Ref: Akan sangat aneh apabila tidak ada tekanan kekuasaan, jadi Komisi 
Pelindung Koruptor [KPK] akan selalu mejalankan policy “tebang pilih pilih”.

http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=41&id=36108
MINGGU, 24 Desember 2011 | 

Tekanan Kekuasaan Reduksi Audit Forensik Century

Jakarta, AE.- Anggota Tim Pengawas Century DPR, Bambang Soesatyo, menegaskan, 
laporan Audit Forensik BPK terkait mega skandal dana talangan (bailout) Bank 
Century, tidak ada hal baru. "Jauh dari harapan," tegas Bambang, Jumat (23/12), 
di Jakarta.

Ia menambahkan, tekanan kekuasaan berhasil mereduksi Audit Forensik BPK, 
terkait skandal yang merugikan negara Rp 6,7 triliun, itu. Laporannya, lanjut 
dia, tidak beda jauh dengan laporan audit investigasi BPK yang pertama. "Tidak 
ada hal baru. Tidak ada pengungkapan aliran data detail yang kita harapkan 
dengan berbagai alasan," katanya.

Menurut Bambang, BPK hanya mengungkap ada aliran dana ke PT MNP penerbit koran 
milik partai tertentu saja pada periode 2006-2009 senilai Rp.100,95 miliar. 
Rencananya hasil Audit Forensik BPK, itu akan diserahkan kepada Pimpinan DPR, 
siang ini di Jakarta. 

TIDAK ADA YANG LUAR BIASA
Sementara Wakil Ketua DPR Pramono Anung, menegaskan bahwa tidak ada yang luar 
biasa dari hasil Audit Forensik Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal Century. 
Menurut Pram, secara formal hasil audit akan diserahkan kepada Pimpinan DPR 
pukul 14.00, Jumat (23/12), tapi ada beberapa yang sudah diketahui pimpinan 
DPR, mungkin juga sebagian di publik.

"Intinya tidak ada sesuatu yang luar biasa," kata Pramono kepada pers di 
Jakarta, Jumat (23/12).
Tapi, tegas dia, dari hasil audit itu, ada peluang untuk didalami aparat 
penegak hukum terutama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kalau kepolisian 
dan kejaksaan kan terkait kejahatan perbankan, seperti money laundry, relatif 
bisa diselesaikan," katanya.

Namun, Pramono mengatakan untuk abuse of power atau korupsi belum tergambar 
dari hasil Audit Forensik BPK itu. "Tapi, mudah-mudahan ini menjadi pintu masuk 
untuk menyelesaikan bebagai persaoalan selama ini yang samar. Kan harapan teman 
dewan, ada temuan-temuan yang bisa mengarahkan, kalau tidak ada sama sekali 
harus distop. Tapi yang kita peroleh ini membuka pintu lorong yang harus 
ditelusuri, kita belum tahu ujungnya dimana," katanya.

Apakah ada intervensi yang dialami KPK, Pram mengatakan ini memang menyangkut 
kekuasaan dan tidak mudah. "Tapi saya tidak mau berprasangka buruk, terhadap 
siapapun. Tapi yang jelas, hasil audit ini tidak menenteramkan anggota dewan 
yang kritis, mungkin akan menjadi persoalan baru," katanya.

"Terpenting jangan sampai energi kita terlalu banyak untuk persoalan-persoalan 
yang kontraproduktif," tegas dia. Kata Pram, temuan-temuan yang ada mengarah 
beberapa kelompok, yayasan, perusahaan, beberapa nama dalam direksi atau dewan 
direksi BI bisa menjadi point penting.

"Tapi secara de facto terhadap apa yang berkembang di pansus waktu itu dan 
menjadi keputusan paripurna, belum tergambar secara jelas," tegas politisi PDI 
Perjuangan itu.

Lebih jauh Pram mengatakan, apapun hasil Audit Forensik BPK akan diterima resmi 
Pimpinan DPR. "Hasilnya kita teruskan ke timwas yang masa kerjanya diperpanjang 
2012, di bawah pimpinan dewan akan mengatur kembali, timwas akan melanjuti 
apapun temuan hasil audit forensik ini," kata Pram.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke