Buset, ni orang betul2 ga kenal malu. Udah jelas jadi tukang fitnah, ngakunya ga suka ngibul.
From: Habe Proletar <[email protected]> >To: "[email protected]" <[email protected]> >Sent: Thursday, March 1, 2012 5:26 AM >Subject: Re: [proletar] ZOOM OUT Mengapa Orang Kaya Suka Berbohong? > > > >kok gue ngga suka berbohong? opsss mungkin lantaran gue belum kaya hahaha > >________________________________ >From: Sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Wednesday, February 29, 2012 10:21 PM >Subject: [proletar] ZOOM OUT Mengapa Orang Kaya Suka Berbohong? > > > >refl: Yang tepat membantah atau membenarkan temuan ini ialah orang kaya, jadi >kalau Anda termasuk orang kaya mohon berikan pandangan apakah Anda suka >membohong atau tidak. Komentar dari yang berlagak kaya tidak memenuhi syarat >untuk memberikan pandangan, karena bukan orang kaya tetapi hanya berlagak >kaya. Apakah presiden dan para anggota rezimnya termasuk DPR adalah >orang-orang kaya? > >http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/29/ArticleHtmls/ZOOM-OUT-Mengapa-Orang-Kaya-Suka-Berbohong-29022012013014.shtml?Mode=0 > >ZOOM OUT Mengapa Orang Kaya Suka Berbohong? >BERKELEY > >Persepsi awam yang menilai masyarakat kelas “atas“ sebagai kelompok terhormat >tampaknya bakal segera berubah. Penelitian terbaru menunjukkan orang kaya >justru cenderung berbohong, menipu, dan bahkan melanggar hukum. >Sebaliknya, anggota masyarakat dari kelas “lebih rendah“ yang berasal dari >latar belakang kurang beruntung lebih sering menampilkan sikap-sikap terhormat. > >Temuan ini dapat memberi gambaran ilmiah tentang bagaimana orang-orang kaya >memiliki perilaku kurang ajar dan suka ribut. > >Paul Piff, psikolog dari University of California di Berkeley, Amerika >Serikat, menyatakan temuan ini dapat membantu menjelaskan asal-usul krisis >perbankan yang disebabkan oleh bankir kaya yang penuh percaya diri dan >melakukan tindakan sembrono dalam pekerjaannya. > >Dalam penelitian, Piff dan rekannya meminta beberapa kelompok orang dari latar >belakang sosial berbeda untuk melakukan serangkaian tugas yang dirancang >spesifik. > >“Tugas-tugas ini bertujuan mengidentifikasi sifat-sifat tertentu dari para >responden, seperti kejujuran dan kepedulian kepada orang lain,“ kata Piff >seperti dikutip Telegraph. > >Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa orang dari latar >belakang yang lebih kaya atau berkuasa cenderung memunculkan sifat rakus, >berbohong dalam negosiasi, bahkan menipu. > >“Berada di kelas sosial yang lebih tinggi, baik karena warisan atau pencapaian >sendiri, menyebabkan seseorang menjadi tidak etis dalam hal perilaku dan >mengambil keputusan,“ kata peneliti. > >Piff menyimpulkan seseorang yang memiliki status sosial tinggi cenderung >menampilkan pola perilaku yang hanya mementingkan diri sendiri, tidak peduli >terhadap orang lain, dan tidak memiliki empati. Perilaku ini berbeda >dibandingkan mereka yang berasal dari latar belakang yang lebih sederhana. > >Temuan ini memperlihatkan ajaran Aristoteles, Plato, dan Yesus, yang >menyebutkan ketamakan adalah akar semua perilaku tidak etis. TELEGRAPH | >LIVESCIENCE | MAHARDIKA SATRIA HADI > >[Non-text portions of this message have been removed] > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
