http://www.equator-news.com/kolom/20111227/antagonisme-penerapan-ajaran-islam-di-indonesia-3
Depan › 
Selasa, 27 Desember 2011 
Antagonisme Penerapan Ajaran Islam di Indonesia (3) 
H. Munawar M. Saad
Dosen STAIN Pontianak dan sedang menyelesaikan program doktor di UGM Yogyakarta
Kalau seorang muslim sudah melaksanakan lima rukun Islam–syahadat, salat, 
puasa, zakat, haji–, zikir, ikut pengajian, dan lain sebagainya, maka dia sudah 
merasa sempurna. Semakin sering berhaji, semakin sempurna dan hebatlah 
keislamannya. Padahal misi Rasulullah itu datang untuk membangun peradaban yang 
memiliki tiga pilar utama: keilmuan, ketakwaan, dan akhlak mulia atau 
integritas.

Hal yang terakhir inilah, menurut Rehman dan Askari, dunia Islam mengalami 
krisis. Apa yang salah, mengapa ritual dan semarak keagamaan tidak mampu 
mengubah perilaku individu dan perilaku sosial di Indonesia? Yang pasti bukan 
ajaran Islam yang salah. Siapakah yang bertanggung jawab atas semua ini?

Menurut penulis, yang salah adalah sistem pengajaran Islam. Dewasa ini 
keteladanan sang pemimpin umat, ustaz, dan dai atau ulama sungguh tidak 
mencerminkan nilai-nilai keislaman yang sebenarnya. Di atas mimbar atau di 
pengajian ucapannya seperti malaikat, akan tetapi di luar, kelakuannya berbeda 
jauh dengan apa yang diucapkannya.

Kita sering berlaku tidak adil dan cenderung munafik. Cara penyampaian ajaran 
agama masih sangat verbalistik, formalistic, dan cenderung membodohi umat. 
Selama ini ajaran agama yang disampaikan oleh para dai dan ustaz baru sebatas 
simbolik dan retorik, belum mampu membangun kepercayaan umat terhadap 
pemimpinnya (guru, dai, ustaz, dan ulama). Bahkan yang celaka, di antara para 
ustaz atau dai ada yang sengaja membuat umat menjadi ragu dan antipati dengan 
kehidupan duniawi, karena menurut mereka yang utama adalah kehidupan akhirat.

Dalam sebuah khotbah, penulis pernah mendengar khatib berkata, “Jika Allah SWT 
sudah berkehendak, maka hancurlah semua kehebatan ilmu pengetahuan dan 
teknologi di dunia ini.” Dampaknya, anak-anak generasi muda kita menjadi lemah 
semangatnya untuk mempelajari ilmu pengetahuan. Buat apa menuntut ilmu 
pengetahuan, toh pada akhirnya akan hancur.

Demikian juga dalam kesempatan lain, khatib dengan bersemangat mengatakan, jika 
umat Islam berzikir dan berdoa, Insya Allah hasil panen dan hasil tangkapan 
ikan bagi nelayan akan melimpah ruah. Dampaknya umat Islam hanya sibuk dengan 
berzikir dan berdoa, lalu lupa dengan urusan ekonomi dan politik. Apakah dengan 
berdoa dan berzikir semua masalah kehidupan umat akan beres, tanpa usaha 
sungguh-sungguh? Cara-cara seperti ini berulang-ulang dilakukan oleh sebagian 
dai kita.

Mana mungkin akhirat bisa diraih dengan melupakan kehidupan dunia. Dunia ini 
adalah ladang untuk bercocok tanam, yang hasilnya akan diterima di akhirat 
nanti. Mestinya kita belajar dengan para nabi, bahwa para nabi sangat 
menganjurkan kita untuk menguasai dunia dengan berbagai disiplin ilmu. Mereka 
sangat ahli di bidangnya masing-masing.

Sebut saja, Nabi Adam adalah ahli di bidang pertanian, Nabi Nuh ahli membuat 
kapal, Nabi Daud ahli besi yang mampu membuat pakaian perang dari besi. Nabi 
Ibrahim adalah seorang arsitektur yang ahli merancang bangunan dan Nabi 
Muhammad SAW adalah seorang ekonom, yang ahli manajemen perdagangan. Mengapa 
kita tidak mau belajar dari mereka, padahal para nabi adalah sumber motivator 
dan agent of change. Wallahu ‘alam. (habis)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke