Apa urusan Belanda yang sudah pergi 60 tahun lalu, yang perintah selama ini 
umumnya tidak pernah punya kaitan dengan Belanda.  Mereka menolak atai menerima 
RMS itu bukan masalahmu, itu masalah mereka. Apa debat religius taik kucing 
apa, bicara tentang unta dan korma ,lihat dan berdebat sendiri :  
http://www.youtube.com/watch?v=XHmtH4wEguw&feature=youtube_gdata_player

From: ajeg 
Sent: Sunday, March 11, 2012 8:24 PM
To: [email protected] 
Subject: Re: [proletar] INDONESIA MASUKI REZIM NASIONALISASI TAMBANG

  

Gini deh, urus saja dirimu sendiri yang tolol karena melahap 
bulat-bulat janji tak bertandatangan... 

Situ nggak mau gabung ya bagus, toh masih banyak Ambon di Indonesia 
menolak RMS. Liat aja nasib kalian sekarang di Belanda & Eropa. 
Kalau sudah hidup makmur ya syukuri saja itu, nikmati, tanpa harus 
menyesali ketololan sendiri dengan meributkan negara orang lain. 

Dan kalau sudah kalah debat soal ini ya nggak usah sok relijius 
menjambret-jambret masalah agama. Bagaimanapun, dengan alasan yang 
masuk akal, Islam membolehkan bercerai. Silakan kalau mau bercerai. 
Jauh beda dengan Belanda yang masih pengen nempel terus sama 
Indonesia. Ya kan? 

Cerai saja mbon. Nanti kita liat apa iya Belanda mau bantu atau 
terjerumus seperti Timor-timur yang sekarang digenggam keluarga 
Gusmao & Horta yang disetir bangsa asing. Artinya, nasibmu bisa 
lumayan kalo keluargamu punya pengaruh di Ambon. Punya nggak? 
Kalo enggak ya siap-siap jadi cecunguk selamanya, di Eropa maupun 
di Maluku. 

Mbok tolol itu jangan dipiara mbon. Sekolahlah sesekali biar 
rada pinteran dikit. Lha nunjukin Pasal 33 yang situ maksud aja 
kagak mampu. 

--- "Sunny" <ambon@...> wrote:

> Kalau RMS tidak mau gabung kok dipakasa. Bernegara itu bisa 
> dianalogikan dengan orang kawin, suka sama suka, tidak suka pisah, 
> apalagi mayoritas Islam, tidak suka bisa talak, sesuai hukumislam, 
> koq dipaksa untuk setia. Anehnya kamu bela orang Ambon, hak mu 
> tidak berlaku, sebab bagaimana pun menurut katagori NKRI adalah 
> kelas bawah. Hal ini tidk dapat disembunyikan. 
> 
> From: ajeg 
> 
> > Kalo dipikir bener juga, RMS itu tolol karena main lahap saja 
> > janji-janji Belanda yang tidak bertandatangan.. 
> > 
> > Selain tolol, juga pengecut. Liat, sekalipun sekarang dibuang 
> > sama majikannya mereka tetep nggak berani menggugat Belanda. 
> > Beraninya cuma ngata-ngatain sesama Ambon di Indonesia. 
> > 
> > Bangun mas, bangun.. 
> > 
> > --- "Sunny" <ambon@...> wrote:
> > 
> > > Belanda sudah pergi 60 tahun lalu. Dasar tidak bisa urus diri, 
> > > lalu memperspersalahkan itu dan ini pada orang lain. Jangan 
> > > kurip mental arab yang suka mempersalahkan orang lain, 
> > > kritislah terhadap kebodohan dan kealpaan diri sendiri, kalau 
> > > tidak mau terus bodoh dan miskin melarat.
> > > 
> >





[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke