Gini deh, urus saja dirimu sendiri yang tolol karena melahap bulat-bulat janji tak bertandatangan...
Situ nggak mau gabung ya bagus, toh masih banyak Ambon di Indonesia menolak RMS. Liat aja nasib kalian sekarang di Belanda & Eropa. Kalau sudah hidup makmur ya syukuri saja itu, nikmati, tanpa harus menyesali ketololan sendiri dengan meributkan negara orang lain. Dan kalau sudah kalah debat soal ini ya nggak usah sok relijius menjambret-jambret masalah agama. Bagaimanapun, dengan alasan yang masuk akal, Islam membolehkan bercerai. Silakan kalau mau bercerai. Jauh beda dengan Belanda yang masih pengen nempel terus sama Indonesia. Ya kan? Cerai saja mbon. Nanti kita liat apa iya Belanda mau bantu atau terjerumus seperti Timor-timur yang sekarang digenggam keluarga Gusmao & Horta yang disetir bangsa asing. Artinya, nasibmu bisa lumayan kalo keluargamu punya pengaruh di Ambon. Punya nggak? Kalo enggak ya siap-siap jadi cecunguk selamanya, di Eropa maupun di Maluku. Mbok tolol itu jangan dipiara mbon. Sekolahlah sesekali biar rada pinteran dikit. Lha nunjukin Pasal 33 yang situ maksud aja kagak mampu. --- "Sunny" <ambon@...> wrote: > Kalau RMS tidak mau gabung kok dipakasa. Bernegara itu bisa > dianalogikan dengan orang kawin, suka sama suka, tidak suka pisah, > apalagi mayoritas Islam, tidak suka bisa talak, sesuai hukumislam, > koq dipaksa untuk setia. Anehnya kamu bela orang Ambon, hak mu > tidak berlaku, sebab bagaimana pun menurut katagori NKRI adalah > kelas bawah. Hal ini tidk dapat disembunyikan. > > From: ajeg > > > Kalo dipikir bener juga, RMS itu tolol karena main lahap saja > > janji-janji Belanda yang tidak bertandatangan.. > > > > Selain tolol, juga pengecut. Liat, sekalipun sekarang dibuang > > sama majikannya mereka tetep nggak berani menggugat Belanda. > > Beraninya cuma ngata-ngatain sesama Ambon di Indonesia. > > > > Bangun mas, bangun.. > > > > --- "Sunny" <ambon@...> wrote: > > > > > Belanda sudah pergi 60 tahun lalu. Dasar tidak bisa urus diri, > > > lalu memperspersalahkan itu dan ini pada orang lain. Jangan > > > kurip mental arab yang suka mempersalahkan orang lain, > > > kritislah terhadap kebodohan dan kealpaan diri sendiri, kalau > > > tidak mau terus bodoh dan miskin melarat. > > > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
