Heheheee.. bualan yg sempurna dari si sakit saraf Muskita, duuuh sayangku kenapa seh belon berobat juga???
kalo ngayal bilang aja: saya lagi demen fantasi... Soal reinkarnasi emang udah lama, tapi OK-lah... Saya kira ini ngak masuk akal dan tidak bisa diterima akal sehat.. Sudah dibahas berbusa-busa ttg kekeliruan doktrin Buddhisme ini dan pada kenyataannya, semua penganut buddha saat ini belum ada yg makin membaik peradabannya, Tibet China sedang dalam mengalami represi dari Pemerintah Cina, umat Buddha China lebih pada Confusianisme dibanding Buddhisme sejati, lha ini aja ngak bisa diterima seandainya seorang Buddha bereinkarnasi kejaman sekarang, tentunya jiwa Buddhist dalam dirinya akan makin menguat, tetapi fakta keras menyatakan China sekarang adalah sosialist Confusius yg berbeda dgn ajaran-ajaran inti Buddha... Tetapi kalau seseorang mengalami semacam daya ingat pada yg lampau, sebab ingatan mengandung semua komponen untuk menangkap fenomena termasuk kejadian-kejadian lampau, contoh paranormal bisa melihat kembali kejadian-kejadian jauh sebelumnya... Ingatan bersifat menangkap baik yg tersurat maupun yg tersirat( tidak kelihatan)... jadi Reinkarnasi adalah Mitos dan Dogma, sebab Hidup kembali adalah penerusan dari situasi lampau bukan menciptakan situasi baru sama sekali .. Sang --- In [email protected], "muskitawati" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- In [email protected], "kelana10560" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam, > > > > Mungkin topic ini sudah lama sekali, kebetulan saya sedang surfing > > dan tidak sengaja saya melihat disini ada kesalahpahaman sehingga > > saya pikir perlu adanya penjelasan dan penjernihan. > > --------- > > > Iya terserah angan2 anda saja deh kalo mau memodifikasi pemahaman > reinkarnasi, di-puter2 kemanapun yang dinamakan "reinkarnasi" tak > mungkin dijadikan wacana hukum yang berlaku. Karena kalo sampai > "reinkarnasi" dijadikan referensi hukum yang berlaku, maka saya bisa > diuntungkan seperti yang pernah terjadi di Thailand. > > Saya sedang visit ke Thailand kira2 10 tahun yang lalu, saya sedang > jalan2 ke kuil Buddha yang menerangkan Reinkarnasi. Setelah selesai > khotbah "Reinkarnasi", mendadak saya tarik tangan sang bhikku itu, dan > saya bilang dia berhutang kepada saya $10 ribu pada penitisan yang > lalu. Semua pengunjung terhenyak mendengarnya, dan mereka semua > percaya kepada reinkarnasi, dan saya paksa si pendeta mengembalikan > hutangnya pada penitisan yang lalu. Semua pengunjung membela saya, > saya bilang sekarang saya kembali reinkarnasi se-mata2 untuk menagih > hutang dari pendeta bhikku ini yang saya cari2 diseluruh dunia. > Ternyata pendeta ini ber-reinkarnasi di Thailand. > > Setelah ribut2, orang makin banyak berkumpul, dan polisi datang, saya > cerita apa yang terjadi, dan sang bhikku ditangkep, saya tuntut > kepengadilan agama Buddha bahwa sang Bhikku berhutang kepada saya. > > Karena pengadilannya berdasarkan agama Buddha yang percaya > Reinkarnasi, maka sang Bhikku dipaksa membayar hutangnya kepada saya, > dan saya pulang bawa banyak uang yang saya hutangkan pada penitisan > yang lampau. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > > > > > > > > > > Agama yg bersemi semula di India ini, lalu berevolusi kearah > > Hinduism > > yg berujung sinergi antara dua agama ini. Dan batasan itu jadi agak > > kabur , tapi dalam hal lahir kembali ada kesepakatan diantara dua > > agama ini, dimana dalam sistem Buddha maupun Hindustan diyakini > > bahwa > > manusia akan berputar-putar dalam pusaran bentuk baru yg bisa > > berwujud binatang atau malahan manusia yg lahir baru... > > ------ > > Jawab : > > > > Tidak benar dan tidak ada alasan yang tepat jika dalam ajaran > > kelahiran kembali dalam agama Buddha merupakan kesepakatan antara > > agama Buddha dan Hindu. > > > > Jika kita melihat lebih mendalam lagi ada perbedaan di dalam ajaran > > kelahiran kembali antara Buddhisme dan Hindu. Hindu mempercayai > > adanya roh (atman) pada setiap manusia yang jika meninggal, atman > > tersebut keluar dari tubuh lama utnuk menempatkan tubuh yang baru. > > Sedangkan dalam Buddhisme, tidak mempercayai adanya atman/roh, > > ketika manusia meninggal, jasmani maupun bentuk pikiran, kesadaran, > > pencerapan, dan perasaan juga mengalami perubahan, dan padam/mati, > > dan karena adaya pengaruh karma (perbuatan) selama hidup, maka > > terbentuklah kembali jasmani maupun batin yang baru. > > > > Selain itu,walaupun Buddhisme dan Hindu mengajarkan kelahiran > > kembali tidak berarti ada kesepakatan. Contohnya mengenai penemuan > > teori evolusi. Sebelum Charles Darwin mempublishkan bukunya "The > > Origin of the Species", ia menemukan seseorang bernama Alfred > > Russell Wallace yang juga menemukan teori evolusi. Darwin dan > > Wallace tidak ada kesepakatan sama sekali, tetapi mereka telah > > memepelajari fenomena alam yang sama dan menyimpulkannya sendiri- > > sendiri. > > > > ---------- > > > > Saya menilai ini penuh kompleksitas dimana tidak semudah itu > > mengatakan seeorang lahir baru dgn body baru dan identitas baru, > > sebab setiap insan berbeda specifikasi, profesi dan personality... > > Sedang Buddhisme pasca Buddha malahan meyakini adanya indikasi > > bentuk > > baru... > > ----------- > > Jawab : > > > > Kenapa tidak ? Banyak kasus-kasus yang mengarah akan hal itu. Jika > > kita mencari mengenai kehidupan lampau, maka banyak terdapat contoh- > > contoh kasus yang hanya bisa di pecahkan dengan adanya kehidupan > > yang lampau, tidak dengan hanya hidup sekali. Contoh kasus kisah > > nyata yang dtulis oleh DR. Bruce Goldberg seorang praktisi > > hipnoterapy, mengenai kehidupan lampau dalam buku berjudul : > > REINKARNASI "The search for Grace" Kita bisa melihat > > bagaimana > > seseorang bisa lahir dengan berbagai identitas baru, pekerjaan baru, > > personality baru. Dan kisah ini nyata dan didukung oleh dokumen- > > dokumen. Kita bisa membacanya. > > > > Selain itu jika kita berpandangan luas, perubahan wujud pun sangat > > memungkinkan, selama ada yang namanya energi. Contoh yang simple, > > balok es bisa berubah wujud menjadi cair karena ada energi panas. > > Peristiwa berubahnya air menjadi awan kemudian hujan, juga karena > > ada energi panas. Dan dalam ajaran kelahiran kembali, yang menjadi > > energi adalah karma (perbuatan), dimana setiap perbuatan didahului > > oleh niat yang ada dalam pikiran, dan pikiran sendiri merupakan > > suatu energi. > > > > Ajaran mengenai kelahiran kembali juga tidak hanya mengenai > > kelahiran kembali setelah kematian, tetapi dalam hidup ini pun kita > > juga mengalami kelahiran kembali, over and over again. Dalam > > kehidupan ini jika kita perhatikan secara teliti, tubuh kita dan > > pikiran kita selalu mengalami kelahiran dan kematian. Perhatikan sel- > > sel kulit kita, sel-sel darah kita, sel-sel daging kita akan > > mengalami kematian kemudian muncul lagi yang baru. Perhatikan > > pikiran kita setiap detik berubah, suatu saat muncul pikiran untuk > > pergi ke kantor kemudian pikiran tersebut lenyap, lalu timbul > > pikiran untuk naik kendaraan, dst. > > > > > > Seandainya benar tentunya umat manusia akan makin tercerahkan, dan > > mampu mencerna alam malakut setelah maut... sebab dia telah kembali > > dari sana dan lahir baru... Nyatanya ketika kita tanya pada seorang > > penganut Buddha saya pastikan dia tidak akan dapat menjawab apa > > bentuk dia semasa dia dialam baka dan apa proses yg dialaminya.. > > ------------- > > Jawab : > > > > Terlalu gegabah dan prematur jika menyatakan seseorang tidak dapat > > menjawab kehidupan masa lalunya. Dalam buku REINKARNASI "The > > search > > for Grace" oleh DR. Bruce Goldberg seorang praktisi hipnoterapy, > > seorang wanita bernama Ivy dan bukan seorang Buddhist bisa > > mengungkapkan kelahirannya yang lampau. Memang tidak dengan > > sendirinya tetapi adanya bantuan berupa hipnotis bawah sadar. Untuk > > melihat mikroba maka kita membutuhkan alat bantu, begitu juga > > mengenai melihat masa lampau. > > > > Walaupun seseorang tidak bisa menjawab bagaimana kehidupan lampau > > hal ini bukan berarti tidak ada kehidupan lampau. Ketika kita > > ditanya apa saja yang kita lakukan ketika berusia 4 tahun, maka > > sebagian dari kita tidak akan bisa menjawab, dan ini bukan berarti > > kita tidak pernah ada ketika berusia 4 tahun. > > > > Sebagian besar dari kita tidak mengingat kelahiran lampau karena > > adanya proses kematian. Secara singkat, ketika mengalami proses > > kematian, pikiran dan kesadaran kita mengalami penurunan/pemadaman > > sehingga daya ingatpun hilang. Ditambah dengan kondisi di dalam > > rahim ibu dimana pikiran dan kesadaran kita tertidur, sama seperti > > ketika kita tidur nyenyak tanpa mimpi. > > > > -------- > > lalu apa tugas baru dia dialam berikutnya sesuai dgn titah yg > > diembankan padanya semasa dia dialam maut? ini juga belum tercerna > > dgn baik sedangkan dari berbagai sumber seandainya dia berprofesi > > tertentu dgn perilaku tertentu( masa lalu), nyatanya dia tidaklah > > berprofesi sama dgn masa sebelumnya... juga dia ngak tahu apa > > kesalahannya sehingga lahir baru? > > --------- > > Jawab : > > Dalam Buddhisme, manusia memiliki hak sepenuhnya akan hidupnya. > > Manusia bukanlah seorang budak atau robot yang harus menjalankan > > perintah majikannya atau mengemban suatu titah. Manusia bebas > > menentukan arah hidupnya, ia bisa hidup bahagia melalui harta, bisa > > bahagia dalam hidup spiritual, atau juga yang sedang-sedang > > saja /biasa dan tentu saja setiap tindakan akan menimbulkan > > konsekuensi. Dari sinilah nilai dari manusia seutuhnya. > > > > Dalam Buddhisme kelahiran kembali bukan berarti selalu memiliki > > profesi atau prilaku yang sama. Pernyataan bahwa seseorang yang > > dilahirkan kembali dan selalu memiliki profesi yang sama dan prilaku > > yang sama, adalah suatu pemahaman sempit terhadap kelahiran kembali. > > Dan ini tidak diajarkan dalam Buddhisme. > > > > Menilai negatif mengenai apa kesalahan seseorang sehingga lahir > > baru, sama seperti menghakimi orang yang tidak ingat kejadian apa > > yang ia lalui ketika ia berusia 4 tahun. Penilaian ini tidak > > mendasar sama sekali bahkan berkesan mengada-ada. Jawaban akan > > kesalahan manusia mengapa terlahir kembali pada sadarnya cukup > > simple. Kemelekatan pada hidup dan kehidupan inilah yang menyebabkan > > dilahirkan kembali. > > > > ------------- > > kita ambil contoh: > > Thailand dgn pemeluk mayoritas terlihat bukannya makin bermoral > > dari sejak berseminya Buddhism di wilayah tersebut.. malahan makin > > sekuler dan terhanyut dalam era liberal perilaku yg memusingkan > > thailant > > government yaitu AIDS, ALKOHOLISM, PELACURAN,dst yg mana jika > > kita berasumsi bahwa mestinya warga Thailand makin baik dari waktu > > ke > > waktu tersebab Lahir kembali ato reinkarnasi nyatanya terbukti > > makin bad attitude penuh dgn maksiat... > > China pemeluk Budhisme terlihat ada kecenderungan liberal sekuler yg > > mana akan mengarah ke masyarakat terbuka dan permisif... > > Sedang doktrin Buddhisme adalah bahwa Lahir kembali dgn tujuan > > pembaikan diri untuk mencapai tahap yg lebih tinggi dan > > Nirvana... > > Nyatanya hal itu tidak terjadi dan Reinkarnasi malahan > > berkecenderungan negatif.... > > -------- > > Jawab : > > Ajaran kelahiran kembali mengajarkan bahwa ada reaksi disetiap aksi, > > dan kelahiran kembali adalah suatu proses aksi reaksi tsb. Baik > > tidaknya seseorang tidak ditentukan oleh proses kelahiran kembali, > > tetapi dari tindakannya. Dalam Buddhisme segala perbuatan selalu > > menimbulkan akibat, ini Hukum Karma. Tapi kondisi apa yang kita > > alami sekarang tidak selamanya terikat dengan karma yang kita > > perbuat pada masa kehidupan lalu, tetapi termasuk juga apa yang > > kita perbuat pada masa sekarang. Singkatnya Karma bukanlah takdir > > yang menentukan segalanya. Sebaik apapun kita dahulu tetapi jika > > melakukan perbautan jahat pada masa sekarang, maka hal itu akan > > memberi dampak buruk bagi kehidupan kita. > > > > Perlu diingat ajaran kelahiran kembali dalam Buddhsime tidak > > mengajarkan bahwa A akan dilahirkan sebagai A dan pasti ditempat > > yang sama. Tidak, ini bukan ajaran Buddhisme. Jadi tidak ada > > kaitannya sama sekali dengan keadaan Thailand dan China. Orang bisa > > jadi apa saja tergantung dari apa yang ia lakukan pada kehidupan > > sekarang, bukan sepenuhnya bergantung karena perbutan yang dulu. > > > > Kemudian, ajaran agama Buddha ibarat sebuah obat yang diberikan oleh > > Sang Buddha kepada kita yang sakit. Kita akan tetap sakit jika tidak > > meminum obatnya. Jadi bukan ajaran mengenai Kelahiran Kembali yang > > salah tetapi orang yang tidak mau mempraktikan ajaran Buddha. Dengan > > demikian ajaran Kelahiran Kembali tidak dapat dipersalahkan karena > > beberapa orang Thailand dan China yang tidak mempraktikan ajaran > > Sang Buddha. Hal inipun terjadi pada agama, kepercayaan serta > > ideology lain. Ketika agama lain melarang jangan membunuh tapi > > banyak orang yang tetap membunuh. So siapa yang perlu dipersalahkan, > > ajaran agamanya atau orang yang tidak mempraktikan ajaran agama ? > > > > Nah, saya rasa Sdr. Sang ada baiknya mempelajari dulu ajaran agama > > Buddha karena maaf, semua komentar anda tidak mendasar dan cenderung > > mengungkapkan ajaran yang bukan ajaran agama Buddha. Toh, anda tidak > > ingin dikatakan menfitnah bukan ? > > > > Salam, > > Kelana ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Has someone you know been affected by illness or disease? Network for Good is THE place to support health awareness efforts! http://us.click.yahoo.com/rkgkPB/UOnJAA/Zx0JAA/uTGrlB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
