Homoseksual merupakan kasus moral yang terus mengguncang dan memicu kontroversi hebat di Barat hingga saat ini. Dunia Barat, bahkan kalangan Gereja Kristen, kini diguncang hebat dalam soal penentuan batas-batas moral soal homoseksualitas. Homoseksualitas yang berabad-abad dicap sebagai praktik kotor dan maksiat, oleh agama-agama, justru kemudian diakui sebagai praktik yang manusiawi dan harus dihormati sebagai bagian dari penghormatan HAM.
Perkembangan kasus homoseksualitas di Barat sangat menarik. Pemimpin-pemimpin Gereja terdesak opininya, karena sebagian pemuka Kristen dan cendekiawanannya pun sudah mendukung dan menjadi pelaku homoseksual atau lesbianisme. Dalam kasus homoseksual, para teolog Kristen juga berlomba-lomba membuat tafsiran baru, agar praktik maksiat itu disahkan oleh Gereja. Dalam Bible, Kitab Kejadian 19:4-11, diceritakan tentang hukuman Tuhan terhadap kaum Sodom dan Gomorah. Pada umumnya, kaum Kristen memahami, bahwa homoseksual adalah penyebab kaum itu dihancurkan oleh Tuhan. Sehingga mereka mempopulerkan istilah ''sodomi'' yang menunjuk pada praktik maksiat antar sesama jenis. Tokoh-tokoh Gereja pada awal-awal Kristen, seperti Clement of Alexandria, St John Chrysostom, dan St Agustine, mengutuk perbuatan homoseksual. Tahun 1975, Vatikan mengeluarkan doktrin The Vatican Declaration on Social Ethics, yang hanya mengakui praktik heteroseksual dan menolak pengesahan homoseksual. St Thomas menyebut sodomi sebagai contra naturam, artinya, bertentangan dengan sifat hakiki manusia. Tetapi, sebagian teolog Kristen pendukung homoseksual kemudian membuat tafsiran lain. John J McNeill SJ, misalnya, menulis buku The Church and the Homosexual memberikan justifikasi moral terhadap praktik homoseksual. Menurut dia, Tuhan menghukum kaum Sodom dan Gomorah, bukan karena praktik homoseksual, tetapi karena ketidaksopanan penduduk kota itu terhadap Tamu Lot. Kaum Katolik mendirikan sebuah kelompok gay bernama Dignity yang mengajarkan, bahwa praktik homoseksual tidak bertentangan dengan ajaran Kristus. Teolog lain, Gregory Baum, menyatakan bahwa if the homosexual can live that kind of life (love), than homosexual love is not contrary to the human nature. Tahun 1976, dalam pertemuan tokoh-tokoh Gereja di Minneapolis, AS, dideklarasikan bahwa homosexual persons are children of God. Logika kaum sekular di Barat yang enggan berpegang kepada agamanya ini sebenarnya sederhana. Karena homoseksual sudah menjadi kenyataan yang dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat Barat, maka untuk memberikan legitimasinya, tidak jarang mereka harus merekayasa ajaran agama mereka agar sesuai dengan tuntutan zaman agar Kristen tetap relevan untuk kaum homoseksual; agar Kristen tidak dicap kuno, dan dapat diterima oleh masyarakat modern, sebab homoseksual sudah dipersepsikan oleh para pendukungnya sebagai gaya hidup modern. Puncak kehebohan dalam kasus seksual di kalangan Gereja adalah ketika pada November 2003, Gereja Anglican di New Hampshire mengangkat Gene Robinson, seorang homoseksual, menjadi uskup. Maka, gerakan kaum homoseksual dengan resmi mendapat legitimasi dari gereja. Sesuatu praktik maksiat yang dikutuk dalam Bible dan selama ratusan tahun dipertahankan, akhirnya tidak mampu dibendung karena mendapatkan legitimasi agama. http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=194429&kat_id=16&kat_id1=&kat_id2= --- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Homo dan lesbian bagi kaum tradisionalis konservatif dilarang. Waktu terjadi > tsunami, jumlah korban tsb orang Europa di Thailand adalah dari Swedia. > Sebuah perkumpulan [congregation] kristen [saya lupa catat nama] di USA, > mereka bedoa agar lebih banyak orang Swedia mati. Alasan mereka ialah karena > negara Swedia mengizinkan homo seksual kawin. > > Beberapa waktu lalu di Swedia seorang pendeta dihukum karena hotbatnya > mengutuk homo dan lebian. Dia dihukum karena katanya telah melanggar > undang-undang yang melarang dilaksanakan diskriminasi baik tulisan mau pun > ucapan. > > > ----- Original Message ----- > From: "bch_bagus" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Friday, April 22, 2005 12:51 PM > Subject: [proletar] Re: Madonna Pancing Amarah Pemimpin Katolik > > > > > > > > --- In [email protected], "Jusfiq Hadjar" > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > >> > >> Ya inilah beda dunia Nasrani dan dunia Islam. > >> > > > > Memang beda jauh. Oh ya, ada pertanyaan dari milis sebelah yang belum > > terjawab sampai sekarang, kalau orang homo tapi percaya Jesus, itu > > menurut Nasrani apa akan langsung masuk surga ya? > > > > > > > > > > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > > List owner : [EMAIL PROTECTED] > > Homepage : http://proletar.8m.com/ > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
