tahun-tahun
berikutnya.

Gugusdepan Syailendra dikategorikan sebagai gugusdepan wilayah dimana
meskipun berbasis di sekolah-sekolah (SMPN 68, SD & SMP Yapenka, SD & SMP
Al-Ikhlas) namun para anggotanya adalah masyarakat sekitar gugusdepan, para
orang tua dan alumni sekolah-sekolah tersebut serta individu-individu yang
tertarik dengan program Gugusdepan Syailendra.





[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

---------------------
Be Prepared
Sekali Pramuka tetap Pramuka
---------------------

Pramuka email addresses:
  Post message: [email protected]
  Subscribe:    [email protected]
  Unsubscribe:  [email protected]

---------------------Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pramuka/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/pramuka/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke