Kalo pemerintah dpt lbh banyak pemasukan, berarti pejabat dan parpol jg dpt lebih banyak pemasukan, ga perlu hrs berbisnis di bidang perminyakan. Ente kayak ga tau aja.
From: Sunny <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Wednesday, March 7, 2012 6:46 PM >Subject: [proletar] Partai Koalisi Dukung Kenaikan Harga BBM > > > >Ref: Partai-partai politik yang anggota keluarga yang berkecimpun dalam usaha >perminyakan tentu saja menyetujui kenaikan harga BBM sebab dengan begitu >mendatangkan keuntungan yang lebih besar bagi mereka. Mungkin juga kas partai >tambah gemuk seperti pompa besinnya. > >http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/03/05/ArticleHtmls/Partai-Koalisi-Dukung-Kenaikan-Harga-BBM-05032012005014.shtml?Mode=0 > >Partai Koalisi Dukung Kenaikan Harga BBM >JAKARTA > >PAN menerjunkan kader untuk menjelaskan kenaikan. > >Partai-partai yang tergabung dalam koalisi pemerintah mendukung rencana >pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Kenaikan harga BBM >dinilai sebagai kebijakan tepat untuk menekan subsidi. >Sekretaris Departemen Perbankan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Achsanul >Qosasi mengatakan partainya memilih kenaikan hingga Rp 1.500 per liter >ketimbang subsidi konstan Rp 2.000 per liter. >Dia juga meminta, setelah kenaikan tarif, pemerintah serius membangun >infrastruktur konversi BBM ke bahan bakar gas. “Ini harus mendalam >pembahasannya,“ ujarnya kemarin. >Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar Harry Azhar Azis mengatakan >partainya setuju dengan rencana kenaikan harga BBM. “Hanya pembahasan soal >kompensasi yang harus dijelaskan pemerintah,” ucapnya. Harry berpendapat >kenaikan Rp 1.500 per liter lebih tepat karena membuat anggaran pendapatan dan >belanja negara lebih sehat. >Harry menambahkan pemerintah harus mulai mengubah pola pikir masyarakat >mengenai BBM. Menurut dia, masyarakat masih beranggapan subsidi BBM seharusnya >semudah pada zaman Orde Baru. Padahal Indonesia bukan lagi negeri yang kaya >akan minyak.“Ini kewajiban negara mengubah pola pikir ini.” Dukungan kepada >pemerintah juga datang dari Ketua DPP Partai Amanat Nasional Bima Arya >Sugiharto. Keputusan menaikkan harga BBM, menurut Bima, merupakan kebijakan >yang harus dipilih. >“Siapa pun yang berada di posisi pemerintahan akan dihadapkan pada pilihan >yang dilematis ini,” ujarnya. Untuk mendukung kebijakan ini, PAN akan >menjelaskan kepada publik alasan kenaikan harga BBM. >Berbeda dengan partai lain, Partai Keadilan Sejahtera menyatakan menolak >usulan kenaikan harga BBM.“Kami sejak awal kan sudah menyatakan bahwa kami >akan menjadi mitra koalisi yang kritis terhadap pemerintah, bukan berarti >berkoalisi seperti zaman Orde Baru,”ujar Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim. >Penolakan rencana kenaikan harga BBM juga datang dari Ketua DPP PDI Perjuangan >Maruarar Sirait. Menurut dia, kebijakan ini merugikan rakyat kecil, yaitu >petani, usaha kecil-menengah, dan buruh. >“Pemerintah harus pintar mencari solusi lain yang kreatif,” katanya. Dia >menyarankan agar pemerintah menerapkan cukai batu bara ketimbang menaikkan >harga BBM. >Sikap yang sama juga dikemukakan Ketua DPP Partai Hanura Akbar Faisal. >Kenaikan harga BBM seharusnya menjadi pilihan paling terakhir untuk >mengantisipasi harga minyak dunia yang terus melambung. >Kemarin malam Wakil Presiden Boediono bertemu dengan pemimpin partai-partai >koalisi. Salah satu agendanya membahas kenaikan harga BBM.“(Agendanya) soal >BBM untuk menyamakan persepsi di antara seluruh anggota koalisi,” ujar juru >bicara Wakil Presiden, Yopie Hidayat. Namun, sampai berita ini diturunkan, >belum ada hasil kesepakatan yang lahir. > >[Non-text portions of this message have been removed] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
