Dimana kau melihat pantat tuhan ? DEBIL !

--- In [email protected], item abu <itemabu@...> wrote:
>
> Jadi orang Islam itu sempurna kalo dia udah ngejilat pantat auloh dan nabi, 
> nungging2 5 x sehari ke batu item, puasa bikin mulut bau dan sakit maag, 
> ngasih duit sambil ngitung berapa auloh utang di sorga dan muter2in dan 
> nyium2in batu item.
>  
> Ga ada masalah kalo ybs itu adalah tukang bunuh kafir, tukang siksa cewek, 
> tukang merkosa, pedophile dll, asal udah melakukan 5 rukun Islam dgn 
> sempurna, maka ybs itu udah jadi orang Islam yg soleh.
>  
> Dan memang, ngebunuh kafir, nyiksa cewek yg dianggap ga patuh, merkosa cewek 
> yg halal, nyabulin anak ingusan itu semuanya dihalalkan  oleh auloh, bahkan 
> ada yg emang wajib dilakukan.
>  
>  
> 
> From: Sunny <ambon@...>
> >To: Undisclosed-Recipient@... 
> >Sent: Monday, January 2, 2012 11:07 AM
> >Subject: [proletar] Antagonisme Penerapan Ajaran Islam di Indonesia (3)
> >
> >
> >  
> >http://www.equator-news.com/kolom/20111227/antagonisme-penerapan-ajaran-islam-di-indonesia-3
> >Depan › 
> >Selasa, 27 Desember 2011 
> >Antagonisme Penerapan Ajaran Islam di Indonesia (3) 
> >H. Munawar M. Saad
> >Dosen STAIN Pontianak dan sedang menyelesaikan program doktor di UGM 
> >Yogyakarta
> >Kalau seorang muslim sudah melaksanakan lima rukun Islamâ€"syahadat, salat, 
> >puasa, zakat, hajiâ€", zikir, ikut pengajian, dan lain sebagainya, maka dia 
> >sudah merasa sempurna. Semakin sering berhaji, semakin sempurna dan hebatlah 
> >keislamannya. Padahal misi Rasulullah itu datang untuk membangun peradaban 
> >yang memiliki tiga pilar utama: keilmuan, ketakwaan, dan akhlak mulia atau 
> >integritas.
> >
> >Hal yang terakhir inilah, menurut Rehman dan Askari, dunia Islam mengalami 
> >krisis. Apa yang salah, mengapa ritual dan semarak keagamaan tidak mampu 
> >mengubah perilaku individu dan perilaku sosial di Indonesia? Yang pasti 
> >bukan ajaran Islam yang salah. Siapakah yang bertanggung jawab atas semua 
> >ini?
> >
> >Menurut penulis, yang salah adalah sistem pengajaran Islam. Dewasa ini 
> >keteladanan sang pemimpin umat, ustaz, dan dai atau ulama sungguh tidak 
> >mencerminkan nilai-nilai keislaman yang sebenarnya. Di atas mimbar atau di 
> >pengajian ucapannya seperti malaikat, akan tetapi di luar, kelakuannya 
> >berbeda jauh dengan apa yang diucapkannya.
> >
> >Kita sering berlaku tidak adil dan cenderung munafik. Cara penyampaian 
> >ajaran agama masih sangat verbalistik, formalistic, dan cenderung membodohi 
> >umat. Selama ini ajaran agama yang disampaikan oleh para dai dan ustaz baru 
> >sebatas simbolik dan retorik, belum mampu membangun kepercayaan umat 
> >terhadap pemimpinnya (guru, dai, ustaz, dan ulama). Bahkan yang celaka, di 
> >antara para ustaz atau dai ada yang sengaja membuat umat menjadi ragu dan 
> >antipati dengan kehidupan duniawi, karena menurut mereka yang utama adalah 
> >kehidupan akhirat.
> >
> >Dalam sebuah khotbah, penulis pernah mendengar khatib berkata, “Jika Allah 
> >SWT sudah berkehendak, maka hancurlah semua kehebatan ilmu pengetahuan dan 
> >teknologi di dunia ini.” Dampaknya, anak-anak generasi muda kita menjadi 
> >lemah semangatnya untuk mempelajari ilmu pengetahuan. Buat apa menuntut ilmu 
> >pengetahuan, toh pada akhirnya akan hancur.
> >
> >Demikian juga dalam kesempatan lain, khatib dengan bersemangat mengatakan, 
> >jika umat Islam berzikir dan berdoa, Insya Allah hasil panen dan hasil 
> >tangkapan ikan bagi nelayan akan melimpah ruah. Dampaknya umat Islam hanya 
> >sibuk dengan berzikir dan berdoa, lalu lupa dengan urusan ekonomi dan 
> >politik. Apakah dengan berdoa dan berzikir semua masalah kehidupan umat akan 
> >beres, tanpa usaha sungguh-sungguh? Cara-cara seperti ini berulang-ulang 
> >dilakukan oleh sebagian dai kita.
> >
> >Mana mungkin akhirat bisa diraih dengan melupakan kehidupan dunia. Dunia ini 
> >adalah ladang untuk bercocok tanam, yang hasilnya akan diterima di akhirat 
> >nanti. Mestinya kita belajar dengan para nabi, bahwa para nabi sangat 
> >menganjurkan kita untuk menguasai dunia dengan berbagai disiplin ilmu. 
> >Mereka sangat ahli di bidangnya masing-masing.
> >
> >Sebut saja, Nabi Adam adalah ahli di bidang pertanian, Nabi Nuh ahli membuat 
> >kapal, Nabi Daud ahli besi yang mampu membuat pakaian perang dari besi. Nabi 
> >Ibrahim adalah seorang arsitektur yang ahli merancang bangunan dan Nabi 
> >Muhammad SAW adalah seorang ekonom, yang ahli manajemen perdagangan. Mengapa 
> >kita tidak mau belajar dari mereka, padahal para nabi adalah sumber 
> >motivator dan agent of change. Wallahu ‘alam. (habis)
> >
> >[Non-text portions of this message have been removed]
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke