http://www.harianbatampos.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=9267&PHPSESSID=0032a92afe9ae2fa9c1809c90921899d
Koruptor Dibunuh Muridnya
Oleh redaksi
Kamis, 05-Mei-2005, 09:55:29
Iwan Zulkarnain korban kelima Rio Martil
Kecurigaan adanya hal yang tidak wajar dalam kematian terpidana
korupsi Rp 40,9 miliar, Iwan Zulkarnain, 37, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)
Permisan, Nusakambangan, Senin lalu, ternyata beralasan. Kemarin, polisi
menginterogasi Rio Alex Bulo alias Rio Martil. Sesama napi yang selama ini
diajari mengaji oleh Iwan itu menjadi tersangka pembunuhan tersebut.
JAKARTA - Perkembangan kasus kematian Iwan itu disampaikan Direktur Bina
Keamanan dan Ketertiban Ditjen Lapas Djoko Mardjo di kantornya di Jalan
Veteran, Jakarta, kemarin. Dia menyebutkan, terkait kasus pembunuhan di dalam
lapas itu, atasannya, Dirjen Lapas Mardjaman, sudah memerintahkan agar
memperketat pengawasan.
Djoko lalu membeberkan salinan kronologi kejadian dari Kalapas Permisan.
''Rio diperiksa hingga pukul 03.00 (dini hari),'' ujar pejabat yang pernah
menjadi Kalapas Cipinang tersebut.
Menurut dia, saat kejadian, cuaca sedang hujan. Kemudian, Iwan datang ke
blok Rio untuk mengajar mengaji. ''Iwan mengajari Rio mengaji mulai pukul 09.00
hingga pukul 10.00,'' ujarnya.
Saat itu petugas tidak curiga karena alasannya logis. Apalagi, Rio baru
berpindah agama. Setelah itu, terjadilah percakapan antara keduanya. ''Menurut
Kalapas, Rio tersinggung karena omongan Iwan yang menyinggung masa hukumannya.
Dan, hal itulah yang mengakibatkan Rio membunuh Iwan,'' ungkapnya.
Berdasarkan surat keterangan kematian yang dikeluarkan Rumah Sakit
Nusakambangan pada 2 Mei lalu, Iwan meninggal karena brain steam death (patah
batang otak) pascatrauma benda tumpul.
Sedangkan luka-luka di tubuh terpidana 16 tahun itu ditemukan di kepala
bagian belakang serta memar di kelopak mata, bibir, telinga, dan luka lecet di
tangan. Tiga gigi korban juga patah.
Djoko mengaku bahwa kejadian tersebut tidak lepas dari kurangnya
pengawasan petugas lapas. Dia mencontohkan, biasanya setiap giliran menjaga,
petugas lapas selalu menempatkan tujuh penjaga. Empat orang ditaruh di empat
pos penjagaan, dua orang di gerbang masuk, dan satu orang untuk mengawasi
blok-blok tahanan. ''Apakah mungkin blok seluas itu diawasi satu orang?''
ujarnya. Jadi, pengawasan dilakukan dari jarak jauh. Menurut informasi koran
ini, Lapas Permisan saat itu dihuni 165 napi.
Sang tersangka, Rio Alex Bulo, adalah narapidana yang menanti eksekusi
mati karena membunuh empat orang. Dia dikenal sebagai ''Rio Martil''. Sebab,
selama menjadi pencuri mobil, dia bersenjata martil untuk membunuh korbannya.
Rio membunuh orang, kemudian melarikan mobilnya ke Surabaya, Semarang (dua
orang), dan Baturaden. Upaya kriminal pembunuh berperawakan kecil dan inosen
itu di Jogja tak menewaskan korbannya.
Iwan Zulkarnain menjadi korban tewas kelima Rio. Apa pun hukuman baru
bagi Rio atas kasus pembunuhan terhadap Iwan itu tak akan bisa menambah hukuman
baginya. Rio sudah divonis hukuman terberat pada 2001 dan kini sudah
berkekuatan hukum tetap.
Menurut Djoko Mardjo, kini Lapas Permisan diperketat atas perintah Dirjen
Lapas Mardjaman. ''Yang jelas, Pak Dirjen sudah membuat pesan ke sana. Supaya
Kalapas lebih waspada lagi,'' kata Djoko.
Caranya, menyeleksi para narapidana yang hendak mendatangi blok lainnya.
Apabila narapidana tidak dapat memberikan alasan jelas, tidak akan ada izin
masuk. ''Kami telah instruksikan petugas agar hati-hati memberikan izin bagi
narapidana yang hendak main ke blok lainnya,'' ujarnya. Sebab, tambah dia, Iwan
tewas di blok lain.
Sementara itu, Menkum HAM Hamid Awaluddin hingga kemarin masih memilih
bungkam saat ditanya apa saja langkah yang akan diambilnya menyangkut kasus
kematian narapidana di LP Parmisan Nusakambangan dengan tubuh penuh luka
seperti mengalami penganiayaan berat.
Berkali-kali dihubungi koran ini melalui telepon selulernya, dia selalu
menolak berkomentar. Hamid mengaku sedang berada di Singapura bersama rombongan
Wapres Jusuf Kalla. ''Maaf, kali ini saya belum bisa kasih keterangan. Maaf,"
ujarnya pendek, lalu menutup pembicaraan.(yog/arm/jpnn)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
In low income neighborhoods, 84% do not own computers.
At Network for Good, help bridge the Digital Divide!
http://us.click.yahoo.com/S.QlOD/3MnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/