Waktu ngopi sore-sore menikmati lalu-lalang orang-orang berpayung di
tengah hujan bulan Juni (!), cewek melayu berpaspor Inggris di depan
saya tiba-tiba melempar tebakan, "apa kelebihan Indonesia dari
Inggris, hayoo....!?"

Tanpa harus berpikir keras, perbandingan model begini biasanya akan
saya jawab: "banyak!", lebih-lebih kalau pemanasan global & perubahan
iklim bisa dibatalkan selamanya. Bagaimanapun, Indonesia adalah negeri
tropis yang hangat. Untuk kenikmatan hidup yang ini saja Inggris sudah
kalah telak. Belum lagi anugrah alam lainnya semisal perkara kehalusan
kulit perempuan Indonesia yang sering dikagumi kaum perempuan sedunia.

Belum sempat saya buka mulut, cewek melayu itu langsung menjawab
tebakannya sendiri seperti anak sekolah lagi latihan buat ulangan
besok: "Indonesia sudah lama punya katepe, Inggris baru mau bikin!"

Betul, yang dia maksud ialah KTP, alias kartu tanda penduduk. Arah
yang di luar dugaan ini mestinya menyimpan cerita menarik. Karena itu
saya lalu memilih jadi pendengar yang baik saja; ee...siapa tahu kita
bisa kirim TKI berkualifikasi lurah & camat ..

Dari secuil tebakan ditambah serangkai riset kecil-kecilan, akhirnya
saya setuju menambahkan satu lagi kelebihan Republik Indonesia dari
Kerajaan Inggris dengan elemen KTP ini. Di samping karena kita sudah
jauh lebih dulu memberlakukan KTP, juga karena alasan-alasan yang
diasong pemerintah Inggris cukup memalukan untuk ukuran negara
penyokong globalisasi.

Setidaknya ada empat alasan menonjol yang bertebaran di media-media
Inggris dalam 3-4 tahun terakhir tentang kebutuhan ber-KTP.

Pertama, pemerintah Inggris sering meyakin-yakinkan diri bahwa KTP
akan menolong mereka dalam perang melawan teror.

Kedua, pemerintah menjanjikan KTP bisa mencegah penipuan, baik dalam
bisnis maupun perkawinan.

Ketiga, KTP berguna untuk mengenali pencuri / penjahat.

Keempat (ini banyak menuai protes), untuk menyapu pendatang haram.

Entah bagaimana dengan Anda. Yang jelas rakyat kebanyakan di Inggris
menilai alasan-alasan pemerintahnya sungguh asal-asalan, samasekali
bukan jalan keluar dari masalah yang dihadapi - malah banyak yang
bertanya-tanya gerangan apa sebenarnya masalah yang dihadapi Inggris
(selain keluguan ala Mr. Bean tentunya :)

Tanggapan rakyat Inggris atas alasan pemerintah:

Pertama, KTP bukanlah senjata ampuh untuk melawan teror. Spanyol, yang
jadi acuan Inggris, tetap saja jadi sasaran teror meski setelah bom
Madrid menerapkan sistem KTP.

Kedua, tukang tipu lebih suka menutupi jatidirinya dengan identitas
fiktif ketimbang memakai / meminjam identitas orang lain, apalagi yang
masih hidup.

Ketiga, cukup para penjahat saja yang diwajibkan ber-KTP, kalau
begitu.

Keempat, kebanyakan negara memang mewarisi budaya KTP dari era perang
dunia untuk mengontrol lalulintas orang. Sedangkan Kerajaan Inggris
abad-21 baru mau menerapkan kontrol lewat cara kuna ini; alias
mewajibkan kawulanya mengeluarkan biaya untuk selembar ijin hidup di
tanah kerajaan -- di Indonesia aparat kelurahan malah mulai malu
memungut biaya siluman KTP.

Bagaimana? Rasanya kita bisa bersepakat bahwa dari jaman baheula
pemikiran penguasa Inggris memang tak pernah berupa jalan keluar
bahkan untuk masalah-masalahnya sendiri.

Meledakkan bom barangkali cukup praktis untuk menyukseskan proyek KTP
ini. Sepraktis Mr. Bean meledakkan kaleng cat untuk melabur dinding
kamarnya -- dan membungkus buah anggur satu-persatu supaya nggak kena
cat mereka anggap tekun & cerdas.



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke