Kudunya mereka belajar dari penderitaan kita bagaimana tidak 350 taon dikadalin ambon bangsat belon tahu kali kejayaan mojopahit&singosari
________________________________ From: rezameutia <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, February 23, 2012 6:43 PM Subject: [proletar] Re: Belajar dari Jerman bagaimana dengan blanda yang muke tebel dan nggak punya kemaluan? genocide di rawagede, genocide oleh westerling, it's nothing. BIG NOTHING!!! --- In [email protected], "Sunny" <ambon@...> wrote: > > Refl: > Jangan lupa untuk juga belajar dari : > Di Jepang malah kalau terbukti membuat kesalahan, karena malu berani bunuh > diri. Di Tiongkok ditembak mati. > Di USA, Blagojevitch, mantan gubernur Ilinois gara-gara korupsi dihukum 14 > tahun penjara ( > http://www.huffingtonpost.com/2011/12/07/blagojevich-sentence-14-y_n_1134230.html > ) > > Berapa tahun paling lama hukuman penjara bagi petinggi koruptor di NKRI? > > > http://www.siwalimanews.com/post/belajar_dari_jerman > Wednesday, 22 February 2012 > Belajar dari Jerman > NEGERI ini terlampau sedikit menyimpan hal-hal yang baik untuk dijadikan > panduan, sehinggauntuk hal sepele pun, kita harus belajar dari luar negeri. > Misalnya, untuk sekadar memiliki rasa malu, kita mesti berguru ke negeri > orang. > > Presiden Jerman Christian Wulff mengajarkan rasa malu itu kepada kita. Wulff > memilih mundur dari jabatan presiden pada Jumat (17/2), karena malu diguncang > pemberitaan skandal korupsi. > > Dua kesalahan yang dilakukan Wulff. Dia diduga kuat menerima fasilitas saat > meminjam dana dari bank untuk mencicil rumahnya sebelum menjadi presiden. > Kedua, Wulff diduga menekan harian Jerman Bild yang memberitakan skandal > korupsinya itu. > > Wulff bukanlah sosok pengecut. Dia menggelar konferensi pers di Istana > Presiden, Berlin, bersama istrinya, Bettina. Secara tegas Wulff mengatakan > Jerman membutuhkan presiden yang didukung publik. Namun kepercayaan itu > semakin tergerus dan mulai mengganggu. Itulah alasan Wulff mundur. > > Tentu saja Wulff bukanlah tokoh pertama yang mengundurkan diri saat duduk di > puncak singgasana kekuasaan. Di Brasil, banyak menteri mundur karena tuduhan > korupsi. > > Sepanjang 2011 paling kurang lima menteri Brasil melepaskan jabatan karena > diguncang skandal korupsi. Juga di Jepang dan Korea, banyak pejabat mundur > bahkan bunuh diri karena terbelit isu korupsi. > > Pengunduran diri Wulff mengajarkan moral, etika, dan rasa malu. Para pejabat > publik mestinya memiliki standar tentang nilai-nilai yang baik dan buruk, > yang benar dan salah. Pejabat juga harus memelihara perasaan enggan melakukan > sesuatu yang nista. Itulah rasa malu. > > Namun moral, etika, dan rasa malu para pejabat publik kita sudah lama luntur. > Pejabat publik di sini meski sudah menjadi tersangka, terdakwa, atau bahkan > telah divonis masuk bui karena perkara korupsi pun, enggan mundur. Jabatan > dan kekuasaan dijadikan tameng untuk berlindung. > > Skandal korupsi muncul hampir setiap hari melibatkan baik pejabat pemerintah, > DPR, maupun hakim, jaksa, dan polisi. Ada kasus Wisma Atlet, ada perkara > proyek Hambalang, ada skandal Bank Century, dan sejumlah kasus korupsi lain > yang diduga melibatkan para elite negara. > > Beberapa nama anggota DPR, ketua umum partai, hingga menteri sudah terus > terang disebut dalam sidang di pengadilan. Namun, tidak seorang pun memberi > contoh secara sukarela menanggalkan jabatannya karena malu. > > Rasa malu memang sudah hilang dari para pejabat publik kita. Padahal, rasa > malu merupakan kekuatan preventif yang membentengi seseorang melakukan > tindakan hina seperti korupsi. Jika elite tidak lagi memiliki rasa malu, > mereka mudah dikuasai nafsu keserakahan. > > Sungguh memprihatinkan negeri ini. Sekadar rasa malu pun kita sudah tidak > punya sehingga harus belajar dari luar. (*) > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
